Connect with us

HABA VIRUS CORONA

Hasil Swab, Enam Warga Bener Meriah Positif Corona Empat Diantaranya Tenaga Medis

Published

on

ACEHTIMES.ID | BENER MERIAH – Enam warga di Kabupaten Bener Meriah dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil swab Balitbangkes Aceh, Selasa.

Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bener Meriah Wahidi mengatakan keenam orang tersebut merupakan bagian dari 58 orang yang sebelumnya menjalani pemeriksaan swab karena pernah kontak langsung dengan dua pasien COVID-19 yakni BS dan YH yang dinyatakan positif COVID-19 pada Jumat (24/7).

“Hari ini sebanyak 27 orang sudah keluar hasil swabnya dan enam orang dinyatakan positif. Sisanya 31 orang belum keluar hasil swabnya,” kata Wahidi di Redelong, Selasa.

Dari keenam orang yang dinyatakan positif COVID-19 tersebut kata Wahidi empat diantaranya merupakan tenaga medis, sedangkan dua lainnya adalah pihak keluarga pasien.


Menurutnya pasca ditetapkan BS dan YH positif terpapar COVID-19 pada Jumat lalu sebanyak 47 tenaga medis di RSUD Munyang Kute Bener Meriah diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan swab.

Sedangkan warga yang diketahui pernah kontak langsung dengan dua pasien tersebut adalah sebanyak 11 orang, sehingga total yang diharuskan menjalani pemeriksaan swab sebanyak 58 orang.

“Yang terkonfirmasi positif hari ini yaitu  SA, TI, MR, JI, HN, dan MI,” sebut Wahidi. | Ant

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HABA VIRUS CORONA

Di Nagan Raya, 20 Orang Ditemukan Reaktif COVID-19

Published

on

ACEHTIMES.ID | NAGAN RAYA – Sebanyak 20 orang warga di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh reaktif COVID-19 berdasarkan hasil tes cepat yang dilakukan Tim Satgas Gugus Penanggulangan COVID-19 kabupaten setempat.

“Dari lebih kurang 100 orang yang dilakukan rapid tes, saat ini yang positif rapid test di Nagan Raya sebanyak 20 orang,” kata Koordinator Dokter Satgas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Nagan Raya, Dr Edi Hidayat SPPD, Senin di Suka Makmue.

Menurutnya, hasil tersebut diperoleh setelah tim satgas setempat melakukan tracking kepada sejumlah warga, pasca seorang jenazah positif COVID-19 berinisial P (63), warga sebuah desa di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya meninggal dunia yang dikebumikan secara normal.

Jenazah P dikebumikan secara normal karena hasil swabnya terbit setelah sehari korban dimakamkan oleh warga di desanya. | Ant

Continue Reading

HABA VIRUS CORONA

IDI Sebut Aceh sudah Terjadi Transmisi Lokal Corona, Warga Dihimbau Pembatasan Sosial

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Aceh menilai Pemerintah Aceh harus melakukan pembatasan sosial kembali seiring peningkatan secara drastis kasus COVID-19 di daerah itu yang dominan melalui penularan transmisi lokal.

Ketua IDI Aceh dr Safrizal Rahman, Kamis, di Banda Aceh memprediksikan tingkat penularan kasus COVID-19 di “Tanah Rencong” itu akan terus bertambah, sehingga sudah seharusnya pemerintah untuk kembali melakukan pembatasan sosial seperti awal terdeteksi kasus.

“Pembatasan seperti di awal dulu lah, enggak boleh berjualan lebih dari jam sekian, aktivitas di masyarakat dikurangi, waktu belanja dikurangi, supaya orang enggak banyak bergerak dulu, sambil melakukan ‘test’, ‘tracing’, dan ‘treatment’ atau 3T,” katanya.

Safrizal menyebutkan wilayah Aceh sudah terjadi transmisi lokal, sehingga banyak muncul klaster-klaster penularan COVID-19.

Maka dalam kondisi ini hanya tiga hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah yakni tes, penelusuran (tracing), dan pengobatan (treatment).

Ia menjelaskan, pemerintah harus melakukan tes COVID-19 sebanyak-banyaknya terhadap warga, kemudian menelusuri terhadap kontak jarak dekat warga dengan pasien, hingga kemudian dilakukan pengobatan.

“Dan kita di Aceh ini makin banyak kita dapatkan kasus harusnya kita makin tenang, enggak usah gelisah, karena makin banyak yang diperiksa. Kalau pun kita banyak kasus di awal tapi nantinya stabil, akan berkurang, karena sudah kita dapat kasus-kasus yang ada berkeliaran selama ini,” ujarnya.

Menurut dia yang paling penting ialah ketika mendapatkan klaster baru COVID-19 maka harus ditelusuri dengan benar, kemudian setiap wilayah diisolasi sementara hingga hasil pemeriksaan uji sampel usap (swab) keluar dan dinyatakan negatif, baru dapat beraktivitas kembali.

“Kalau kita lihat instruksi dari Presiden, bahkan katanya yang paling bagus itu pembatasan di tingkat desa, RT, RW begitu cara paling efektif menghalangi laju pertumbuhan COVID-19 ini,” demikian Safrizal Rahman. | Ant

Continue Reading

HABA VIRUS CORONA

Seorang Dosen Pertanian di Unsyiah Positif Corona

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH – Seorang dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh terkonfirmasi positif COVID-19.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Unsyiah dr Safrizal Rahman, Senin, membenarkan informasi terkait salah seorang dosen di kampus Jantoeng Hatee Rakyat Aceh itu terinfeksi virus corona. Pasien ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah.

“Iya ada (dosen positif COVID-19), sama seperti masyarakat biasa lah. Enggak ada riwayat (perjalanan)nya, transmisi lokal,” kata Safrizal di Banda Aceh.

Pasien COVID-19 perdana di Unsyiah itu perempuan berinisial EM, dosen Fakultas Pertanian. Pasien ini terkonfirmasi positif terpapar berdasarkan hasil uji sampel usap (swab) dari Balai Litbangkes Aceh.

Menurut Safrizal, EM memiliki gejala yang menyerupai pasien terpapar COVID-19, sehingga dia berinisiatif untuk melalukan tes cepat (rapid test) dan kemudian berlanjut ke uji sampel usap PCR, sehingga hasilnya positif.

“Kita melakukan tracing, tapi belum kita dapatkan hasilnya,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal mengatakan EM merupakan dosen tetap di Fakultas Pertanian. Dosen ini terkonfirmasi positif COVID-19 pada Minggu (12/7) kemarin.

Menurut Prof Samsul, sejak 14 hari lalu sebelum dinyatakan positif terinfeksi virus corona, EM memang sudah tidak beraktivitas di kampus.

Kendati demikian, pihaknya juga tetap melakukan penyemprotan cairan desinfektan sebagai salah satu upaya antisipasi.

“Terkonfirmasi kemarin, dan memang (dosen) yang ini udah lama enggak ke Unsyiah, sudah 14 hari terakhir. Aktivitas di kampus Pertanian enggak masalah, tapi tetap didisinfektan biar orang lain lebih percaya diri,” katanya.

Secara kumulatif Aceh melaporkan 107 kasus COVID-19, seiring terjadinya penambahan satu kasus pada Senin (13/7). 

Untuk saat ini, dari 107 kasus di Aceh, di antaranya 65 orang telah sembuh, empat orang meninggal, dan 38 orang sedang dalam penanganan medis. | antara

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: