Connect with us

POLITIK

Soal Eks ISIS Pancing Respon Kelompok Ekstrimis

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Polemik pemulangan WNI eks ISIS sebenarnya hanya diskursus pemerintah untuk memancing respon kelompok Islam kanan yang cenderung ekstrimis sehingga lebih mudah untuk dipetakan pasca kegagalan isis dipenjuru dunia.

Hal itu disampaikan Cendikiawan Muda Nahdlatul Ulama (NU), Nur Ahmad Satria (NAS). Sebab, lanjut dia meskipun dengan intelgent republik ini sudah punya datanya namun sepertinya terkesan kurang percaya diri.

“Kenapa saya katakan hanya diskursus karena sebenarnya negara dalam hal ini pemerintah sudah mengerti dari segi konstitusi, politik, ekonomi, agama dan budaya bilamana memulangkan wni eks isis begitu kompleks problemnya sehingga akan menambah beban negara,” kata NAS, Selasa (11/2/2020).

NAS, yang juga akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta ini juga menyakini pemerintah tak bakal melakukan pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia. Karena madaratnya lebih besar dari pada maslahatnya.

“Jangan sampai nanti malah jadi reference para teroris atau calon teroris untuk lebih semangat untuk keluar negeri menjadi isis. toh nanti kalau gagal pemerintah akan menjemput atau melindungi sehingga menjadi presedent buruk mana kala wni eks isis dipulangkan,” tutupnya. | INILAH 

POLITIK

Ustadz Tengku: Ekonomi Jeblok, PHK Dimana-mana, yang Dibenci HRS? ‘Gile Lu Ndro’

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Muhammad Rizieq Shihab atau yang lebih akrab disapa Habib Rizieq merupakan sosok ulama besar serta pemimpin sekaligus pendiri organisasi Front Pembela Islam (FPI). 

Namun baru-baru ini media sosial kembali heboh akibat adanya video Pembakaran Poster bergambar Habib Rizieq Shihab pada saat aksi unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (27/7/2020) lalu. 

Melihat hal tersebut tak sedikit masyarakat geram dan menilai tidak pantas melakukan hal tersebut salah satunya adalah Wakil Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Ustaz Tengku Zulkarnain. 

Dalam akun Twitter miliknya, @Tengkuzulkarnain, Tengku menuliskan masih banyak kekurangan yang sedang dialami negara namun yang dibenci dan dianggap sampah negara hanyalah HRS (Habib Rizieq Shihab). 

“Ekonomi Jeblok, Ekspor tambah remuk, Impor membengkak di segala lini, Hutang menggunung, BPJS ngotot naik walau sdh dibatalkan MA, BBM budeg tak mau turun, Gaji tidak naik, PHK di mana mana, Covid makin makan korban. Terus yg dibenci dan dianggap sampah negara HRS. Gile Lu Ndro?,” tulisnya di Twitter, dikutip Akurat.co, Kamis (30/7/2020).

Continue Reading

POLITIK

Safaruddin Dukung Terwujudnya KEK Dikawasan Barat Selatan Aceh

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH  “Sebagai putra Barat Selatan, mari kita saling support dan tidak menjatuhkan untuk saling mengisi pembangunan”. Begitulah sepenggal kata disampaikan  Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin saat mengawali obrolan santai di ruang kerjanya, Selasa (28/7) kemarin.

Hampir setiap hari, ada saja warga datang bertemu dengan politisi muda tersebut. Mulai dari sekedar silaturrahim, diskusi politik, hingga rapat-rapat penting menyangkut arah masa depan Aceh.

Sebagai putra asli Aceh Barat Daya (ABDYA), Safaruddin memiliki tanggungjawab moral untuk membangun Aceh pada umumnya dan wilayah pantai Barat Selatan pada khususnya.

Baginya, harus punya komitmen dan prinsip kesadaran bersama untuk membangun daerahnya masing-masing.  Dalam hal ini, Safaruddin mengajak kepada semua elemen masyarakat Barat Selatan agar menyatukan persepsi dan satu mimpi untuk mencurahkan perhatiannya untuk kemasalahan masyarakat pantai barat selatan.

Padahal banyak sekali potensi yang bisa digali dan kembangkan. Ia mencontohkan, saat ini ada 18 asli tokoh Barat Selatan dari delapan kabupaten/kota menduduki kursi parlemen. Belum lagi kepala SKPA juga dominan tokoh barat selatan Aceh.

“Apalagi yang harus kita persoalkan selama ini. Khususnya bagi anggota DPR Aceh wilayah Barat Selatan, mari coba kita alihkan 30 persen dari anggaran untuk kemasalahan masyarakat disana. Prioritaskan dulu kepentingan masyarakat banyak, bukan kepentingan pribadi atau kelompok dulu,” kata Safaruddin.


Ia juga turut mendukung terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Barat Selatan (Barsela). Politisi muda dari Partai Gerindra ini tidak mempersoalkan wilayah mana saja yang akan dijadikan KEK Barsela. Begitu halnya dengan pemerataan pembangunan dengan infrastruktur memadai. Sehingga akan terjalinnya konektivitas antar semua pihak tanpa memprioritaskan kepentingan pribadi.

“Soal dimana akan dijadikan KEK Barsela aja harus berdebat, ada yang beranggapan di Nagan Raya, Aceh Jaya atau ABDYA. Bagi saya itu tidak jadi soal, tapi bagaimana mensinergikan segala kualitas pada diri kita untuk bersama-sama membangun barat selatan,” katanya lagi.

Ia mencontohkan, Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Selatan diprioritaskan pembangunan rumah sakit dengan pelayanan optimal. Pasalnya, dua wilayah tersebut merupakan ruang tengah bagi masyarakat pantai barsela sehingga pelayanan kesehatan mudah dijangkau.  Begitu juga sektor perkebunan diprioritaskan di wilayah Nagan Raya, Subulussalam dan Aceh Singkil.

“Ini semua harus ada itikad baik dari kita semua. Jangan terkesan kita selalu dianaktirikan. Sehingga momen ini sengaja dimanfaatkan oleh kelompok tertentu pada pesta demokrasi. Seperti munculnya isu pemekaran dan lain-lain sebagainya.

Kalau perlu, mari kita duduk bersama dan mendeklarasikan kaukus tokoh Barsela demi kemasalahan Aceh pada umumnnya dan Barat Selatan pada khususnya,” kata Safaruddin. []

Continue Reading

POLITIK

FPI: Pembakar Poster Habib Rizieq Gerombolan Neo PKI

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI), GNPF Ulama, dan Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) mengecam aksi pembakaran poster Habib Rizieq Shihab.

Pembakaran poster Rizieq itu terjadi dalam aksi di depan Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (27/7)

Pembakaran itu dianggap sebagai sebuah penghinaan dan pelecahan terhadap pimpinan umat Islam.

Demikian disampaikan Ketua Umum FPI, Shobri Lubis dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2020).

“Kami mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap IB HRS d depan gedung DPR/MPR RI,” katanya.

Menurut Shobri, pembakaran poster dengan foto IB HRS itu diduga dilakukan oleh gerombolan Neo PKI.

Namun, karena kebasaran Allah, poster Habib tersebut tidak terbakar.

“Bersyukur kepada Allah SWT dengan mengucapkan Alhamdulillah atas tidak terbakarnya poster dengan foto IB HRS. Ini menunjukan kebesaran Allah SWT dan karomah IB HRS,” ungkapnya.

Karena itu, Shobri mengintruksikan kepada laskar FPI dan Mujahid 212 untuk bersiap siaga dalam menghadapi gerakan komunis yang makin nyata di depan mata.

Ia juga meminta para laskar agar menjaga para ulama dari serangan Neo PKI.

“Para mujahid siap siaga, mereka komunis penghianat bangsa. Jaga para ulama dan tokoh masyarakat dari ancaman gerombolan Neo PKI,” serunya.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan video aksi pembakaran poster bergambar Habib Rizieq Shihab.

Dalam video, terlihat pentolan Gerakan Jaga Indonesia (GJI) Budie Djarot memberi komando.

Budie mengatakan Rizieq telah mengkhianati negeri dengan tidak menerima kemenangan Joko Widodo di Pilpres 2019 lalu.

Boedi juga menyerukan penolakan terhadap kepulangan Rizieq.

“Jadi silakan saja teman-teman, ini manusia sampah yang tidak boleh ada ada di sini, dan ketika nanti mau pulang kita tolak ramai-ramai,” kata Boedi dalam video itu.

Massa aksi pun melempari poster Rizieq dengan kotoran.

Lalu mereka berusaha menyobek dan membakarnya. Namun hingga video berakhir, api tak kunjung menyala.[psid]

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: