Connect with us

HUKUM DAN KRIMINAL

Kasus Pencurian Kambing “Dilempar” Ke Polsek Teluk Dalam Simeulue

Published

on

ACEHTIMES.ID | SIMEULUE – “Kasusnya sudah di serahkan ke Polsek Teluk Dalam,” demikian jawab Kapolsek Simeulue Timur Iptu D. Aritonang yang dihubungi acehtimes.id soal kasus Maling Kambing yang juga menambah heboh Simeulue beberapa hari lalu.

PAUR Humas Bripka Efriadi Saputra, Rabu(12/2) mengkonfirmasi salah satu pelaku telah berhasil dibekuk Bhabinkamtibmas bersama Babinsa Desa Busung.

Berinisial DFD(23) berstatus Pelajar, warga Desa Matanurung Kecamatan Teupah Tengah, Kabupaten Simeulue pada Senin pagi (10/02): Sekitar pukul 01.00 Wib.

Katanya penangkapan tersangka berawal dari laporan informasi masyarakat kepada Anggota Babinsa bersama Bhabinkamtibmas desa setempat.

Kemudian diuraikan Kanit Reskrim Polsek Bripka T.Rahmad Hidayat, seorang saksi berinisial JL(35), warga Desa Busung Kecamatan Teupah Tengah, menghubungi Babinsa Serda Supriana melalui Hanphone melaporkan ada beberapa pemuda yang mencurigakan salah satunya berinisial DNL warga Desa Suka Jaya telah menitipkan sebanyak 11 ekor Kambing kepada saksi JL warga desa Busun.

Lalu katanya Kambing tersebut dijelaskan pada saksi itu dari kegiatan Pengadaan Kambing dari dana Aspirasi Dewan, ungkap Tersangka DNL kepada saksi JL.

Lantas setelah mendengarkan laporan dari Saksi JL melalui Hp, anggota Babinsa serda Supriana langsung menghubungi Petugas Bhabinkamtibmas setempat Brigadir Bukhari dan menjelaskan tentang apa yang sudah dilaporkan oleh Saksi JL kepadanya.
Brigadir Bukhari instingnya berkata lain, langsung menuju ke rumah anggota Bhabinsa Serda Supriana yang sedang menjumpai Saksi JL.

Saksi JL mengatakan, sekira Pukul 12 .00 Wib tadi siang ada warga dari Kecamatan Teluk Dalam yang katanya mau datang ke rumah saksi JL untuk mengecek kambing mereka yang hilang dan untuk memastikan kambing itu apa benar milik mereka.

Pada hari Senin Pagi sekitar pukul 01.00 Wib, beberapa Warga dari kecamatan Teluk Dalam tiba ke rumah Saksi JL dan mengajak Babinsa, Bhabinkamtibmas untuk melihat kambing tersebut dibelakang Rumah Saksi JL.

Tidak lama kemudian tiba-tiba lewat salah satu pemuda berinisial tsk DFD (23), pelajar/mahasiswa, warga Desa Matanurung Kecamatan Teupah Tengah, Kabupaten Simeulue, dengan mengunakan sepeda motor melewati rumah saksi JL dengan tujuan memantau situasi dan mastikan aman tempat dititipnya Kambing tersebut.

Kemudian saksi JL melihatnya langsung dan menunjuk bahwa itu si DFD yang juga terlibat ikut titip Kambing.

Dengan cekatan Babinsa bersama Bhabinkamtibmas setempat mengejar DFD, dan berhasil diamankan di simpang Matanurung.

Selanjutnya tsk DFD beserta barang bukti sebanyak 11 ekor Kambing dibawa ke Polsek Simeulue Timur untuk diamankan sementara.

Kasus ini menurut Humas Polres Simeulue sudah di ditangani Oleh Kanit Reskrim Polsek Teluk Dalam guna penyidikan lebih lanjut karena lokusnya di Polsek Teluk Dalam.

Sementara disisi lain info yang berkembang DFD melainkan ada beberapa pelaku lain bersama dia. Tapi hingga berita dikirim belum tahu apakah buron atau sudah tertangkap. Crm | AT – AULIA

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKUM DAN KRIMINAL

Penyelundupan 1 Ton Ganja Aceh Digagalkan di Cipayung

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggagalkan penyelundupan ganja dengan perkiraan berat sekitar 1 ton di area pul truk, Cipayung, Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa siang.

“Berat bruto barang bukti kurang lebih 1 ton, berat bersih belum dapat dihitung,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol. Arman Depari dalam keterangannya di Jakarta.

Dalam penggerebekan turut diamankan enam orang yang diduga terlibat dalam perdagangan gelap narkoba tersebut.

Menurut Arman, ratusan kilogram ganja itu dibawa dari Aceh melintasi Medan, Lampung, dan Jakarta dengan truk melalui jalur darat.

Ganja-ganja tersebut, kata dia, dibagi dalam 500 bungkus dan dikemas di dalam plastik, lalu disamarkan menggunakan lapisan serbuk dengan bau menyengat untuk mengelabui penciuman anjing pelacak.

“Ganja dikemas dalam plastik dan dikamuflase dengan lapisan serbuk yang berbau tajam untuk menghindari pemeriksaan petugas jika menggunakan anjing pelacak (K9),” katanya.

Berdasarkan penjelasan Arman, barang haram tersebut akan dibawa menuju kawasan Parung, Bogor, kemudian didistribusikan kepada pemesan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Arman mengatakan bahwa saat ini para tersangka dan barang bukti masih berada di tempat kejadian perkara. Selanjutnya, dibawa ke Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur. | Ant 

Continue Reading

HUKUM DAN KRIMINAL

Buat Dokumen Palsu untuk Kepentingan Pilkada, Pelaku Raup Omzet hingga Miliaran Rupiah

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAWA TIMUR–  AS (44), warga Blitar, Jawa Timur, ditangkap polisi karena terbukti membuat dokumen kependudukan palsu. Dokumen yang dipalsukan tersebut beragam, seperti kartu tanda penduduk (KTP), akta kelahiran, dan paspor. 

Praktik pembuatan dokumen kependudukan palsu tersebut diakui pelaku sudah dilakukan sejak 7 bulan terakhir. Satu paket dokumen palsu tersebut dibanderol dengan harga Rp 2 juta. Dengan jasa yang ditawarkan tersebut, pelaku mengaku dapat meraup omzet hingga miliaran rupiah dalam sebulan.

 “Dalam sebulan, pelaku bisa memperoleh peghasilan sekitar Rp 1 miliar dari pekerjaannya,” kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan di Polda Jatim, Senin, (17/2/2020). 

Dari pemeriksaan polisi, dokumen yang dipalsukan tersebut salah satunya akan digunakan untuk kepentingan pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan kepala desa (pilkades).

 “Selain untuk keperluan lain, pemesan kata pelaku juga memanfaatkan dokumen palsu untuk kepentingan pilkada atau pilkades,” kata dia. 

Sementara itu, AS seperti dilansir Tribunnews.com mengaku membuat dokumen palsu tersebut hanya berdasarkan pesanan. Adapun yang memanfaatkan jasanya selama ini berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku. 

“Pertama ada yang pesan dan saya berinisiatif membuat. Saya buat, surat perekaman, akta kelahiran, KK, KTP,” ujarnya. | Kompas 

Continue Reading

HUKUM DAN KRIMINAL

Aksi Petugas Kejar Bos Narkoba di Sumut, Diwarnai Tembakan dan Tabrakan

Published

on

ACEHTIMES.ID | MEDAN Tim Badan Narkotika Nasional bekerja sama dengan Bea dan Cukai Aceh dan Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan 33 kg sabu-sabu dan 2.000 butir pil ekstasi yang masuk ke dua daerah tersebut.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari menyebutkan dalam operasi di Idi Rayeuk, Aceh Timur, tim mengamankan lima tersangka yang menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.

Ia mengatakan, jumlah barang bukti yang berhasil disita BNN dan Bea dan Cukai Aceh beserta Bea dan Cukai Sumut seberat 18,9 kg narkotika jenis sabu.

Pada saat bersamaan, juga ditangkap empat orang yang membawa sabu dari Malaysia tujuan Teluk Nibung, Tanjung Balai, dan Asahan, Provinsi Sumut.

“Tim BNN melakukan penangkapan tersangka AR yang membawa narkoba dengan menggunakan sepeda motor dibungkus karung goni berisi 15 kg sabu dan 2.000 butir pil ekstasi,” ujar Arman, Minggu (6/2) malam.

Arman menjelaskan, atas keterangan AR bahwa pemilik dan pengendali narkoba itu adalah AFL penduduk Kisaran, Asahan. Ketika Tim BNN berusaha menangkap AFL berupaya melarikan diri menggunakan mobil dan melawan dengan menabrak petugas, sehingga terjadi pengejaran.

“Petugas BNN memberikan tembakan, akhirnya mobil dapat dihentikan,” ucap jenderal bintang dua itu.

Ia mengatakan, pengemudi AFL luka di bagian kepala akibat benturan, dan istri AFL, YUN yang juga berada di dalam mobil mengalami luka tembak pada bagian punggung.

Selanjutnya AFL dan istrinya YUN dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan.

Namun pada Minggu (16/2) AFL meninggal dunia di RS Bhayangkara. BNN bersama petugas Bea dan Cukai Aceh melakukan dua operasi secara bersamaan, yakni Kamis-Sabtu (14-16/2/2020)

“Saat ini seluruh tersangka dan barang bukti yang diamankan di kantor BNN Provinsi Sumut, dan akan dibawa ke Jakarta melalui Bandara Kualanamu Kabupaten Deli Serdang, Senin (17/2),” katanya. | Merdeka

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: