Connect with us

HUKUM DAN KRIMINAL

Aksi Petugas Kejar Bos Narkoba di Sumut, Diwarnai Tembakan dan Tabrakan

Published

on

ACEHTIMES.ID | MEDAN Tim Badan Narkotika Nasional bekerja sama dengan Bea dan Cukai Aceh dan Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan 33 kg sabu-sabu dan 2.000 butir pil ekstasi yang masuk ke dua daerah tersebut.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari menyebutkan dalam operasi di Idi Rayeuk, Aceh Timur, tim mengamankan lima tersangka yang menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.

Ia mengatakan, jumlah barang bukti yang berhasil disita BNN dan Bea dan Cukai Aceh beserta Bea dan Cukai Sumut seberat 18,9 kg narkotika jenis sabu.

Pada saat bersamaan, juga ditangkap empat orang yang membawa sabu dari Malaysia tujuan Teluk Nibung, Tanjung Balai, dan Asahan, Provinsi Sumut.

“Tim BNN melakukan penangkapan tersangka AR yang membawa narkoba dengan menggunakan sepeda motor dibungkus karung goni berisi 15 kg sabu dan 2.000 butir pil ekstasi,” ujar Arman, Minggu (6/2) malam.

Arman menjelaskan, atas keterangan AR bahwa pemilik dan pengendali narkoba itu adalah AFL penduduk Kisaran, Asahan. Ketika Tim BNN berusaha menangkap AFL berupaya melarikan diri menggunakan mobil dan melawan dengan menabrak petugas, sehingga terjadi pengejaran.

“Petugas BNN memberikan tembakan, akhirnya mobil dapat dihentikan,” ucap jenderal bintang dua itu.

Ia mengatakan, pengemudi AFL luka di bagian kepala akibat benturan, dan istri AFL, YUN yang juga berada di dalam mobil mengalami luka tembak pada bagian punggung.

Selanjutnya AFL dan istrinya YUN dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan.

Namun pada Minggu (16/2) AFL meninggal dunia di RS Bhayangkara. BNN bersama petugas Bea dan Cukai Aceh melakukan dua operasi secara bersamaan, yakni Kamis-Sabtu (14-16/2/2020)

“Saat ini seluruh tersangka dan barang bukti yang diamankan di kantor BNN Provinsi Sumut, dan akan dibawa ke Jakarta melalui Bandara Kualanamu Kabupaten Deli Serdang, Senin (17/2),” katanya. | Merdeka

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKUM DAN KRIMINAL

Suami dan istri tewas usai pesta minuman keras oplosan

Published

on

ACEHTIMES.ID | BEKASI –Pasangan suami isteri di Kota Bekasi, Jawa Barat, ditemukan tewas usai menggelar pesta minuman keras oplosan jenis ginseng.

“Iya benar, satu pasangan suami isteri itu ditemukan sudah meninggal dunia,” kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari, di Bekasi, Senin.

Peristiwa itu bermula saat pasangan suami istri berinisial J dan D itu menggelar pesta minuman keras di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Perumahan Guru Blok A, RT 07/05, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

“Selain dua orang korban yang diketahui pasutri, pesta minuman keras oplosan tersebut juga bersama seorang temannya yang juga sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Erna menjelaskan korban J dan D meninggal di rumah kontrakan sementara rekannya yakni R meregang nyawa usai dibawa ke rumah sakit.

“Ketiganya dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi untuk kepentingan visum,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun pasutri bersama seorang korban lainnya merupakan pengamen di wilayah Kota Bekasi. “Korban ditemukan sudah tidak bernyawa pada Minggu (5/4) malam,” katanya.

Tetangga korban merasa curiga dengan kondisi pasutri yang tidak keluar rumah seharian tadi lantas memutuskan untuk mendobrak rumah kontrakan itu.

“Korban J dan D ditemukan tergeletak sudah tidak bernyawa. Di dekat korban ditemukan kantong plastik bau alkohol menyengat. Warga juga sempat melihat korban menggelar pesta miras Sabtu malam,” ungkapnya.

Petugas yang mengetahui peristiwa itu langsung datang ke lokasi dan mengevakuasi korban. Petugas medis lengkap dengan APD mengevakuasi jenazah korban. Hingga kini petugas masih mendalami kasus tersebut dan rencananya Selasa (7/4) besok kasus ini akan dirilis kepolisian. | ANT

Continue Reading

HUKUM DAN KRIMINAL

Janda Ini Buang Bayi Hasil Hubungan Terlarangnya di Tong Sampah di Banda Aceh

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH– Seorang janda membuang bayi hasil hubungan gelapnya dengan lelaki beristri di tong sampah di pinggiran taman Krueng Daroy, Gampong Seutui, Kota Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Baiturrahman AKP Irwan di Banda Aceh, Sabtu, bayi tersebut diduga dibuang janda berinisial Ros pada Sabtu (28/3) pukul 06.30 WIB.

“Dari hasil penyelidikan, bayi tersebut dibuang setelah Ros melahirkan. Bayai tersebut hasil hubngannya dengan laki-laki berinisial NZ (47), warga Peukan Bada, Aceh Besar,” kata AKP Irwan.

Sebelumnya, warga pinggiran taman Krueng Daroy, Gampong Seutui, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh dikejutkan dengan ditemukan bayi yang menangis di dalam tong sampah.

Dari hasil penyelidikan polisi, pelaku Ros, janda warga setempat, meletakkan bayi yang dilahirkannya di tempat sampah sekitar pukul 06.00 WIB. Setengah jam kemudian, Ros melaporkan kepada tetangganya telah menemukan sesoak bayi.

Kemudian, lanjut AKP Irwan, bayi perempuan tersebut dibawa ke rumah Keuchik Seutui Amiruddin. Selanjutnya, kepala desa itu melaporkan kepada Polsek Baiturrahman.

“Bayi tersebut dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) untuk dilakukan tindakan medis. Tidak lama berselang, polisi menciduk pelaku yang membuang bayi,” kata AKP Irwan.

Pelaku tidak lain Ros. Dari pengakuannya, bayi tersebut hasil hubungan gelapnya dengan NZ yang juga pekerja kebersihan di Kantor Geuchik Kampung Baro, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

“NZ diciduk di rumahnya di Peukan Bada, Aceh Besar. Saat ini, Ros dan bayinya dirawat di rumah sakit dalam pengawasan kepolisian,” kata AKP Irwan. | ANT 

Continue Reading

HUKUM DAN KRIMINAL

Kenalan di Facebook, Gadis 16 Tahun di Pandeglang Jadi Korban Perkosaan 4 Pria

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Empat pria memerkosa satu wanita yang dikenalnya melalui jejaring media sosial (medsos). Pelaku berinisial MA, H, AA, dan E, sedangkan korbannya berinisial N (16).

Kasus pemerkosaan itu awalnya terjadi ketika pelaku E berkenalan dengan N di Facebook, Keduanya sepakat bertemu di suatu tempat, kemudian E mengajak N ke kontrakannya.

Di dalam kontrakan sudah menunggu ketiga pelaku lainnya, yakni MA, H, dan AA.

“Ke empat pelaku melakukan tindak pidana persetubuhan atau perbuatan cabul terhadap korban, dengan cara bergiliran di kontrakan salah satu milik tersangka,” kata Kapolres Pandeglang, AKBP Sofwan Hermanto, Selasa (10/3)

Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan peristiwa itu ke keluarganya. Kemudian N beserta keluarganya melaporkan hal itu ke Polres Pandeglang untuk segera ditangani.

Usai mendapatkan laporan, pihak kepolisian meminta keterangan korban dan saksi yang mengetahui kejadian nahas itu. Selang beberapa hari, pelaku E ditangkap saat mengisi bahan bakat motornya di sebuah SPBU di daerah Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

“Kami dapat informasi pelaku berada di daerah Saketi. Pelaku kami tangkap ketika sedang berada di pom bensin di daerah Saketi,” katanya.

Usai menangkap pelaku E, ketiga pelaku lainnya ditangkap secara bergantian di rumahnya masing-masing tanpa perlawanan dan mengakui perbuatan tidak senonoh nya terhadap korban E.

Keempat tersangka kini dikenakan Pasal 76D Jo pasal 81 dan atau pasal 76E Jo pasal 82 Undang -undang (UU) RI nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar.

“Ketiga pelaku ini H, AA, dan MA, kami tangkap ketika sedang berada di kediaman rumah nya masing-masing dengan tanpa perlawanan,” jelasnya. | RMOL 

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: