Connect with us

NUSANTARA

Bebas dari Penjara, Habib Bahar bin Smith Siap Berdakwah Lagi

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Habib Bahar bin Smith kini bisa menghidup udara bebas. Dia, dibebaskan dari jeruji besi tahanan  Lembaga Pemasyarakatan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu sore 16 Mei 2020.

Pengacara Habib Bahar, Aziz Yanuar mengatakan, bahwa bebasnya kliennya tidak terlepas dari pertolongan Allah SWT dan juga dari para ulama yang mendoakannya. 

“Alhamdulillah berkat rahmat Allah dan doa para ulama, habaib asatidz dan masyarakat,” kata Aziz Yanuar, Minggu, 17 Mei 2020 seperti dikutip laman VIVAnews.

Selama ini, Habib Bahar bin Smith telah menjalani masa hukuman 2/3 masa hukuman tiga tahun penjara karena kasus penganiayaan anak di bawah umur.

Aziz pun mengatakan, selepas bebas dari bui, Habib Bahar akan kembali beraktivitas seperti biasa. Dia akan kembali  berdakwah dan akan menyuarakan kebenaran kepada masyarakat luas di Indonesia. 

“Kembali menyuarakan kebenaran dan keadilan terhadap kedzaliman tirani,” ujarnya.

Sabtu kemarin, dari sejumlah foto yang beredar, Habib Bahar berfoto bersama Ketua Persaudaraan 212 Slamet Maarif beserta tim pengacara, Aziz Yanuar, Novel Bamukmin dan lainnya di depan Lapas Cibinong. Mereka menjemput Habib Bahar yang bebas dari Lapas Cibinong.[viva]

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NUSANTARA

Ilmuwan Sebut New Normal Ala Jokowi Mirip Herd Immunity

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat bersiap jalani kehidupan era normal baru dalam menghadapi pandemi Virus Corona atau Covid-19. Kesiapan penerapan standar new normal telah dilakukan Selasa (26/5/2020) di sejumlah daerah secara serentak.

Meski begitu, kebijakan tersebut menimbulkan tanda tanya besar bagi publik. Apakah kebijakan itu menandakan pemerintah penyerah melawan wabah Covid-19, sehingga diterapkan cara seleksi alam?

Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Berry Juliandi menilai, kebijakan new normal yang akan diterapkan pemerintah itu serupa dengan konsep herd immunity.

“Kebijakan ini nampaknya memang dapat diinterprestasikan oleh berbagai kalangan sebagai bentuk pilihan pemerintah untuk mencoba melawan Virus Corona sambil berusaha hidup berdampingan denganya. Mirip dengan konsep herd immunity,” kata Berry kepada Suara.com, Rabu (27/5/2020).

Dia menjelaskan, kebijakan pemerintah serupa herd immunity tersebut sangat berisiko bagi keselamatan masyarakat dari ancaman Virus Corona. Ancamannya adalah akan banyak orang yang terinfeksi, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan orang yang memiliki penyakit penyerta.

“Namun risiko yang ada memang sangat besar, yaitu potensi kehilangan nyawa bagi orang-orang yang tidak kuat atau rawan terhadap virus ini,” katanya.

Untuk diketahui, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, Presiden Jokowi menekankan agar masyarakat siap dalam menghadapi era normal baru Virus Corona. Kehidupan era normal baru yakni berdamai dengan Covid-19.

“Bapak presiden juga menekankan pentingnya kita harus bersiap siaga untuk menghadapi era normal baru, kehidupan normal baru di mana kita akan berada di dalam situasi yang beda dengan normal sebelumnya. Yaitu kita menghadapi suasana di mana lingkungan kita harus sudah bersama-sama dengan Covid-19 ini,” ujar Muhadjir usia rapat terbatas bersama Presiden Jokowi melalui video conference, Senin (18/5/2020) pekan lalu. (*)

Continue Reading

NUSANTARA

Jokowi Ngarep Pandemi Corona Segera Berlalu Agar Bisa Melepas Rindu

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Presiden Joko Widodo alias Jokowi merayakan hari Raya Idul Fitri 1441 H di Istana Bogor, Jawa Barat. Ia tidak pulang ke kampung halamannya ke Solo Jawa Tengah lantaran masih pandemi Covid-19.

Apa yang dialami Jokowi dan keluarga juga dirasakan oleh mayoritas rakyat Indonesia.

Jokowi pun tidak melaksanakan griya atau open house seperti yang dia lakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Jokowi, pandemi Covid-19 membuat umat Islam tidak dapat mudik dan melaksanakan salat Idul Fitri di lapangan terbuka.

“Tak ada gelar griya (open house), mudik, atau salat Ied di lapangan pada hari Lebaran tahun ini. Memang ini berat, tapi kita alami dan hadapi bersama-sama,” kata Jokowi melalui akun media sosialnya, Minggu (24/5/2020).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap agar pandemo Corona bisa cepat berlalu.

“Semoga pandemi ini segera berlalu agar kita dapat bertemu dan saling melepas rindu,” imbuhnya.

Jokowi mengatakan, pandemi Covid-19 yang belum berakhir menuntut pengorbanan semua pihak untuk tidak mudik dan merayakan Lebaran bersama keluarga dan handai tolan di kampung halaman.

“Saya merasakan hal ini sangatlah berat, tapi keselamatan handai tolan dan sanak saudara tentu lebih penting dan harus menjadi prioritas kita semua. Kita tetap bersilaturahmi dan saling memberi maaf, meski tak bertemu secara fisik,” kata Jokowi.

“Dengan bersama-sama, bangsa Indonesia akan mampu melewati ujian berat ini,” tandas Jokowi.[psid]

Continue Reading

NUSANTARA

Jokowi Bingung, Sudah PSBB Tapi yang Positif Korona Makin Nambah

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, ada beberapa daerah yang memiliki penambahan terus menurus orang yang tertular virus Korona atau Covid-19. Padahal daerah tersebut sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Namun ada juga daerah yang penambahan kasusnya tidak mengalami perubahan seperti sebelum PSBB,” ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5).

Karena itu, Jokowi mendesak bawahannya untuk mencari tahu penyebab angka orang positif tertular virus Korona yang terus saja bertambah,‎ padahal sudah diberlakukan PSBB.

“Ini juga hal-hal seperti ini saya rasa perlu digarisbawagi. Ada apa, dan kenapa,” katanya.

Jokowi mengatakan ada daerah sejumlah daerah yang mengalami penurunankasus secara konsisten namun tidak drastis. Namun ada juga daerah yang penambahan kasusnya turun tapi tidak menentu jumlahnya. Sehingga hal ini juga perlu diperhatikan.

“Ada juga daerah yang penambahan kasusnya turun tapi belum juga konsisten dan masih fluktuatif,” ungkapnya. []

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: