Connect with us

CAHAYA ISLAM

Puasa Ramadhan Mendidik Kejujuran

Published

on

ACEHTIMES.ID – Selama bulan suci Ramadhan, kaum Muslim pada hakikatnya sedang dididik agar sanggup konsisten dalam kejujuran. Puasa adalah contoh ibadah yang bertumpu pada kejujuran. Sebab, hanya si pengamalnya dan Allah SWT yang mengetahui, apakah ia sedang berpuasa atau pura-pura puasa di hadapan orang.

Dengan konsistensi itulah, perilaku jujur dapat menancap di hati dan jiwa. Keimanan pun semakin bertambah tebal.

Sesungguhnya, keimanan dan kejujuran selalu beriringan. Keimanan tak mungkin dekat dengan dusta.

Rasulullah SAW pernah ditanya, “Apakah mungkin seorang Mukmin itu pengecut?” Beliau menjawab, “Mungkin.”

Lalu ditanyakan lagi, “Apakah mungkin seorang Mukmin itu kikir?”

“Mungkin.”

“Apakah seorang Mukmin itu berdusta?”

Nabi SAW menjawab tegas, “Tidak mungkin” (HR Imam Malik).

Dengan demikian, tidak mungkin keimanan dan kebohongan bercampur dalam hati yang sama.

Dalam kesempatan lain, Rasulullah bersabda, “Sungguh, kejujuran akan mendatangkan ketenangan, sedangkan kebohongan mendatangkan keraguan” (HR Tirmidzi).

Sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil-kecil. Seseorang yang awalnya terpaksa berbohong akan melakukannya terus-menerus. Akhirnya, berbohong pun menjadi kebiasaan yang melekat pada dirinya. Inilah yang harus diwaspadai.

Umar ibn Abdul Aziz menasihati, “Demi Allah, tak sekalipun aku pernah berbohong lagi sejak kutahu, kebohongan hanya membawa masalah bagi yang melakukannya!” | ROI 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAHAYA ISLAM

Mobil Mewah Paul Pogba Hadirkan Video Murotal Alquran

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Paul Pogba merupakan salah satu pemain termahal di dunia saat dibeli Manchester United dari Juventus. Gaji besarnya pun membuat pemain internasional Prancis itu diketahui punya koleksi mobil-mobil mewah.

Meski demikian, pesepak bola muslim itu tak meninggalkan kehidupan Islami-nya. Hal itu terlihat dari akun instagramnya yang memamerkan interior mobilnya yang ‘wah’. Namun, Pogba tak jadi lupa diri.

Lewat postingan IG Story yang sudah diunggahnya sejak 21 jam lalu itu, terlihat interior mobil mewah. Di antara dua jok kulit mewah itu terlihat sebuah video seorang pria Arab dengan mengenakan jubah penutup kepala berwarna putih. Di bagian bawahnya tertulis lantunan muratal ayat Alquran dari surh Al Haqqah aya5 25.

Jika membaca terjemahan dari surah Al Haqqah ayah 25 itu, bunyinya adalah ‘Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, ”Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku,”. []

Continue Reading

CAHAYA ISLAM

Allah SWT Pemilik Hidayah Satu-Satunya, Maka Memohonlah

Published

on

ACEHTIMES.ID – Salah satu hadis qudsi yang mengandung konsep hidayat sungguh layak untuk direnungi dan dijadikan solusi dalam mengarungi kehidupan kita yang penuh gelombang cobaan dan ujian.

Dalam sebuah hadits yang cukup panjang riwayat Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman:

يَاعِبَادِي! كُلُّكُمْضَالٌّإلَّامَنْهَدَيْته،فَاسْتَهْدُونِيأَهْدِكُمْ

”Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali mereka yang Aku berikan hidayah, karena itu mintalah hidayah itu niscaya Aku akan memberikannya kepada kalian ….” (HR Tirmidzi).

Hadis tersebut aslinya sangat panjang. Dari sepenggal kalimat yang termuat dalam hadis itu terlihat bahwa hidayah, atau yang sering kita sebut dengan petunjuk, sangat terbuka dan mudah didapatkan.

Hanya, hidayah itu menjadi hak mutlak Allah SWT. Kunci untuk mendapatkannya hanya satu: memohon atau berdoa. Password untuk mendapatkannya juga satu: mengaku bahwa kita adalah hamba-Nya, dan Allah adalah Tuhan kita.

Kunci dan password yang sangat sederhana itu sering diabaikan orang. Dengan segala kesibukan dan kemalasan, kita sering lupa memasuki pintu yang selalu terbuka itu. Padahal, Allah yang senantiasa hidup dan bangun, tidak pernah lupa dan tidak pernah tidur. Tuhan yang kasih sayang-Nya kepada manusia melebihi segalanya. Tuhan yang selalu membuka Tangan-Nya untuk setiap permintaan.

Dalam kehidupan sosial, manusia sering bosan melihat kegagalan sebuah permintaan. Kita lupa, kehidupan sosial yang sering membuat kita kecewa, kita bawa dalam kehidupan keagamaan kita. Padahal, sifat-sifat Allah tidak sama dengan sifat tetangga, kerabat, dan teman-teman kita. Sifat Allah tidak sama dengan sifat para abdi negara.

Manusia tinggal mengadu, manusia tinggal meminta. Allah akan mendengar dan mengabulkan permintaan itu. Simaklah firman Allah berikut:

وَقَالَرَبُّكُمُادْعُونِيأَسْتَجِبْلَكُمْۚ

”Dan berkatalah Tuhn kalian: Mintalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya.” (QS Al Mu’min [40] :60).

Allah dekat dengan kita jika kita terus mendekatinya, sebagaimana firman-Nya:

وَإِذَاسَأَلَكَعِبَادِىعَنِّىفَإِنِّىقَرِيبٌۖأُجِيبُدَعْوَةَٱلدَّاعِإِذَادَعَانِۖ

”Dan jika hamba-Ku meminta kepada-Ku, ketahuilah bahwa Aku dekat, Aku niscaya akan mengabulkan permintaan orang-orang yang meminta jika mereka benar-benar meminta.” (QS 2:186).

Masalah yang sering kita hadapi adalah, kita jarang mendekat kepada Allah dan jarang meminta kepada Allah. Kita terlalu percaya kepada yang lain, terlalu mengandalkan logika, dan terlalu memperhitungkan aspek matematika. Hal itu menjadikan kita lupa memperhitungkan Allah. Jika sikap kita terhadap Allah pada masa-masa kemarin seperti itu, maka mulailah melakukan perubahan. Tidak ada kata terlambat, Allah masih menunggu kedatangan kita.

Sikap Allah ini bisa dibaca dalam sebuah hadis qudsi yang sahih. ”Siapakah yang ingin berdoa kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan untuknya. Siapakah yang ingin bermohon kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan permintaannya. Siapakah yang akan memohon ampunan-Ku, niscaya akan Kuampuni.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kita sering mendengar ungkapan bahwa untuk kembali kepada Allah itu memerlukan hidayah. Ketahuilah bahwa hidayah itu ada di tangan Allah, terbuka dan akan diberikan kepada siapa saja, asal orang itu mengakui-Nya sebagai Tuhan dan meminta petunjuk itu.

Salah satu hadis qudsi yang mengandung konsep hidayat sungguh layak untuk direnungi dan dijadikan solusi dalam mengarungi kehidupan kita yang penuh gelombang cobaan dan ujian.

Dalam sebuah hadits yang cukup panjang riwayat Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman:

يَاعِبَادِي! كُلُّكُمْضَالٌّإلَّامَنْهَدَيْته،فَاسْتَهْدُونِيأَهْدِكُمْ

”Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali mereka yang Aku berikan hidayah, karena itu mintalah hidayah itu niscaya Aku akan memberikannya kepada kalian ….” (HR Tirmidzi).

Hadis tersebut aslinya sangat panjang. Dari sepenggal kalimat yang termuat dalam hadis itu terlihat bahwa hidayah, atau yang sering kita sebut dengan petunjuk, sangat terbuka dan mudah didapatkan.

Hanya, hidayah itu menjadi hak mutlak Allah SWT. Kunci untuk mendapatkannya hanya satu: memohon atau berdoa. Password untuk mendapatkannya juga satu: mengaku bahwa kita adalah hamba-Nya, dan Allah adalah Tuhan kita.

Kunci dan password yang sangat sederhana itu sering diabaikan orang. Dengan segala kesibukan dan kemalasan, kita sering lupa memasuki pintu yang selalu terbuka itu. Padahal, Allah yang senantiasa hidup dan bangun, tidak pernah lupa dan tidak pernah tidur. Tuhan yang kasih sayang-Nya kepada manusia melebihi segalanya. Tuhan yang selalu membuka Tangan-Nya untuk setiap permintaan.

Dalam kehidupan sosial, manusia sering bosan melihat kegagalan sebuah permintaan. Kita lupa, kehidupan sosial yang sering membuat kita kecewa, kita bawa dalam kehidupan keagamaan kita. Padahal, sifat-sifat Allah tidak sama dengan sifat tetangga, kerabat, dan teman-teman kita. Sifat Allah tidak sama dengan sifat para abdi negara.

Manusia tinggal mengadu, manusia tinggal meminta. Allah akan mendengar dan mengabulkan permintaan itu. Simaklah firman Allah berikut:

وَقَالَرَبُّكُمُادْعُونِيأَسْتَجِبْلَكُمْۚ

”Dan berkatalah Tuhn kalian: Mintalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya.” (QS Al Mu’min [40] :60).

Allah dekat dengan kita jika kita terus mendekatinya, sebagaimana firman-Nya:

وَإِذَاسَأَلَكَعِبَادِىعَنِّىفَإِنِّىقَرِيبٌۖأُجِيبُدَعْوَةَٱلدَّاعِإِذَادَعَانِۖ

”Dan jika hamba-Ku meminta kepada-Ku, ketahuilah bahwa Aku dekat, Aku niscaya akan mengabulkan permintaan orang-orang yang meminta jika mereka benar-benar meminta.” (QS 2:186).

Masalah yang sering kita hadapi adalah, kita jarang mendekat kepada Allah dan jarang meminta kepada Allah. Kita terlalu percaya kepada yang lain, terlalu mengandalkan logika, dan terlalu memperhitungkan aspek matematika. Hal itu menjadikan kita lupa memperhitungkan Allah. Jika sikap kita terhadap Allah pada masa-masa kemarin seperti itu, maka mulailah melakukan perubahan. Tidak ada kata terlambat, Allah masih menunggu kedatangan kita.

Sikap Allah ini bisa dibaca dalam sebuah hadis qudsi yang sahih. ”Siapakah yang ingin berdoa kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan untuknya. Siapakah yang ingin bermohon kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan permintaannya. Siapakah yang akan memohon ampunan-Ku, niscaya akan Kuampuni.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kita sering mendengar ungkapan bahwa untuk kembali kepada Allah itu memerlukan hidayah. Ketahuilah bahwa hidayah itu ada di tangan Allah, terbuka dan akan diberikan kepada siapa saja, asal orang itu mengakui-Nya sebagai Tuhan dan meminta petunjuk itu. | ROI 

Continue Reading

CAHAYA ISLAM

Terpikat Islam, Mualaf Julia: Dalam Islam Wanita Bak Permata

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Wanita ini bernama Julia. Dia berasal dari Rusia. Julia kini telah memeluk Islam.

Dia memiliki nama Islam, Aysil. Julia merasakan kebahagiaan yang berbeda setelah dia memeluk Islam.

Dalam sebuah video singkat di Youtube, dia menceritakan kisahnya memeluk Islam dan pandangan dia mengenai agama yang dibawa  Rasulullah SAW. Wanita yang kini telah berjilbab ini mendapatkan hidayah sejak 2015 lalu. Dia pun telah fasih dalam membaca al-Fatihah dan ayat-ayat Alquran lainnya.

“Sejak menjadi Muslimah, hidup saya berubah menjadi jauh lebih baik. Saya percaya akan adanya Allah dan itu memberi saya kekuatan,” kata dia dilansir di aboutislam.net.

Julia kini menjalani gaya hidup yang berbeda setelah menjadi Muslimah. Allah SWT memberinya banyak kemudahan untuknya.

Selama ini dia merasa apa pun yang dia minta kepada Allah selalu dikabulkan. Julia pun meyakini semua orang yang masuk Islam pasti merasakan hal ini. “Itu membuat saya benar-benar bersyukur menjadi seorang Muslimah,” tutur dia.

Salah satu alasan dia masuk Islam karena dalam Islam, perempan itu sangat mulia dan istimewa, ibarat permata. Dalam pernikahan, dia melihat sempurnanya kedudukan perempuan Islam. Bagaimana tidak? Allah Yang Mahasempurna mengatur ini semua dengan aturan yang juga sangat sempurna.

“Perempuan dalam Islam itu ibarat permata, sangat berharga dan istimewa. Di dalam keluarga, perempuan sangat dilindungi dalam banyak hal,” ujar dia.

Sebelum menikah, misalnya, laki-laki harus melakukan banyak hal untuk perempuan yang berada dalam tanggung jawabnya, mulai membelikan baju hingga memberinya cinta dan kasih sayang sepenuh hati. Setelah menikah, dia akan mendapatkan hal-hal tersebut dari suaminya. Bila sesuatu terjadi pada pernikahannya, misalnya saja perceraian, Islam juga memberikan perlindungan bagi perempuan.

Menjadi laki-laki tidak semudah menjadi perempuan karena laki-laki di dalam Islam begitu besar beban dan tanggung jawabnya. “Menurut saya lebih mudah menjadi istri daripada menjadi suami. Itu karena dengan menjadi istri, perempuan cukup dengan menjadi orang kepercayaan suami, patuh padanya, dan tentu saja menjadi seseorang yang sangat dicintainya,” kata dia.

Menjadi perempuan itu cukup dengan menjadi istri yang baik bagi suami dan ibu yang baik bagi anak-anaknya. Laki-laki harus memperlakukan perempuan dengan sangat baik.

Hal ini telah dicontohkan Rasulullah SAW. Saat itu Aisyah, istri beliau, ingin naik unta. Apa yang dilakukan Rasulullah? 

Beliau berjongkok sehingga tubuhnya bisa dijadikan pijakan bagi Aisyah untuk naik ke unta. Beliau tidak merasa malu ataupun gengsi melakukan hal tersebut.

Masih banyak lagi kisah keteladanan Rasul SAW tentang bagaimana beliau memperlakukan istri-istrinya. Hal ini bisa menjadi teladan bagi laki-laki masa kini agar mempunyai akhlak seperti akhlaknya Rasulululah.

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: