Connect with us

INTERNASIONAL

Mengaku Nabi, Pria Pakistan Ditembak Mati di Ruang Sidang

Published

on

ACEHTIMES.ID | PAKISTAN – Seorang pria ditembak mati di ruang sidang kota Peshawar, Pakistan lantaran dituduh melakukan penistaan agama. Pria tersebut diadili karena mengaku sebagai seorang nabi.

Pejabat polisi Ijaz Ahmed mengatakan, pelaku penistaan agama bernama Tahir Ahmad Naseem ditembak hingga enam kali selama persidangan dalam kasusnya, di pengadilan distrik pada Rabu, 29 Juli 2020, waktu setempat.

“Pelaku penembakan telah bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut dan mengatakan dia sengaja membunuh Naseem karena telah melakukan penistaan. Tersangka telah ditangkap di tempat kejadian,” kata Ahmed, dilansir Al Jazeera, Kamis, 30 Juli 2020.

Naseem telah berada dalam tahanan polisi sejak 2018, ketika dituduh melakukan penistaan agama dengan mengaku sebagai seorang nabi. Di Pakistan, kejahatan seperti itu diatur oleh undang-undang ketat dan pelaku dapat diganjar dengan hukuman mati untuk pelanggaran tertentu.

Naseem dituduh melanggar pasal 295-A, 295-B dan 295-C dari hukum pidana Pakistan, yang berurusan dengan penistaan terhadap agama Islam. Dia dituduh antara lain mencemarkan nama suci Nabi Muhammad.


Berdasarkan data, pembunuhan di luar hukum dan kekerasan karena penistaan agama semakin umum dalam beberapa tahun terakhir di Pakistan. Sejak tahun 1990, setidaknya 77 orang telah tewas sehubungan dengan tuduhan tersebut.

Mereka yang terbunuh termasuk orang-orang yang dituduh melakukan penistaan agama, anggota keluarga mereka, bahkan pengacara serta hakim yang telah membebaskan orang-orang yang dituduh melakukan penistaan agama.[viva]

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INTERNASIONAL

Majalah Turki Serukan Pendirian Kekhalifahan Islam Setelah Hagia Sophia Jadi Masjid

Published

on

ACEHTIMES.ID | TURKI – Sebuah majalah Turki kemarin menyerukan pendirian Kekhalifahan Islam setelah bangunan bersejarah Hagia Sophia diubah fungsinya dari museum menjadi masjid.

Di sampul depan majalah “Gercek Hayat” atau “Kehidupan Sejati” itu tertulis “Kini Hagia Sophia dan Turki sudah independen. Mari bersama membangun Kekhalifahan.”

“Jika bukan sekarang maka kapan lagi. Kalau bukan Anda lalu siapa? Sebagian kalangan menyebut “Anda” dalam kalimat itu adalah seruan bagi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mendirikan kekhalifahan Islam.

Dilansir dari laman Al Arabiya, Senin (27/7), sampul depan majalah itu juga memperlihatkan tulisan kalimat syahadat dalam bahasa Arab.

Awal bulan ini Erdogan mengumumkan berubahnya status Hagia Sophia dari yang tadinya museum dan dirikan sebagai gereja pada abad ke-6 Masehi kemudian sekarang menjadi masjid.

Jumat kemarin Hagia Sophia dibuka secara resmi sebagai masjid dengan menggelar salat Jumat berjemaah yang dihadiri Erdogan dan imam besar Turki sebagai khatib Jumat berkhutbah sambil memegang pedang era Kekaisaran Ottoman.

Erdogan Sang Khalifah

Jurnalis Turki Abdurrahman Dilipak yang menyebarkan sampul depan majalah itu di akun Twitternya mengatakan tahun lalu Presiden Erdogan sudah mendapat gelar “khalifah”.

“Kekhalifahan saat ini berada di tangan Presiden Erdogan,” ujar Dilipak dalam wawancara Maret lalu, seperti dikutip kantor berita Ahval.

Erdogan selama ini mencitrakan dirinya sebagai pemimpin umat Islam seperti di zaman Kekaisaran Ottoman Turki yang mengklaim gelar khalifah untuk menunjukkan merekalah penguasa dunia Islam.

Istilah kekhalifahan juga dipakai oleh kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk memperlihatkan ambisi mereka menguasai dunia Islam dengan paham ekstrem.

Majalah yang punya kaitan dengan pemerintah

Gercek Hayat adalah majalah mingguan yang punya hubungan dengan pemerintah Turki, seperti dikatakan mantan anggota parlemen Turki Aykan Erdemir.

Perusahaan yang menerbitkan Gercek Hayat memiliki salah satu dari surat kabar pro-Erdogan di Turki yang selama ini “menerima bantuan ekonomi dari pemerintah dan institusi pro-pemerintah lainnya,” kata Erdemir yang saat ini adalah direktur senior Program Turki di lembaga peneliti Amerika Serikat Yayasan Pertahanan untuk Demokrasi.

Majalah Gercek Hayat juga punya reputasi dalam mengomentari kaum minoritas agama di Turki seperti Kristen dan Yahudi, kata Eedemir.

Pada Mei lalu kelompok minoritas agama di Turki mengecam majalah Gercek Hayat karena mengaitkan tiga tokoh agama dari rabbi Yahudi, Kristen Ortodoks, dan tokoh Armenia, dengan terorisme.

“Kalau pemerintahan Erdogan serius dengan sikap Gercek Hayat yang menyerang kelompok minoritas agama, maka mereka harusnya menghentikan sokongan ekonomi kepada perusahaan penerbit majalah itu,” kata Erdemir. (*)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Kutip Hadits Nabi soal Melawan Kemungkaran, Joe Biden Minta Bantuan Muslim untuk Kalahkan Trump

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Calon presiden dari Partai Demokrat AS, Joe Biden, mengingatkan Muslim AS bergabung bersamanya untuk mengalahkan Presiden Donald Trump. “Saya ingin suara kalian bukan hanya karena dia tidak berharga sebagai presiden,” ujar Bden dalam pertemuan daring yang digelar oleh organisasi Emgage Action, Selasa (21/7).

Dia menekankan ingin bermitra dengan Muslim sehingga ia meminta Muslim AS memberikan suaranya untuknya. Biden juga berjanji mencabut aturan Trump yang melarang pelancong dari sejumlah negara Muslim.

CEO Emgage Action Wa’el Alzayat mengatakan melalui email, organisasinya ingin memaksimalkan suara Muslim di Amerika dalam pemilihan presiden. Di Michigan, dia yakin ada lebih dari 150 ribu Muslim yang terdaftar. Michigan adalah salah satu negara bagian dimana Trump menang pada 2016 dengan 11 ribu suara.

Sejumlah anggota kongres Muslim ternama juga mendukung Biden sebagai presiden. Dukungan itu tertuang dalam sebuah surat yang diatur oleh Emgage Action. 


Mereka, antara lain anggota kongres Ilhan Omar dari Minnesota, Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison dan Andre Carson dari Indiana. Mereka semua adalah anggota partai Demokrat. 

Omar adalah salah satu perempuan Muslim pertama yang duduk di Kongres. Dukungannya berpotensi memobilisasi pemilih Muslim.

“Suara Muslim Amerika penting bagi komunitas, bagi negara kita. Tapi kita semua tahu suara itu tidak diakui atau terwakili,” kata Biden, dilansir di Times of India, Selasa.

Dalam pidatonya, Biden berjanji mengikutsertakan suara Muslim dalam pemerintahannya, jika ia terpilih, Ia juga berbicara mengenai pelanggaran HAM yang dialami minoritas Muslim di dunia.

“Saya akan terus memperjuangkan hak warga Palestina dan Israel untuk memiliki negara sendiri,” katanya. 

Dalam sebuah pernyataan video, capres Joe Biden menukil hadits Nabi Muhammad tentang melawan kemunkaran.

“Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya (kekuasaan). Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya (seruan). Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).

Continue Reading

INTERNASIONAL

Dengan Hanya Seribu Jamaah, Ibadah Haji Dimulai 29 Juli

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Kerajaan Arab Saudi telah membatasi ibadah Haji untuk tahun ini guna menghindari penyebaran virus corona. Pihak berwenang mengatakan, ibadah Haji akan dimulai pada 29 Juli 2020 dengan hanya diikuti oleh sekitar 1.000 jamaah.

Berdasarkan pernyataan resmi Mahkamah Agung Arab Saudi pada Senin (20/7), Rabu (29/7) akan menjadi hari pertama rangkaian ibadah Haji. Waktu tersebut ditentukan sesuai posisi bulan dalam kalender Islam.

“Puncak dari ritual Haji, jatuh pada hari Kamis (30/7),” sambungnya seperti dikutip Saudi Press Agency.

Jika biasanya ibadah Haji diikuti oleh sekitar 2,5 juta jamaah dari seluruh dunia, namun untuk tahun ini, ibadah tersebut harus sangat dibatasi.

Melansir AFP, dari 1.000 jamaah, 70 persen di antaranya adalah orang asing yang sudah berada di Arab Saudi. Sementara sisanya adalah warga Arab Saudi. Namun dari laporan beberapa media, jumlah jamaah kemungkinan akan menjadi 10 ribu.


Walaupun begitu, menurut Kementerian Haji dan Umrah, ibadah Haji akan dibatasi untuk para profesional medis dan personel keamanan yang sudah sembuh dari Covid-19. Dalam pelaksanaannya pun, terdapat protokol kesehatan ketat yang harus dipenuhi.

Di mana para jamaah akan terlebih dulu diuji Covid-19 sebelum riba di Mekah. Mereka juga diharuskan melakukan karantina mandiri setelah ibadah Haji selesai.

Pembatasan jamaah Haji menjadi sangat penting jika melihat penyebaran virus di Arab Saudi yang kian massif. Saat ini, Arab Saudi menjadi negara dengan infeksi terbanyak di antara negara-negara Teluk, yaitu 253.300 kasus dengan 2.523 kematian.

Pada Maret, Arab Saudi juga telah menangguhkan Umrah yang setiap tahunnya menyumbang 12 miliar dolar AS ke dalam ekonomi negara tersebut.(rmol)

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: