Connect with us

POLITIK

Kebijakan Jokowi Dikritik JK Dan Said Aqil, Saiful Anam: Ibarat Kapal, Tinggal Tunggu Waktunya Tenggelam

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Kritik keras kepada pemerintah terhadap kebijakan yang membingungkan dinilai sebagai ungkapan jujur yang disampaikan Ketum PBNU, Said Aqil Siradj.

Said Aqil benar, ia kan selama ini bagian dari tokoh NU yang mendukung Jokowi-Maruf sedari awal. Tapi soal penanganan Covid-19, ia berkata jujur apa adanya,” ucap pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/5).

Saiful meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mendengar kritikan orang-orang terdekatnya yang sudah mulai gerah dengan kebijakan yang berubah-ubah sehingga terkesan tidak tegas.

Saya kira ini menjadi cambuk bagi Jokowi yang tidak tegas atas kebijakan yang diambilnya, dan mendapat sorotan tajam dari tokoh seperti Said Aqil dan JK,” urai Saiful.

“Ibarat kapal ini tinggal menunggu waktu kapan akan tenggelam, mengingat penumpangnya sudah pada teriak atas gaya-gaya nakhoda yang makin tidak jelas arahnya,” pungkasnya.(rmol)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLITIK

Nasir Djamil Kritik Keras Mahfudh MD, Kenapa ?

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Membandingkan antara angka kematian kecelakaan lalu lintas dengan kematian akibat Covid-19 tak sepatutnya disampaikan Mahfud MD yang berstatus menteri Presiden Joko Widodo.

Membangun semangat menghadapi pandemik mungkin bisa kita dengarkan, tapi membandingkan antara satu kematian dengan kematian lainnya itu menunjukkan seolah-olah pemerintah tidak tanggung jawab dengan kematian itu. Jadi, menganggap remeh menganggap enteng seolah-olah itu hal biasa,” kata anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Muhammad Nasir Djamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (27/5).

Nasir sepakat dengan pernyataan Mahfud jika masyarakat perlu dimotivasi agar mampu melawan Covid-19. Namun cara pembandingan angka kematian sangat disayangkan.

“Saya sependapat sebetulnya, saya bisa memahami. Tapi kalau kemudian Mahfud membandingkan soal itu, tidak pantas sebenarnya. Harusnya bisa dicari perumpamaan lain, atau perbandingan lain. Jangan kematian gitu loh,” imbuhnya.

Dari kacamata Nasir Djamil, saat ini masyarakat Indonesia sudah mulai pasrah dengan keadaan dan tidak takut mati akibat kondisi apa pun. Sehingga, penempatan pernyataan Mahfud MD tersebut dirasa kurang tepat.

“Enggak ada takut-takutnya orang Indonesia mah, mana ada takut mati. Pasrah aja mereka melihat situasi ini. Pemerintah kita tidak mampu, ya sudah pasrah aja mereka,” tutupnya. (Rmol)

Continue Reading

POLITIK

Djoko Edhi Abdurrahman: Sepertiga Anggota DPR Keturunan PKI

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Diperkirakan ada banyak keturunan dari simpatisan maupun anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berhasil menjadi anggota DPR RI. Tak tanggung-tanggung, jumlah mereka mencapai ratusan orang.

Penergasan itu sebagaimana disampaikan mantan Anggota DPR RI, Djoko Edhi Abdurrahman. Dia mengaku mendapat informasi bahwa sedikitnya ada 186 politisi Senayan yang merupakan keturunan dari simpatisan atau anggota PKI.

“Saya dengar isunya ada sekitar 186 anggota DPR itu (keturunan) PKI. Jumlah anggota DPR keturunan PKI,” ungkapnya dalam diskusi bertajuk ‘Membedah Agenda Politik Komunisme dan Khilafah di Pilpres 2019′ di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10).

Kondisi tersebut, menurutnya, bukan sesuatu yang mengejutkan. Pasalnya, konstitusi negara ini tidak melarang keturunan PKI untuk terjun di dunia politik.

“Di UU kita keturunan PKI itu boleh. Jumlah anggota DPR kira-kira ada 560 orang. Jadi kira-kira sepertiga di DPR itu keturunan PKI,” demikian politisi senior ini. | RMOL 

Continue Reading

POLITIK

Banyak Menteri Miskin Prestasi, Isu Reshuffle Bikin Pembantu Jokowi Susah Tidur

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang mencuat di tengah pandemik virus corona baru (Covid-19) mau tidak mau membuat para pembantu presiden was-was.

Isu reshuffle membuat para menteri tidak bisa tidur,” kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin saar dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (27/5).

Ujang menjelaskan, diganti atau tidaknya menteri merupakan hal prerogatif presiden. Kendati begitu, dirinya mengingatkan bahwa rakyat memiliki penilaian sendiri terhadap kinerja para menteri.

Menurutnya banyak menteri Jokowi yang miskin kinerja dan tidak berprestasi. Apalagi di tengah pandemik seperti sekarang ini, tidak sedikit menteri yang membuat aturan tumpang tindih.

“Itu menandakan menteri-menteri itu tak profesional dan tak mampu mengatasi persoalannya. Semua kembali ke Jokowi karena dia user-nya,” tandas Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini. (Rmol)

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: