Connect with us

HUKUM DAN KRIMINAL

Staf Khusus Irwandi Yusuf Hendri Yuzal Tetap Divonis 4 Tahun Penjara

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi staf khusus mantan Gubernur Aceh Hendri Yuzal. Hendri tetap divonis 4 tahun sesuai dengan putusan PN Tipikor Jakarta.

“Terhadap perkara terdakwa Hendri yuzal, staf khusus Gubernur nonaktif, Irwandi Yusuf, permohonan kasasinya ditolak,” ujar juru bicara MA, Andi Samsan Nganro, kepada detikcom, Jumat (14/2/2020).

Majelis hakim kasasi yang memutus perkara Hendri adalah hakim Andi Samsan Nganro sebagai ketua majelis, dan duduk di kursi hakim anggota adalah hakim Mohammad Askin dan hakim Abdul Latif. Majelis hakim memutus perkara Hendri pada Kamis (13/2).

“Dengan demikian, berlaku putusan pemidanaan judex factiPengadilan Tipikor pada PT Jakarta, yaitu selama empat tahun denda Rp 200 juta. Subsider tiga bulan kurungan,” katanya.

Dalam perkara ini, Hendri diyakini sebagai perantara suap Irwandi. Irwandi diyakini menerima gratifikasi Rp 8,717 miliar selama menjabat Gubernur Aceh. Irwandi Yusuf menjabat Gubernur Aceh periode 2007-2012 dan periode 2017-2022. Dalam kasus ini, Irwandi dihukum 7 tahun penjara. | DTC 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKUM DAN KRIMINAL

Polisi Tetap Selidiki Kandungan ‘Nasi Anjing’

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Kasus pembagian bantuan makanan siap santap berlogo kepala anjing yang diterima warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara telah berakhir damai. Namun, polisi tetap menyelidiki kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut.

“Penyelidikan belum dihentikan, penyelidikan terkait uji labfor komponen makanan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Wirdhanto Hadicaksono saat dikonfirmasi, Senin (27/4).

Wirdhanto menjelaskan, meski tetap melakukan penyelidikan tersebut, dia memastikan tidak ada laporan polisi yang dibuat oleh kedua belah pihak terkait kasus itu. Hal itu, kata dia, sesuai dengan surat kesepakatan berdamai yang telah ditandatangani perwakilan warga Warakas dan komunitas ARK Qahal.

“Untuk proses penyelidikan (komponen makanan) masih berjalan, sambil mempertimbangkan situasi ke depan,” papar Wirdhanto.

Setelah meminta keterangan dari kedua belah pihak, sambung Wirdhanto, kasus pemberian makanan siap santap bertuliskan ‘Nasi Anjing’ itu hanya kesalahpahaman saja. “Betul (hanya) kesalahpahaman,” imbuhnya.

Sebelumnya, warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang menerima bantuan makanan itu sepakat untuk berdamai dengan komunitas ARK Qahal yang membagikan makanan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, keputusan itu ditandai dengan penandatanganan surat damai yang dilakukan oleh perwakilan warga Warakas dan komunitas ARK Qahal, Ahad (26/4). Yusri menyebut, perwakilan komunitas ARK Qahal juga telah mengaku bersalah dan menyampaikan permohonan maaf di hadapan warga.

“Mereka (komunitas ARK Qahal) mengaku tidak ada maksud untuk merendahkan dan menghina pihak manapun dan tidak ada tujuan lain selain hanya sekadar membantu,” kata Yusri dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/4).

Para warga, kata Yusri, telah menerima permohonan maaf dari perwakilan komunitas ARK Qahal dan berjanji untuk menjaga ketertiban serta kerukunan antar warga. “Kedua belah pihak sudah menganggap permasalahan ini telah selesai dan tidak ada tuntutan lainnya dikemudian hari baik secara pidana maupun perdata,” ungkap Yusri.

Peristiwa itu terjadi di sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Warga di lokasi itu menerima bantuan makanan siap santap yang berlogo kepala anjing disertai tulisan ‘Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting’. Makanan itu dikirim oleh komunitas ARK Qahal yang berada di Jakarta Barat.

Pihak yang mengaku bertanggung jawab dalam pembagian bantuan makanan itu bernama Andi telah mengklarifikasi alasannya menggunakan nama ‘Nasi Anjing’. Dia menyebut, hal itu dilakukan lantaran anjing merupakan hewan yang setia dan porsi yang diberikan lebih banyak dibandingkan nasi kucing yang selama ini sudah banyak dikenal masyarakat.

“Kenapa kita pakai nama nasi anjing? Satu, karena porsinya lebih besar dari nasi kucing. Yang kedua, karena anjing itu salah satu binatang yang setia,” kata Andi.

“Jadi kita perlu setia sama Allah yang di atas, setia sama negara, setia sama 

Pancasila, setia sama UUD 45, khususnya setia sama bangsa ini yang sama-sama kita lagi kesusahan. Jadi kita mau sama-sama saling bantu,” sambung dia. | ROI 

Continue Reading

HUKUM DAN KRIMINAL

Viral, Video ‘Pria Gemulai’ Asal Garut Sebut Masjid Tempat Orang Kotor

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAWA BARAT – Di tengah pandemi virus corona (Covid-19) warganet geram dengan munculnya sebuah video pada instastory Instagram milik akun @wahyudean94 yang menyebutkan masjid tempat orang kotor. Video berdurasi 28 detik itu merupakan rekaman seorang pria gemulai asal Kabupaten Garut Jawa Barat dan kini menyebar melalui media sosial.


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, KH. Sirojul Munir pihaknya akan mempelajari video dan isi pernyataan pria gemulai tersebut. Namun demikian aparat kepolisian diharapkan segera menindaklanjuti atas tersebarnya video yang menyatakan bahwa masjid tempat orang kotor.


“Ini harus segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum, dan kami juga akan mempelajari secara internal di MUI Garut,” ujarnya, dikutip Selasa 21 April 2020.
Sementara itu Remon (35 tahun) warga Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut mengatakan setelah menyimak kalimat yang disampaikan seorang pria dalam video.

Dia mengaku dalam video tersebut sangat tak pantas dan melukai hati seorang muslim.
“Sangat tidak pantas ini sudah melukai hati orang muslim, harus segera ditangkap agar ada efek jera,” ungkapnya.


Dalam video tersebut nampak seorang pria yang sedang berhias diri layaknya perempuan dan seolah-olah berstatemen yang isinya:


“Bagi orang-orang yang suka bilang bahwa club malam, tempat karaoke adalah tempat orang-orang kotor, itu salah, udah tau gua kotor mainnya di club ya yang sok suci kalian itu di masjid, justru masjid itu tempat orang-orang kotor, kenapa masjid tempat orang-orang kotor, so orang yang masuk masjid itu bukan orang suci tapi orang  kotor yang berusaha menjadi suci, cam kan itu..”


Video berdurasi 28 detik itu diambil melalui ponsel oleh seorang perempuan yang ada di depan pria gemulai tersebut. []

Continue Reading

HUKUM DAN KRIMINAL

Bea cukai gagalkan penyelundupan rokok senilai Rp10,36 miliar di Aceh Timur

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH– Tim gabungan Bea Cukai Aceh dan Kepulauan Riau menggagalkan penyelundupan rokok impor dengan total nilai Rp10,36 miliar di perairan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Bea Cukai Isnu Irwantoro di Banda Aceh, Selasa, mengatakan rokok impor ilegal tersebut diselundupkan menggunakan Kapal Motor (KM) Milenium.

“Kapal kayu tersebut diamankan di Perairan Peureulak, Aceh Timur, oleh kapal patroli BC 60001 pada Minggu (12/4) pukul 17.30 WIB. Namun, nahkoda dan anak buah kapal tidak ada saat kapal diamankan,” kata Isnu Irwantoro.

Isnu menyebutkan penggagalan penyelundupan rokok impor tersebut berawal dari informasi intelijen bea cukai kantor wilayah Aceh. Informasi tersebut diteruskan kepada Tim Satuan Tugas Kapal Patroli BC 60001.

Atas informasi tersebut, Tim Satuan Tugas Kapal Patroli BC 60001 yang sedang melakukan operasi terpadu Jaring Sriwijaya di perairan pantai timur Provinsi Aceh menindaklanjuti dengan mencari kapal target.

Kapal patroli akhirnya menemukan kapal target berada pada posisi 55 mil timur laut Peureulak, Aceh Timur. Tim bea cukai mendekati kapal berbendera Indonesia tersebut. 

“Kapal dalam posisi miring, tidak tampak seorang pun dari kapal tersebut. Sejumlah personel satuan tugas ditugaskan menaiki kapal kayu tersebut,” kata Isnu Irwantoro.

Setelah personel satuan tugas menaiki dan menggeledah, tidak seorang pun ditemukan di kapal dengan nama lambung KM Milenium tersebut. Petugas menemukan  1.02 kardus berisi 10,2 juta batang rokok merek Luffman yang tidak dilekati cukai.

Petugas bea cukai mencari nakhoda beserta anak buah kapal di perairan sekitar, namun tidak ditemukan. Kemudian, kapal beserta muatan rokok impor ilegal ditarik ke Pelabuhan Kuala Langsa untuk proses hukum lebih lanjut.

Isnu Irwantoro menyebutkan potensi kerugian negara di sektor perpajakan akibat penyelundupan rokok impor tersebut mencapai Rp11,346 miliar.

Sanksi hukum tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan.

Ancaman hukuman paling singkat satu tahun penjara dan paling lama 10 tahun penjara serta pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

“Sanksi hukum ini diberikan agar masyarakat tidak menyelundupkan barang secara ilegal. Serta melindungi pelaku usaha dalam negeri dan meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak maupun cukai,” kata Isnu Irwantoro. | ANT 

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: