Connect with us

CAHAYA ISLAM

3 Penyakit Hati Pembinasa Manusia Menurut Rasululullah SAW

Published

on

ACEHTIMES.ID – Menilai orang adalah perkara mudah, tetapi tidak dengan menilai diri sendiri. Benteng penghalang bernama keangkuhan terlalu kokoh untuk dirobohkan. Rendah hati mengakui kekurangan dan kesalahan langka ditemukan.

Begitulah sifat umum sebagian dari kita karena kebeningan jiwa dan tekad untuk terus memperbaiki diri tidak menyertai. Iri, dengki, dan segenap penyakit hati kerap menguasai, padahal itu sumber segala dosa.

Rasulullah SAW pun mengingatkan, “Tiga hal yang merupakan sumber segala dosa, hindarilah dan berhati-hatilah terhadap ketiganya. Hati-hati terhadap keangkuhan karena keangkuhan membuat Iblis enggan bersujud kepada Adam, dan hati-hatilah terhadap tamak (rakus) karena ketamakan mengantar Adam memakan buah terlarang, dan berhati-hatilah terhadap iri hati karena kedua anak Adam (Qabil dan Habil) salah seorang di antaranya membunuh saudaranya akibat dorongan iri hati.” (HR Ibn Asakir melalui Ibn Mas’ud).

Karena tiga penyakit hati itu pula, kita terlalu sibuk memperhatikan orang lain, lupa dan tak sadar tentang diri sendiri. Mengkritisi diri merupakan ciri kearifan, pembersih tempelan dosa di beningnya jiwa. Sungguh malang mereka yang sibuk menilai orang, menyalahkan dan menghakimi seolah dirinyalah yang paling benar.

Kita harus sepenuhnya lebih melihat ke dalam diri, mempelajarinya, mengikuti mata batin suci (nurani) yang selalu menuntun kepada kebenaran. Bila telah mengenali diri maka kita akan mengenal Tuhan. Allah SWT berfirman, “Padahal, mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus,” (QS Al Bayyinah: 5).

Murnikanlah ketaatan kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bukan kepada tuhan-tuhan kecil yang menjadi berhala. Dengan mengenal Tuhan, akan menyadarkan kita terhadap peran serta fungsi hidup di dunia. Mengenali diri juga bermakna bahwa harus diimani seratus persen tentang adanya pengadilan yang dijamin keadilannya.

Bilapun di dunia ini Anda merasa terzalimi maka tak harus membalasnya. Pasrahkan segalanya kepada Allah SWT. Iman kepada qadha dan qadar serta Hari Akhir menjadi kekuatan utama dan bila itu yang ditempuh, bahagia dunia akhirat akan dialami senyata-nyatanya. 

Tak perlu simpan dendam, risau karena tak mampu melawan mereka yang zalim kepada kita. Sungguh, tak ada satu hal kecil pun yang tak diketahui-Nya dan tidak dicatat oleh malaikat-Nya. “Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir,” (QS Qaaf:18).

Sebagai manusia, maafkanlah, dan berjanjilah kita takkan melakukan tindakan yang sama seperti kezaliman mereka kepada kita. Perenungan untuk mengenali diri harus dijadikan kebiasaan harian. Kalau kita juga sakit hati, tentu saja orang lain jika diperlakukan seperti ini pun sangat sakit. Firman Allah, “Tetapi, orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS as-Syuura:43).

Sungguh bahagia mereka yang setiap waktunya disibukkan untuk menyesali setiap dosa, terus memohon ampun dan memperbaiki diri untuk lebih baik. Mereka akan dipenuhi oleh kebaikan dan tak ada ruang untuk bergosip ria, iri, dan bergibah. 

Rasulullah SAW bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada. Tutuplah keburukan itu dengan amal kebaikan, niscaya kebaikan tadi akan menghapus keburukan dan gaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Tirmidzi).  | ROI

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAHAYA ISLAM

Mobil Mewah Paul Pogba Hadirkan Video Murotal Alquran

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Paul Pogba merupakan salah satu pemain termahal di dunia saat dibeli Manchester United dari Juventus. Gaji besarnya pun membuat pemain internasional Prancis itu diketahui punya koleksi mobil-mobil mewah.

Meski demikian, pesepak bola muslim itu tak meninggalkan kehidupan Islami-nya. Hal itu terlihat dari akun instagramnya yang memamerkan interior mobilnya yang ‘wah’. Namun, Pogba tak jadi lupa diri.

Lewat postingan IG Story yang sudah diunggahnya sejak 21 jam lalu itu, terlihat interior mobil mewah. Di antara dua jok kulit mewah itu terlihat sebuah video seorang pria Arab dengan mengenakan jubah penutup kepala berwarna putih. Di bagian bawahnya tertulis lantunan muratal ayat Alquran dari surh Al Haqqah aya5 25.

Jika membaca terjemahan dari surah Al Haqqah ayah 25 itu, bunyinya adalah ‘Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, ”Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku,”. []

Continue Reading

CAHAYA ISLAM

Allah SWT Pemilik Hidayah Satu-Satunya, Maka Memohonlah

Published

on

ACEHTIMES.ID – Salah satu hadis qudsi yang mengandung konsep hidayat sungguh layak untuk direnungi dan dijadikan solusi dalam mengarungi kehidupan kita yang penuh gelombang cobaan dan ujian.

Dalam sebuah hadits yang cukup panjang riwayat Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman:

يَاعِبَادِي! كُلُّكُمْضَالٌّإلَّامَنْهَدَيْته،فَاسْتَهْدُونِيأَهْدِكُمْ

”Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali mereka yang Aku berikan hidayah, karena itu mintalah hidayah itu niscaya Aku akan memberikannya kepada kalian ….” (HR Tirmidzi).

Hadis tersebut aslinya sangat panjang. Dari sepenggal kalimat yang termuat dalam hadis itu terlihat bahwa hidayah, atau yang sering kita sebut dengan petunjuk, sangat terbuka dan mudah didapatkan.

Hanya, hidayah itu menjadi hak mutlak Allah SWT. Kunci untuk mendapatkannya hanya satu: memohon atau berdoa. Password untuk mendapatkannya juga satu: mengaku bahwa kita adalah hamba-Nya, dan Allah adalah Tuhan kita.

Kunci dan password yang sangat sederhana itu sering diabaikan orang. Dengan segala kesibukan dan kemalasan, kita sering lupa memasuki pintu yang selalu terbuka itu. Padahal, Allah yang senantiasa hidup dan bangun, tidak pernah lupa dan tidak pernah tidur. Tuhan yang kasih sayang-Nya kepada manusia melebihi segalanya. Tuhan yang selalu membuka Tangan-Nya untuk setiap permintaan.

Dalam kehidupan sosial, manusia sering bosan melihat kegagalan sebuah permintaan. Kita lupa, kehidupan sosial yang sering membuat kita kecewa, kita bawa dalam kehidupan keagamaan kita. Padahal, sifat-sifat Allah tidak sama dengan sifat tetangga, kerabat, dan teman-teman kita. Sifat Allah tidak sama dengan sifat para abdi negara.

Manusia tinggal mengadu, manusia tinggal meminta. Allah akan mendengar dan mengabulkan permintaan itu. Simaklah firman Allah berikut:

وَقَالَرَبُّكُمُادْعُونِيأَسْتَجِبْلَكُمْۚ

”Dan berkatalah Tuhn kalian: Mintalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya.” (QS Al Mu’min [40] :60).

Allah dekat dengan kita jika kita terus mendekatinya, sebagaimana firman-Nya:

وَإِذَاسَأَلَكَعِبَادِىعَنِّىفَإِنِّىقَرِيبٌۖأُجِيبُدَعْوَةَٱلدَّاعِإِذَادَعَانِۖ

”Dan jika hamba-Ku meminta kepada-Ku, ketahuilah bahwa Aku dekat, Aku niscaya akan mengabulkan permintaan orang-orang yang meminta jika mereka benar-benar meminta.” (QS 2:186).

Masalah yang sering kita hadapi adalah, kita jarang mendekat kepada Allah dan jarang meminta kepada Allah. Kita terlalu percaya kepada yang lain, terlalu mengandalkan logika, dan terlalu memperhitungkan aspek matematika. Hal itu menjadikan kita lupa memperhitungkan Allah. Jika sikap kita terhadap Allah pada masa-masa kemarin seperti itu, maka mulailah melakukan perubahan. Tidak ada kata terlambat, Allah masih menunggu kedatangan kita.

Sikap Allah ini bisa dibaca dalam sebuah hadis qudsi yang sahih. ”Siapakah yang ingin berdoa kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan untuknya. Siapakah yang ingin bermohon kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan permintaannya. Siapakah yang akan memohon ampunan-Ku, niscaya akan Kuampuni.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kita sering mendengar ungkapan bahwa untuk kembali kepada Allah itu memerlukan hidayah. Ketahuilah bahwa hidayah itu ada di tangan Allah, terbuka dan akan diberikan kepada siapa saja, asal orang itu mengakui-Nya sebagai Tuhan dan meminta petunjuk itu.

Salah satu hadis qudsi yang mengandung konsep hidayat sungguh layak untuk direnungi dan dijadikan solusi dalam mengarungi kehidupan kita yang penuh gelombang cobaan dan ujian.

Dalam sebuah hadits yang cukup panjang riwayat Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman:

يَاعِبَادِي! كُلُّكُمْضَالٌّإلَّامَنْهَدَيْته،فَاسْتَهْدُونِيأَهْدِكُمْ

”Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali mereka yang Aku berikan hidayah, karena itu mintalah hidayah itu niscaya Aku akan memberikannya kepada kalian ….” (HR Tirmidzi).

Hadis tersebut aslinya sangat panjang. Dari sepenggal kalimat yang termuat dalam hadis itu terlihat bahwa hidayah, atau yang sering kita sebut dengan petunjuk, sangat terbuka dan mudah didapatkan.

Hanya, hidayah itu menjadi hak mutlak Allah SWT. Kunci untuk mendapatkannya hanya satu: memohon atau berdoa. Password untuk mendapatkannya juga satu: mengaku bahwa kita adalah hamba-Nya, dan Allah adalah Tuhan kita.

Kunci dan password yang sangat sederhana itu sering diabaikan orang. Dengan segala kesibukan dan kemalasan, kita sering lupa memasuki pintu yang selalu terbuka itu. Padahal, Allah yang senantiasa hidup dan bangun, tidak pernah lupa dan tidak pernah tidur. Tuhan yang kasih sayang-Nya kepada manusia melebihi segalanya. Tuhan yang selalu membuka Tangan-Nya untuk setiap permintaan.

Dalam kehidupan sosial, manusia sering bosan melihat kegagalan sebuah permintaan. Kita lupa, kehidupan sosial yang sering membuat kita kecewa, kita bawa dalam kehidupan keagamaan kita. Padahal, sifat-sifat Allah tidak sama dengan sifat tetangga, kerabat, dan teman-teman kita. Sifat Allah tidak sama dengan sifat para abdi negara.

Manusia tinggal mengadu, manusia tinggal meminta. Allah akan mendengar dan mengabulkan permintaan itu. Simaklah firman Allah berikut:

وَقَالَرَبُّكُمُادْعُونِيأَسْتَجِبْلَكُمْۚ

”Dan berkatalah Tuhn kalian: Mintalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya.” (QS Al Mu’min [40] :60).

Allah dekat dengan kita jika kita terus mendekatinya, sebagaimana firman-Nya:

وَإِذَاسَأَلَكَعِبَادِىعَنِّىفَإِنِّىقَرِيبٌۖأُجِيبُدَعْوَةَٱلدَّاعِإِذَادَعَانِۖ

”Dan jika hamba-Ku meminta kepada-Ku, ketahuilah bahwa Aku dekat, Aku niscaya akan mengabulkan permintaan orang-orang yang meminta jika mereka benar-benar meminta.” (QS 2:186).

Masalah yang sering kita hadapi adalah, kita jarang mendekat kepada Allah dan jarang meminta kepada Allah. Kita terlalu percaya kepada yang lain, terlalu mengandalkan logika, dan terlalu memperhitungkan aspek matematika. Hal itu menjadikan kita lupa memperhitungkan Allah. Jika sikap kita terhadap Allah pada masa-masa kemarin seperti itu, maka mulailah melakukan perubahan. Tidak ada kata terlambat, Allah masih menunggu kedatangan kita.

Sikap Allah ini bisa dibaca dalam sebuah hadis qudsi yang sahih. ”Siapakah yang ingin berdoa kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan untuknya. Siapakah yang ingin bermohon kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan permintaannya. Siapakah yang akan memohon ampunan-Ku, niscaya akan Kuampuni.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kita sering mendengar ungkapan bahwa untuk kembali kepada Allah itu memerlukan hidayah. Ketahuilah bahwa hidayah itu ada di tangan Allah, terbuka dan akan diberikan kepada siapa saja, asal orang itu mengakui-Nya sebagai Tuhan dan meminta petunjuk itu. | ROI 

Continue Reading

CAHAYA ISLAM

Terpikat Islam, Mualaf Julia: Dalam Islam Wanita Bak Permata

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Wanita ini bernama Julia. Dia berasal dari Rusia. Julia kini telah memeluk Islam.

Dia memiliki nama Islam, Aysil. Julia merasakan kebahagiaan yang berbeda setelah dia memeluk Islam.

Dalam sebuah video singkat di Youtube, dia menceritakan kisahnya memeluk Islam dan pandangan dia mengenai agama yang dibawa  Rasulullah SAW. Wanita yang kini telah berjilbab ini mendapatkan hidayah sejak 2015 lalu. Dia pun telah fasih dalam membaca al-Fatihah dan ayat-ayat Alquran lainnya.

“Sejak menjadi Muslimah, hidup saya berubah menjadi jauh lebih baik. Saya percaya akan adanya Allah dan itu memberi saya kekuatan,” kata dia dilansir di aboutislam.net.

Julia kini menjalani gaya hidup yang berbeda setelah menjadi Muslimah. Allah SWT memberinya banyak kemudahan untuknya.

Selama ini dia merasa apa pun yang dia minta kepada Allah selalu dikabulkan. Julia pun meyakini semua orang yang masuk Islam pasti merasakan hal ini. “Itu membuat saya benar-benar bersyukur menjadi seorang Muslimah,” tutur dia.

Salah satu alasan dia masuk Islam karena dalam Islam, perempan itu sangat mulia dan istimewa, ibarat permata. Dalam pernikahan, dia melihat sempurnanya kedudukan perempuan Islam. Bagaimana tidak? Allah Yang Mahasempurna mengatur ini semua dengan aturan yang juga sangat sempurna.

“Perempuan dalam Islam itu ibarat permata, sangat berharga dan istimewa. Di dalam keluarga, perempuan sangat dilindungi dalam banyak hal,” ujar dia.

Sebelum menikah, misalnya, laki-laki harus melakukan banyak hal untuk perempuan yang berada dalam tanggung jawabnya, mulai membelikan baju hingga memberinya cinta dan kasih sayang sepenuh hati. Setelah menikah, dia akan mendapatkan hal-hal tersebut dari suaminya. Bila sesuatu terjadi pada pernikahannya, misalnya saja perceraian, Islam juga memberikan perlindungan bagi perempuan.

Menjadi laki-laki tidak semudah menjadi perempuan karena laki-laki di dalam Islam begitu besar beban dan tanggung jawabnya. “Menurut saya lebih mudah menjadi istri daripada menjadi suami. Itu karena dengan menjadi istri, perempuan cukup dengan menjadi orang kepercayaan suami, patuh padanya, dan tentu saja menjadi seseorang yang sangat dicintainya,” kata dia.

Menjadi perempuan itu cukup dengan menjadi istri yang baik bagi suami dan ibu yang baik bagi anak-anaknya. Laki-laki harus memperlakukan perempuan dengan sangat baik.

Hal ini telah dicontohkan Rasulullah SAW. Saat itu Aisyah, istri beliau, ingin naik unta. Apa yang dilakukan Rasulullah? 

Beliau berjongkok sehingga tubuhnya bisa dijadikan pijakan bagi Aisyah untuk naik ke unta. Beliau tidak merasa malu ataupun gengsi melakukan hal tersebut.

Masih banyak lagi kisah keteladanan Rasul SAW tentang bagaimana beliau memperlakukan istri-istrinya. Hal ini bisa menjadi teladan bagi laki-laki masa kini agar mempunyai akhlak seperti akhlaknya Rasulululah.

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: