Connect with us

LINTAS ACEH

Banjir kembali landa Kabupaten Aceh Jaya, ratusan rumah terendam

Published

on

ACEHTIMES.ID | ACEH JAYA– Hujan lebat yang melanda kawasan Aceh Jaya sejak Sabtu (16/5/2020) mengakibatkan ratusan rumah dalam  Kabupaten setempat terendam banjir.

Banjir akibat luapan sungai tersebut melanda dua Kecamatan yaitu Kecamatan Setia Bakti dan Kecamatan Darul Himah.

Camat Darul Hikmah Nuri Assirri dalam laporannya menuturkan bahwa banjir yang melanda Kecamatannya di akibatkan hujan lebat serta luapan air sungai hulu masen sehingga merendam sembilan Desa.

Adapun sembilan Desa dalam Kecamatan Darul Hikmah terendam banjir yaitu Desa babah dua merendam 50 rumah, Desa lam tengoh merendam 25  rumah dan 50 kedai, Desa panton krueng 21 rumah, Desa ujong rimba 15 rumah, Desa paya santet 23 rumah, Desa gampong baro  L 17 rumah, Desa masen merendam 25 rumah serta Desa Krung tho merendam 33 rumah.

Menurut keterangan Camat Nuri bahwa ketinggian air mencapai 60 centi meter dan terus naik terutama di Daerah Gampong Panton krueng dan sekitarnya.

” Untuk pengungsi masih nihil, namun jika air terus bertambah tidak tertutup kemungkinan akan ada yang mengungsi,” kata Camat Nuri. 

Sementara itu di Kecamatan Setia Bakti ada dua Desa yang terendam banjir dengan ketinggian 60-100 centi meter yaitu Desa Sapek merendam 53 rumah dan Desa Pante Kuyun merendam 30 rumah.

” Banjir akibat hujan deras dan luapan krueng Lageun,” kata Ag Suhadi selaku Camat Setia Bakti, Minggu (17/5).

Ia menyampaikan bahwa untuk para pengungsi masih nihil di Kecamatannya, namun selain dua Desa yang sudah terkena banjir menurut perkiraan Desa lain juga akan terimbas karena air terus naik.

” Untuk jalur transportasi masih lancar, ada beberapa ruas jalan terkenang air antara 30 – 50 cm,” kata Ag Suhadi. | Ant 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LINTAS ACEH

BPBD Abdya evakuasi mobil hanyut di Krueng Beukah Blangpidie

Published

on

ACEHTIMES.ID | BLANG PIDIE– Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengevakuasi sebuah mobil dauble cabin yang hanyut terbawa arus sungai krueng Beukah di Blangpidie, Sabtu  

“Alahmdulillah, tim BPBD telah melakukan evakuasi mobil yang hanyut di Krueng Susoh sore kemarin dan kendaraan itu sudah kami serahkan pada pemiliknya,” kata Kepala BPBD Abdya Amirudin di Blangpidie, Sabtu

Amiruddin menjelaskan satu unit mobil double cabin warna hitam milik warga Desa Keudai Siblah, Kecamatan Blangpidie Jumat (22/5) hanyut terbawa arus sungai Krueng Beukah saat dicuci sekira pukul  16.30 Wib jelang berbuka puasa  

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun, pemilik mobil bersama istri dan dua orang anaknya sempat hanyut, namun berhasil diselamatkan warga sekitar dengan posisi mobil saat dicuci ditengah sungai.

“Saat debit air sungai membesar, posisi mobil ini terjebak ditengah sungai. Lalu pasangan suami istri itu naik ke atas mobil dan meminta bantuan. Warga yang melihat langsung berenang memberi pertolongan pada mereka,” katanya   

Menurut dia, besarnya debit air sungai Krueng Beukah hingga menghayutkan sebuah mobil tersebut akibat tingginya curah hujan, sehingga secara tiba-tiba air mengalir dari pengunungan membesar dan mengahyutkan kendaraan.

“Berhubung peristiwa ini terjadi menjelang berbuka puasa kemarin, maka proses evakuasinya kami lalukan hari ini, dan alhamdulillah sekira pukul 09.00 Wib tadi selesaikan kami angkat ke daratan,” jelasnya

Ia juga menjelaskan bahwa proses evakuasi mobil hanyut tersebut dilakukan oleh tim BPBD Abdya dengan mengunakan alat berat. Satu unit beco loader diturunkan, karena keberadaan dauble cabin itu masih ditengah sungai. | Ant 

Continue Reading

LINTAS ACEH

Polisi didukung TNI dikerahkan amankan malam lebaran di Banda Aceh

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH– Polresta Banda Aceh mengerahkan 300 personel untuk mengamankan malam lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah atau 2020 Masehi di ibu kota provinsi Aceh tersebut.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan pengamanan juga didukung prajurit TNI dan unsur instansi terkait lainnya

“Lebaran Idul Fitri tahun ini, Polresta Banda Aceh mengerahkan 300 personel. Itu belum termasuk dari Kodim 0101/BS dan Satpol PP Kota Banda Aceh,” kata Kombes Pol Trisno Riyanto.

Perwira menengah Polri itu menyebutkan selain pengamanan malam lebaran, personel juga diarahkan memantau keamanan di permukiman warga selama ditinggalkan kosong pemiliknya saat melaksanakan shalat id.

Kepada masyarakat yang merayakan hari raya Idul Fitri, Kapolresta Banda Aceh mengimbau mematuhi instruksi pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Instruksi pemerintah dimaksud agar melaksanakan shalat id di rumah serta tidak mudik dan selalu menjaga jarak, dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Jika ada masyarakat yang ingin melaksanakan shalat id di masjid, lanjut Kombes Pol Trisno Riyanto, kepolisian mengimbau untuk tetap menjaga jarak di dalam saf shalat dan setiap jamaah mengenakan masker. 

Untuk di Masjid Raya Baiturrahman, Kombes Pol Trisno Riyanto pihaknya akan melakukan penyemprotan disinfektan sebelum para jamaah memasuki masjid.

Setelah itu, personel TNI/Polri disiagakan di pintu gerbang masuk ke Masjid Raya Baiturrahan serta akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh setiap jamaah yang hendak mengikuti shalat id.

“Setiap jamaah diimbau mengenakan masker. Kalau memang tidak ada masker akan diberi masker. Kalau ada yang kurang sehat, sebaiknya melaksanakan ibadah di rumah,” kata Kombes Pol Trisno Riyanto. | Ant 

Continue Reading

LINTAS ACEH

BMKG Perkirakan Ada Hujan Ringan Seluruh Aceh Pada Idul Fitri Kali ini

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah Aceh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah atau 2020 Masehi.

“Aceh hujan ringan hingga sedang saat lebaran nanti,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Metrologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Zakaria Ahmad yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis.

Zakaria menyebutkan hujan ringan hingga sedang tersebut berpotensi merata di seluruh wilayah Aceh. Namun, waktu hujan berbeda-beda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

“Potensi hujan paling lama terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Tengah,” kata Zakaria Ahmad menyebutkan.

Menyangkut dengan angin, Zakaria menyebutkan kecepatan angin hingga tiga hari ke depan masih dalam kategori menengah, mencapai hingga 40 kilometer per jam. 

Namun, yang perlu diwaspadai ketinggian gelombang mencapai empat meter. Gelombang empat meter tersebut berpotensi di Samudera Hindia bagian barat atau di perairan selatan Sabang, Pulau Weh.

BMKG “Sedangkan gelombang di perairan barat selatan Aceh berkisar 1,25 meter hingga tiga meter. Kami mengimbau nelayan maupun pelayaran mewaspadai gelombang tinggi tersebut,” kata Zakaria Ahmad. | Ant 

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: