Connect with us

POLITIK

DPR Aceh Tetap 56 Raqan Program Legislasi 2019-2024

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH – Badan Legislasi DPR Aceh menetapkan 56 rancangan qanun atau raqan yang masuk program legislasi lembaga legislatif tersebut periode 2019-2024

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Aceh Bardan Sahidi di Banda Aceh, Kamis, mengatakan dari 56 rancangan qanun tersebut, 37 diantaranya merupakan rancangan qanun program legislasi DPR Aceh periode 2014-2019.

“Sedangkan 18 lainnya merupakan rancangan qanun usulan Pemerintah Aceh. Ke-18 rancangan qanun tersebut diusulkan masuk prioritas pembahasan pada masa persidangan 2020,” kata Bardan Sahidi.

Bardan Sahidi menegaskan kendati ada 18 usulan rancangan qanun prioritas 2020, Badan Legislasi DPR Aceh lebih mengutamakan rancangan qanun sisa program legislasi periode sebelumnya.

“Ada beberapa rancangan qanun program legislasi periode sebelumnya tidak selesai karena terkendala waktu, ini yang kami prioritas. Kami yakin dengan semangat rekan-rekan anggota Badan Legislasi, semua rancangan qanun tersebut bisa diselesaikan,” kata Bardan Sahidi.

Adapun rancangan qanun yang masuk program legislasi DPR Aceh 2019-2024 yakni raqan hukum acara ahwal al syakhsiyah dan muamalah, raqan tata cara pelibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan Aceh.

Kemudian, raqan pertanahan, raqan program dan isi siaran lembaga penyiaran, raqan pembangunan dan pengelolaan pelabuhan dan bandar udara, raqan majelis pendidikan, raqan kebudayaan dan kesenian.

Raqan pengelolaan dan pelestarian cagar budaya dan benda bersejarah, raqan bahasa Aceh, raqan perubahan atas Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2012 tentang pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota.

Berikutnya, raqan pembagian kewenangan antara Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten dan kota. Raqan perubahan Qanun Aceh Nomor 15 Tahun 2013 tentang pengelolaan pertambangan mineral dan batubara.

Raqan perubahan Qanun Nomor 9 Tahun 2012 tentang rencana pembangunan jangka panjang Aceh 2012-2032. Raqan Qanun Aceh Nomor 19 Tahun 2013 tentang rencana tata ruang wilayah Aceh 2018-2033.

Serta raqan busana Islami, raqan penyelenggaraan perjalanan haji, raqan batu mulia, raqan kawasan tanpa rokok, raqan pekan kebudayaan Aceh, raqan pendidikan kebencanaan, raqan perlindungan petani, dan lainnya. | ANT

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLITIK

Kepuasan Publik Rendah, Ma’ruf Amin Dinilai Kurang Tampil Dibanding Menteri

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partanoan Daulay menilai hal wajar tingkat kepuasan publik terhadap Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin versi survei nasional Indobarometer mendapat angka 49,6 persen. Menurut dia, angka itu wajar karena Ma’ruf Amin jarang tampil dibandingkan para menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi)

“Kalau mau jujur, Ma’ruf Amin bisa jadi lebih jarang muncul dibandingkan dengan beberapa menteri yang ada. Katakanlah, misalnya, seperti menteri BUMN, menteri PUPR, Pertanian, perhubungan, dan lain-lain. Mungkin karena memang Ma’ruf tidak terlibat langsung dalam eksekusi program-program yang ada,” ujar Saleh dalam keterangannya, Senin (17/2).

Saleh menduga, hal itu memang sudah pembagian tugas Ma’ruf dengan Jokowi. Ketua Umum MUI itu belum kelihatan peran strategis di pemerintahan.

“Mungkin sudah bagi tugas dengan presiden. Saya dengar, salah satu tugas wakil presiden adalah fokus dalam bidang program deradikalisasi. Kalau itu, tentu porsinya sangat sedikit,” kata Saleh.

Anggota Komisi IX DPR, ini menambahkan, Ma’ruf tak terlihat banyak tampil pada acara seremonial di daerah-daerah. Dia kebanyakan tampil untuk acara keagamaan.

“Kalau yang sifatnya seremonial dalam bidang pembangunan fisik dan infrastruktur, keikutsertaannya masih tergolong sedikit,” kata Saleh.1 dari 1 halaman

Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Maruf Amin Tak Sampai 50%

Survei Indobarometer menunjukkan tingkat kepuasan publik kepada 100 hari Presiden Joko Widodo tinggi. Tingkat kepuasan ini bahkan melampaui tingkat kepuasan 100 hari Jokowi pada periode pertama.

Pada survei teranyar Indobarometer, tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi sebesar 70,1 persen yang terbagi 12,3 persen sangat puas dan 57,8 cukup puas.

Yang menyatakan tidak puas 27,4 persen dengan pembagian 25,1 persen kurang puas dan 2,3 persen tidak puas. Sementara responden yang menyatakan tidak tahu sebanyak 2,6 persen.

Tingkat kepuasan itu lebih besar dibandingkan lima tahun lalu. Pada survei nasional Indobarometer 2015, tingkat kepuasan kepada Jokowi 57,5 persen. Sedangkan yang tak puas sebesar 37,5 persen.

Sementara publik terlihat tak terlalu puas dengan tingkat kepuasan wapres yang hanya sebesar 49,6 persen, yang dibagi 5,9 persen sangat puas, 43,7 persen cukup puas. Dalam survei yang menyatakan tidak puas mencapai 37,5 persen dengan pembagian 32,7 persen kurang puas dan 4,8 persen tidak puas. Tidak tahu 12,9 persen.

Kepuasan kinerja Wapres Ma’ruf Amin ini lebih rendah dibandingkan Jusuf Kalla. Pada 100 hari Jusuf Kalla, tingkat kepuasan 53,3 persen dan tidak puas 38,8 persen.

Namun, kinerja menteri 100 hari lebih tinggi dibandingkan Wapres Ma’ruf. Tingkat kepuasan menteri Kabinet Indonesia Maju sebesar 54,4 persen dan tidak puas 28,1 persen.

“Kepuasan menteri, di atas kepuasan Wapres Ma’ruf Amin,” kata Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari dalam rilis survei di kawasan Senayan, Jakart Minggu (16/2). | Merdeka

Continue Reading

POLITIK

Sekjen Gerinda: Calon Kepala Daerah di Sumbar Harus Benar-benar Orang Terbaik

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, bahwa partainya akan memilih sosok yang terbaik untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Barat (Sumbar).

“Kita harus mencalonkan orang-orang terbaik di Sumatera Barat. Tidak boleh sembarangan untuk mencalonkan, karena masyarakat di sini adalah masyarakat agamais dan kritis,” kata Muzani dalam pesan singkatnya di Jakarta, Minggu (16/2).

Muzani pun mengingatkan bahwa calon kepala daerah yang dicalonkan di Sumbar adalah calon kepala daerah yang mampu mensenjahterakan rakyat miskin.

”Kepala daerah itu tugasnya adalah hanya untuk mengurusi orang miskin. Kalau orang kaya dan berduit, bisa mengurus diri sendiri,” kata Muzani.

Karena itu, menurut dia, kemampuan membuat rakyat miskin menjadi sehat, pintar dan kaya adalah yang paling penting.

Muzani mengibaratkan Sumatera Barat sebagai halaman depan Partai Gerindra. Karena Sumbar menjadi salah satu daerah pemilihan yang menyelamatkan muka Gerindra dalam Pileg maupun Pilpres 2019 lalu.

Wakil Ketua MPR ini ingin partai Gerindra di Sumbar mampu menjadikan rakyat teman di kala senang dan susah agar semua kepercayaan besar masyarakat ranah Minang pada partai Gerindra tidak sia-sia.

”Partai Gerindra menguasai 11 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. Dulu hanya dua kursi di DPR-RI, sekarang ada tiga. Sumatera Barat salah satu yang menyelamatkan muka Gerindra. Ini tak bisa disia-siakan. Senang dan susah bersama rakyat, tak ada alasan untuk meninggalkan dan menjauhkan masyarakat,” kata Muzani. | TS 

Continue Reading

POLITIK

Jokowi Akan Hadir Di Bireun Diacara Kenduri Kebangsaan

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Presiden Joko Widodo akan menghadiri acara Kenduri Kebangsaan yang digelar oleh Yayasan Sukma dan Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh di Sekolah Sukma Bangsa, Bireun, Aceh, pada Sabtu, 22 Februari 2020.

Steering Committee Kenduri Kebangsaan, Teuku Taufiqulhadi dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, mengatakan, acara Kenduri Kebangsaan akan dihadiri oleh Presiden Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju.

Menurut dia, ada tiga tujuan utama kegiatan ini. Pertama, membangun kembali semangat ke-Acehan. keislaman dan ke-Indonesiaan.

“Kedua, ingin mempersatukan seluruh elemen masyarakat Aceh,” kata Taufiqulhadi.

Ketiga, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait ke-Acehan sebagai suatu warna dan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dikembangkan.

Ketua Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh, M Nasir Djamil menjelaskan, selama ini salah satu kegiatan masyarakat yang paling menonjol di Aceh adalah Kenduri. Kenduri di Aceh biasanya melibatkan seluruh strata sosial.

“Ini adalah bagian konsolidasi kebangsaan dan sekaligus mengingatkan masyarakat Aceh terkait pentingnya persatuan. Ini tidak terlepas dari peran tokoh Aceh, Surya Paloh. Mudah-mudahan Kenduri Kebangsaan bisa merekat nilai-nilai persatuan,” kata Nasir Djamil.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Sukma, Ahmad Baedowi menambahkan, acara Kenduri Kebangsaan sengaja mengambil tempat di Bireun, Aceh mengingat Bireun pernah menjadi ibu kota pemerintahan RI pada saat kondisi darurat pascakemerdekaan.

“WaIaupun hanya dua hari saja atau 48 jam,” katanya.

Alasan lainnya, Bireun merupakan kota pendidikan tertua di Aceh.

“Sekolah Sukma Bangsa (SSB) juga menempatkan Bireun sebagai tempat pertama pembangunan sekolah. Saat ini SSB memiliki tiga sekolah, yakni di Bireun, Pidie, dan Lhokseumawe,” kata Baedowi.

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: