Connect with us

HUKUM DAN KRIMINAL

Pakar : Terkait Lucinta Luna, Belum Ada Aturan Hukum Bagi Transgender di Indonesia

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Saat ini masyarakat luas sedang membahas mengenai transgender dan penanganan hukum untuk mereka. 

Hal itu dibahas setelah merebak sisi lain dari kasus narkoba selebgram Lucinta Luna alias Muhammad Fatah. Lucinta Luna (LL) tertangkap pihak kepolisian dan heboh mengenai penempatannya di sel apa? Perempuan atau Laki-Laki? Sementara, pemerintah sendiri belum mempunyai instrumen hukum untuk hal ini. 

“Pertama belum ada instrumen hukum untuk transgender dan ini merupakan salah satu yang harus diperhatikan, karena dalam hukum administrasi kita itu jelas hanya pria dan wanita,” kata Suparji Ahmad, Pakar Hukum Pidana dari Universitas Al Azhar kepada RRI PRO3, Kamis (13/2/2020).

Secara filosofi, yuridis dan sosiologis, menurut Suparji, di negara Indonesia ini tidak mengenal fenomena mengenai kasus seperti ini. Walaupaun dalam kenyataannya, hal tersebut ada dan banyak.

Jika memang ada masalah itu, kata dia, harus tetap ikuti hukum yang paling utama yakni putusan pengadilan.

Sebelumnya kasus ini ada di Makassar pada tahun 2014 yang membahas mengenai hal ini dan akhirnya dikabulkan oleh hakim. Oleh karena itu, pemerintah mengikuti apa yang sudah menjadi putusan pengadilan.

Beberapa pendapat pernah memberikan bahwa hal tersebut hanya berupa perubahan sosial karena pengaruh lingkungan. 

“Seseorang hanya terlahir sebagai Adam atau Hawa. Selain itu tidak ada perubahan lagi,” jelas Suparji.

Menurut Suparji, pemerintah mesti merumuskan perundang-undangan mengenai mereka yang transgender agar aturan yang ada tidak dilematis. Perlu ada perhatian khusus mengingat ini merupakan masalah yang spesifik dan sangat sensitif.

“Jika ditaruh di sel khusus sebenarnya tidak apa, tetapi seharusnya ikuti awalnya saja kalau dia laki-laki ya ikuti saja jenis kelaminnya dari lahir,” pungkasnya. | RRI 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKUM DAN KRIMINAL

Penyelundupan 1 Ton Ganja Aceh Digagalkan di Cipayung

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggagalkan penyelundupan ganja dengan perkiraan berat sekitar 1 ton di area pul truk, Cipayung, Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa siang.

“Berat bruto barang bukti kurang lebih 1 ton, berat bersih belum dapat dihitung,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol. Arman Depari dalam keterangannya di Jakarta.

Dalam penggerebekan turut diamankan enam orang yang diduga terlibat dalam perdagangan gelap narkoba tersebut.

Menurut Arman, ratusan kilogram ganja itu dibawa dari Aceh melintasi Medan, Lampung, dan Jakarta dengan truk melalui jalur darat.

Ganja-ganja tersebut, kata dia, dibagi dalam 500 bungkus dan dikemas di dalam plastik, lalu disamarkan menggunakan lapisan serbuk dengan bau menyengat untuk mengelabui penciuman anjing pelacak.

“Ganja dikemas dalam plastik dan dikamuflase dengan lapisan serbuk yang berbau tajam untuk menghindari pemeriksaan petugas jika menggunakan anjing pelacak (K9),” katanya.

Berdasarkan penjelasan Arman, barang haram tersebut akan dibawa menuju kawasan Parung, Bogor, kemudian didistribusikan kepada pemesan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Arman mengatakan bahwa saat ini para tersangka dan barang bukti masih berada di tempat kejadian perkara. Selanjutnya, dibawa ke Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur. | Ant 

Continue Reading

HUKUM DAN KRIMINAL

Buat Dokumen Palsu untuk Kepentingan Pilkada, Pelaku Raup Omzet hingga Miliaran Rupiah

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAWA TIMUR–  AS (44), warga Blitar, Jawa Timur, ditangkap polisi karena terbukti membuat dokumen kependudukan palsu. Dokumen yang dipalsukan tersebut beragam, seperti kartu tanda penduduk (KTP), akta kelahiran, dan paspor. 

Praktik pembuatan dokumen kependudukan palsu tersebut diakui pelaku sudah dilakukan sejak 7 bulan terakhir. Satu paket dokumen palsu tersebut dibanderol dengan harga Rp 2 juta. Dengan jasa yang ditawarkan tersebut, pelaku mengaku dapat meraup omzet hingga miliaran rupiah dalam sebulan.

 “Dalam sebulan, pelaku bisa memperoleh peghasilan sekitar Rp 1 miliar dari pekerjaannya,” kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan di Polda Jatim, Senin, (17/2/2020). 

Dari pemeriksaan polisi, dokumen yang dipalsukan tersebut salah satunya akan digunakan untuk kepentingan pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan kepala desa (pilkades).

 “Selain untuk keperluan lain, pemesan kata pelaku juga memanfaatkan dokumen palsu untuk kepentingan pilkada atau pilkades,” kata dia. 

Sementara itu, AS seperti dilansir Tribunnews.com mengaku membuat dokumen palsu tersebut hanya berdasarkan pesanan. Adapun yang memanfaatkan jasanya selama ini berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku. 

“Pertama ada yang pesan dan saya berinisiatif membuat. Saya buat, surat perekaman, akta kelahiran, KK, KTP,” ujarnya. | Kompas 

Continue Reading

HUKUM DAN KRIMINAL

Aksi Petugas Kejar Bos Narkoba di Sumut, Diwarnai Tembakan dan Tabrakan

Published

on

ACEHTIMES.ID | MEDAN Tim Badan Narkotika Nasional bekerja sama dengan Bea dan Cukai Aceh dan Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan 33 kg sabu-sabu dan 2.000 butir pil ekstasi yang masuk ke dua daerah tersebut.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari menyebutkan dalam operasi di Idi Rayeuk, Aceh Timur, tim mengamankan lima tersangka yang menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.

Ia mengatakan, jumlah barang bukti yang berhasil disita BNN dan Bea dan Cukai Aceh beserta Bea dan Cukai Sumut seberat 18,9 kg narkotika jenis sabu.

Pada saat bersamaan, juga ditangkap empat orang yang membawa sabu dari Malaysia tujuan Teluk Nibung, Tanjung Balai, dan Asahan, Provinsi Sumut.

“Tim BNN melakukan penangkapan tersangka AR yang membawa narkoba dengan menggunakan sepeda motor dibungkus karung goni berisi 15 kg sabu dan 2.000 butir pil ekstasi,” ujar Arman, Minggu (6/2) malam.

Arman menjelaskan, atas keterangan AR bahwa pemilik dan pengendali narkoba itu adalah AFL penduduk Kisaran, Asahan. Ketika Tim BNN berusaha menangkap AFL berupaya melarikan diri menggunakan mobil dan melawan dengan menabrak petugas, sehingga terjadi pengejaran.

“Petugas BNN memberikan tembakan, akhirnya mobil dapat dihentikan,” ucap jenderal bintang dua itu.

Ia mengatakan, pengemudi AFL luka di bagian kepala akibat benturan, dan istri AFL, YUN yang juga berada di dalam mobil mengalami luka tembak pada bagian punggung.

Selanjutnya AFL dan istrinya YUN dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan.

Namun pada Minggu (16/2) AFL meninggal dunia di RS Bhayangkara. BNN bersama petugas Bea dan Cukai Aceh melakukan dua operasi secara bersamaan, yakni Kamis-Sabtu (14-16/2/2020)

“Saat ini seluruh tersangka dan barang bukti yang diamankan di kantor BNN Provinsi Sumut, dan akan dibawa ke Jakarta melalui Bandara Kualanamu Kabupaten Deli Serdang, Senin (17/2),” katanya. | Merdeka

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: