Connect with us

INTERNASIONAL

Beredel tayangan Arsenal karena Mesut Ozil dukung Uighur, Beijing bisa ‘hadapi bumerang’

Published

on

ACEHTIMES.ID | Keputusan Beijing tidak menayangkan pertandingan Arsenal di televisi pemerintah China, terkait pernyataan pemain Arsenal Mesut Ozil tentang Muslim Uighur, adalah contoh terbaru metode yang sudah sering dipakai oleh China.

Tapi keputusan “memberedel” laga Arsenal bisa menjadi bumerang, kata editor Asia Pasifik BBC, Celia Hatton.

Di tahun 2010, sasarannya adalah Norwegia.

China memutus sejumlah hubungan dengan Oslo setelah komite Nobel Norwegia memberikan hadiah Perdamaian kepada penulis pembangkang China, Liu Xiaobo.

Impor salmon Norwegia ke China dihentikan, selain juga berbagai hal lainnya.

Tahun 2017, Korea Selatan membuat marah China karena menerapkan sistem radar peluru kendali yang Beijing pandang memungkinkan Seoul memata-matai wilayahnya.

Beijing membalas dengan menghentikan kunjungan kelompok wisata China ke Korea Selatan, sehingga jumlah wisatawan anjlok. Tetapi saat ini, Beijing bermain api, kata wartawan BBC.

Orang China pada umumnya tidak akan memperhatikan atau mengacuhkan keterbatasoan jenis salmon atau mereka tidak didorong untuk mengunjungi negara tertentu, tetapi mereka hampir dapatkan dipastikan akan langsung menyadari pertandingan sepak bola Liga Inggris yang sangat tidak muncul di televisi China.

China pernah juga memboikot pertandingan bola basket NBA karena seorang manajer klub dukung demonstrasi prodemokrasi di Hong Kong.

Namun, untuk kali ini, keputusan untuk tidak menayangkan laga Arsenal bisa berdampak negatif.

Apa penyebabnya?

Ozil, pemain tengah Arsenal yang seorang Muslim, menyatakan lewat media sosial bahwa Uighur adalah “pejuang yang menolak persekusi” dan mengecam baik China maupun warga Muslim yang berdiam diri.

TV pemerintah China, CCTV kemudian mencabut pertandingan Liga Primer Arsenal melawan Manchester City dari jadwal siaran.

Paguyuban penggemar Ozil di mesin pencari China, Baidu, telah dicabut oleh pendirinya dengan mengatakan, “Dibandingkan dengan kepentingan nasional, hobi pribadi apa pun tidaklah penting.”

Juru bicara kementerian luar negeri China, Beng Shuang mengatakan, pemain Arsenal, Mesut Ozil, telah “dibohongi berita palsu” terkait perlakuan Beijing terhadap Muslim Uighur.

Geng mengatakan pemain tengah Jerman berumur 31 tahun tersebut telah “dipengaruhi pernyataan tidak benar” dan mengundangnya untuk mengunjungi daerah otonomi Xinjiang dan “melihat dengan mata kepala” sendiri.

Arsenal tidak politis

Akun Ozil di situs media sosial Weibo yang memiliki empat juga pengikut masih tetap ada sampai hari Senin, tetapi tidak terdapat perbaruan informasi sejak tanggal 11 Desember.

Pada hari Sabtu, Arsenal mengambil jarak dari pandangan Ozil, dengan mengatakan “sebagai organisasi mereka selalu tidak melibatkan diri dengan masalah politik”.

Ozil diturunkan pada pertandingan di kandang sendiri melawan Manchester City pada hari Minggu. Arsenal kalah 0-3.

Dia marah ketika digantikan dan diejek pendukungnya sendiri saat keluar lapangan Emirates Stadium.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan sekitar satu juta orang – sebagian besar dari masyarakat Uighur Muslim – diduga ditahan tanpa diproses hukum di sejumlah kamp penjara dengan pengamanan ketat.

China selalu menyangkal telah memperlakukan Muslim Uighur dengan tidak patut, dengan mengatakan mereka sedang mengikuti pendidikan di “pusat pelatihan kejuruan” untuk mengatasi ekstremisme keagamaan dengan kekerasan. | BBC

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INTERNASIONAL

70 Orang Lagi di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Published

on

ACEHTIMES.ID | JEPANG– Sebanyak 70 orang lagi, yang berada di sebuah kapal pesiar yang dikarantina di Jepang, dinyatakan positif mengidap virus corona.

Dengan demikian, jumlah total orang tertular virus di kapal tersebut menjadi 355, kata Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato, Minggu.

Diamond Princess, milik Carnival Corp, telah dikarantina sejak berlabuh di Yokohama, di barat daya Tokyo, pada 3 Februari.

Kapal pesiar itu dikarantina setelah seorang pria, yang turun di Hong Kong sebelum pergi ke Jepang, didiagnosis mengidap virus tersebut.

Kapal yang membawa 3.700 penumpang dan awak itu menjadi tempat dengan jumlah tertinggi orang di luar China yang terinfeksi COVID-19. Mereka yang dinyatakan positif mengidap virus tersebut dipindahkan ke rumah-rumah sakit Jepang.

Tidak ada di antara orang di kapal itu yang meninggal karena virus.

Amerika Serikat, Kanada dan Hong Kong sedang mengirimkan pesawat ke Jepang untuk menjemput para warga mereka yang berada di Diamond Princess. | ANT 

Continue Reading

INTERNASIONAL

Kasus Virus Covid-19 Bertambah, Tiongkok Sulap Tempat Gym menjadi Tempat Medis

Published

on

ACEHTIMES.ID | CHINA– Dampak bertambahnya kasus wabah virus corona baru (Covid-19) di Tiongkok membuat otoritas kesehatan di Provinsi Hubei, Tiongkok menyulap fasilitas  gym dan fasilitas lainnya menjadi pusat medis sementara. 

Hal itu untuk menampung pasien dengan gejala ringan. Sedangkan pasien dengan gejala yang lebih serius dirawat di rumah sakit.

Dikutip nhk.co.jp, Minggu (16/02/2020), pejabat kesehatan di provinsi Hubei mengungkapkan sebanyak 1.957 pasien di provinsi tersebut dalam kondisi kritis. 

Sedangkan otoritas kesehatan di Tiongkok menyebut hingga Sabtu kemarin sebanyak 142 kematian terjadi akibat virus Covid-19. Dengan demikian, total korban tewas di Tiongkok menjadi 1.665 orang.

Selain itu, sebanyak 2.009 infeksi baru yang terdeteksi terjadi yang diketahui melalui diagnosis klinis. Sementara jumlah total orang yang terinfeksi di Tiongkok meningkat menjadi 68.500 orang | RRI 

Continue Reading

INTERNASIONAL

Virus Corona Bikin Kredit Macet Bank China Bakal Meledak

Published

on

ACEHTIMES.ID | CHINA– Lagi-lagi wabah virus corona membuat perekonomian China mengalami masalah. Mengantisipasi hal tersebut Bank Sentral China, People’s Bank of China, membuat kebijakan memberikan kelonggaran kepada debitur karena adanya potensi kredit macet terhadap perusahaan-perusahaan di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Hal ini mereka lakukan sebagai bagian dari upaya untuk mendukung perusahaan-perusahaan yang terkena dan terhalang produksinya akibat virus corona.

“Kami akan mendukung perusahaan-perusahaan yang memenuhi syarat sehingga mereka dapat melanjutkan pekerjaan dan produksi sesegera mungkin, membantu menjaga operasi ekonomi yang stabil dan meminimalkan dampak epidemi,” kata Wakil gubernur bank sentral China, Fan Yifei, dilansir dari Reuters.

Fan menambahkan bahwa masalahnya ini akan dapat dikelola sebab China memiliki rasio pinjaman buruk yang relatif rendah.

Liang Tao, wakil ketua Komisi Pengaturan Perbankan dan Asuransi China, mengatakan kepada pengarahan yang sama bahwa pinjaman untuk proyek investasi utama akan dipercepat.

Secara terpisah, Xuan Changneng, wakil kepala regulator valuta asing negara itu mengatakan bahwa China diperkirakan akan mempertahankan surplus neraca berjalan yang kecil dan menjaga keseimbangan dasar dalam pembayaran internasional.

Penyebaran virus corona atau COVID-19 kian bertambah dari waktu ke waktu. Data Johns Hopkins CSSE mencatat pagi ini, Sabtu (15/2/2020), jumlah orang yang terjangkit penyebaran virus corona menjadi 66.920 kasus. Dari jumlah ini tercatat sebanyak 1.523 orang meninggal dunia.

Namun, kabar baiknya, yang berhasil sembuh dari virus ini sebanyak 8.059 jiwa. Adapun mayoritas yang terjangkit virus ini berasal dari China yakni sebanyak 66.325 orang, dengan jumlah korban tewas di China 1.457 orang, dan 4.774 yang berhasil sembuh khusus di China daratan ini.

Selanjutnya ada dari Singapura yang terjangkit sebanyak 67 orang, Hong Kong 56 orang, Thailand 33 orang, Jepang 29 orang dan Korea Selatan 28 orang. Kemudian, Malaysia 19 orang, Taiwan 18 orang, Jerman 16 orang, Vietnam 16, Australia 15, AS 15 orang, Francis 11 orang, Macau 10 orang, Inggris 9 orang, UAE 8 orang, Kanada 7 orang, Italia 3 orang, India 3 orang, Rusia 2 orang, Spanyol 2 orang. | CNBC 

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: