Connect with us

KHASANAH RAMADHAN

5 Keistimewaan Orang Puasa yang Disampaikan Rasulullah  

Published

on

ACEHTIMES.ID – JAKARTA— Suatu saat pada Ramadhan, selepas melaksanakan sholat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam berbagi sapa dan berbincang-bincang tentang ilmu (Muzakarah) dengan para sahabat tentang berbagai hal. Di antara para sahabat yang hadir adalah Abu Hurairah RA.

“Sahabat yang satu ini (Abu Hurairah) terkenal sebagai penutur hadits terkemuka. Dia bernama lengkap Abdurrahman Ibn Sakhr. Dia berasal dari marga Sulaim Ibn Fahm dari suku Azd, Yaman, dan lahir di Madinah,” kata Syekh Ahmad Rofi Usmani dalam bukunya Pesona Ibadah Haji.

Sebelum memeluk Islam, nama Abu Hurairah adalah Abd Al-Syams yang berarti Hamba Matahari. Setelah memeluk Islam lewat tangan Al-Taufail Amr kepala marganya yang datang bersamanya ke Makkah untuk menyatakan syahadat namanya diganti Rasulullah menjadi Abdurrahman yang berarti hamba yang Mahapengasih.

Namun, dia lebih dikenal dengan sebutan Abu Hurairah (Bapak Kucing Kecil) karena begitu menyayangi kucing kecil, yang selalu dibawanya ke mana pun dia melangkah. Ia sendiri baru datang ke Madinah pada tahun ke-7 Hijriyah ketika terjadi perang khaibar setelah menetap di kota Nabi. “Dia hidup bersama Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam selama sekitar empat tahun,” katanya.

Selama itu pula dia hampir selalu menyertai beliau karena tidak berdagang sebagaimana kaum Muhajirin dan tidak menggarap ladang sebagaimana kaum Anshor. Karena kehidupannya sangat dekat dengan Nabi setelah beliau wafat, kemudian terkenal sebagai sahabat yang paling banyak menuturkan hadits Nabi.

Selepas memperbincangkan berbagai hal, yang didengar dengan seksama oleh Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam berkata:

“Sahabat-sahabatku! Umatku, berkenaan dengan puasa yang mereka laksanakan, dikaruniakan Allah Subhanahu Wa Ta’alalima hal istimewa yang belum pernah dianugerahkan kepada umat-umat sebelum mereka.”

Pertama bau mulut orang yang berpuasa lebih semerbak, di sisi Allah ketimbang harum wewangian.

Kedua, ikan-ikan di lautan memohonkan ampun bagi mereka hingga mereka berbuka puasa.

Ketiga, setiap hari Allah menghiasi surganya, kemudian berfirman sebentar lagi hamba-hamba-Ku yang saleh akan dilepaskan dari kesusahan yang menimpa mereka dan mereka akan datang kepadamu.

Keempat, setan-setan jahat akan dibelenggu supaya tidak dapat bebas menggoda mereka sebagaimana yang bisa mereka lakukan di luar bulan Ramadhan.

Kelima, pada malam terakhir bulan Ramadan, mereka yang berpuasa akan diampuni.

“Wahai Rasulullah Apakah malam itu Lailatul Qadar? Tanya salah seorang di antara para sahabat. “Bukan. Ia layaknya upah yang diterima pekerja setelah menyelesaikan pekerjaannya.” jawab Rasulullah.  | ROI

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KHASANAH RAMADHAN

Doa 10 Hari Terakhir Ramadhan yang Diajarkan Nabi ke Aisyah

Published

on

Ilustrasi | foto net

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Dengan hampir berakhirnya bulan Ramadhan, umumnya umat Islam ingin memfokuskan diri untuk melaksanakan ibadah sebaik mungkin agar meraup banyak pahala. Terutama, di 10 hari terakhir Ramadhan di mana di waktu inilah Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam pernah mengajarkan doa kepada Sayyidah Aisyah.

Dilansir di Masrawy, Jumat (7/5), dalam sebuah siaran langsung yang digelar melalui laman resmi Dar Al-Ifta Mesir, terdapat sebuah pertanyaan mengenai doa apa yang terbaik kepada Allah di 10 hari terakhir Ramadhan? Sekretaris Fatwa Dar Al-Ifta Mesir kemudian mengutip sebuah hadits.

Bahwasannya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menganjurkan bagi umatnya untuk berdoa di malam sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan doa. Nabi bersabda: 

اللَّهُمَّإِنَّكَعَفُوٌّكَرِيمٌتُحِبُّالْعَفْوَفَاعْفُعَنا “Allahumma innaka afuwwun tuhibbul-afwa fa’fu anna.” “Ya Allah ya Tuhan, Engkau Mahapengampun, Engkau menyukai ampunan (kepada setiap makhluk Allah). Karenanya, ampunilah kami.” 

Doa dalam hadits ini diajarkan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam kepada Sayyidah Aisyah tatkala beliau mendatangi Rasulullah dan bertanya langsung tentang doa apa yang dapat ia baca di 10 hari terakhir Ramadhan.

Dijelaskan bahwa, salah satu sifat Allah adalah Yang Mahapengampun. Bahkan kata Al-Afwu (Maha Pengampun) yang disandarkan pada sifat Allah ini disebutkan sebanyak lima kali dalam Alquran. Salah satunya sebagaimana yang termaktub dalam Surat An Nisa 149: 

Lailatul Qadar, Malam Penuh Kemuliaan di Bulan Ramadhan

Sejumlah jamaah membaca Al-Quran saat malam Lailatul Qadar pada bulan suci Ramadhan.

إِنْتُبْدُواخَيْرًاأَوْتُخْفُوهُأَوْتَعْفُواعَنْسُوءٍفَإِنَّاللَّهَكَانَعَفُوًّاقَدِيرًا

In tubdu khairan aw tukhfuhu aw ta’fuw an suu-in fa-innallaha kaana afuwwan qadiran.”

Yang artinya: “Jika kamu melahirkan suatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahakuasa.”

Continue Reading

KHASANAH RAMADHAN

Lima Amalan Terbaik Saat Itikaf Ramadhan

Published

on

Ilustrasi jamaah iktiqaf | foto net

ACEHTIMES.ID – “Itikaf adalah cara yang paling baik untuk meramaikan masjid, juga sarana menghormati bulan suci Ramadhan secara indah,” kata Chandra Nila Murti Dewojati dalam bukunya “Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar”

Candra mengatakan, sedikitnya ada lima amalan terbaik yang dilakukan oleh orang sedang beritikaf di antaranya adalah:

1. Shalat.

Sholat, ini tentu dalah ibadah pokok yang paling utama dan yang paling besar pahalanya, juga yang dianjurkan untuk diperbanyak dilakukan karena menurut Al-Kubaisi, sholat merupakan hubungan langsung antara dua pihak yakni seorang hamba dengan Khaliqnya. Apa lagi sholat merupakan tiangnya agama.

2.Banyak Membaca Alquran.

Dengan membaca Alquran hati akan menjadi tenang, juga mendapatkan jaminan untuk mendapatkan syafaat dari hari kiamat kelak. Hal ini seperti sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam . “Bacalah oleh kalian Alquran karena sesungguhnya Alquran itu akan datang menghampiri kalian yang di hari kiamat sebagai syafaat. (HR.Muslim).

3. Memperbanyak Zikir, Tasbih, Tahmid, Tahli, Istighfar, dan sebagainya.

Menurut para ulama, dzikir merupakan ibadah khusus untuk bertaqarrub aktivitas mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala  Maka dengan menyibukkan diri dengan dzikir saat itikaf tak pelak akan memperoleh pahala yang berlipat lipat.

Allah Subhanahu wa ta’ala akan mengingat hambanya yang mengingatnya, seperti firman Allah SWT dalam surat Albaqarah ayat 152 yang artinya.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.”

4. Bershalawat atas nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam

Karena salawat ini merupakan salah satu sebab turunnya rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala bahkan berlipat rahmat-Nya. Seperti wabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam

“Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan memberinya Rahmat 10 kali.” (HR.Muslim)

5. Upayakan mengurangi bersosialisasi saat beritikaf di Bulan Ramadhan.

Menurut beberapa ulama bila bisa sampai itikaf sampai menjelang Idul Fitri dan keesokan harinya keluar dari Masjid langsung menuju tempat tidur Idul Fitri, akan lebih baik karena menyambung satu ibadah dengan ibadah lainnya. Sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam

“Barangsiapa bangun untuk beribadah pada dua malam dengan mengharapkan pahala dari Allah maka Allah tidak akan mematikan batinnya pada saat dimatikan semua hati.” |ROI

Lima Amalan Terbaik Saat Itikaf Ramadhan

ACEHTIMES.ID – “Itikaf adalah cara yang paling baik untuk meramaikan masjid, juga sarana menghormati bulan suci Ramadhan secara indah,” kata Chandra Nila Murti Dewojati dalam bukunya “Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar”

Candra mengatakan, sedikitnya ada lima amalan terbaik yang dilakukan oleh orang sedang beritikaf di antaranya adalah:

1. Shalat.

Shalat, ini tentu dalah ibadah pokok yang paling utama dan yang paling besar pahalanya, juga yang dianjurkan untuk diperbanyak dilakukan karena menurut Al-Kubaisi, shalat merupakan hubungan langsung antara dua pihak yakni seorang hamba dengan Khaliqnya. Apa lagi shalat merupakan tiangnya agama.

2.Banyak Membaca Alquran.

Dengan membaca Alquran hati akan menjadi tenang, juga mendapatkan jaminan untuk mendapatkan syafaat dari hari kiamat kelak. Hal ini seperti sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam . “Bacalah oleh kalian Alquran karena sesungguhnya Alquran itu akan datang menghampiri kalian yang di hari kiamat sebagai syafaat. (HR.Muslim).

3. Memperbanyak Zikir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar, dan sebagainya.

Menurut para ulama, dzikir merupakan ibadah khusus untuk bertaqarrub aktivitas mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala  Maka dengan menyibukkan diri dengan dzikir saat itikaf tak pelak akan memperoleh pahala yang berlipat lipat.

Allah Subhanahu wa ta’ala akan mengingat hambanya yang mengingatnya, seperti firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surat Albaqarah ayat 152 yang artinya.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.”

4. Bershalawat atas nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam

Karena salawat ini merupakan salah satu sebab turunnya rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala bahkan berlipat rahmat-Nya. Seperti sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam

“Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan memberinya Rahmat 10 kali.” (HR.Muslim)

5. Upayakan mengurangi bersosialisasi saat beritikaf di Bulan Ramadhan.

Menurut beberapa ulama bila bisa sampai itikaf sampai menjelang Idul Fitri dan keesokan harinya keluar dari Masjid langsung menuju tempat tidur Idul Fitri, akan lebih baik karena menyambung satu ibadah dengan ibadah lainnya. Sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam

“Barangsiapa bangun untuk beribadah pada dua malam dengan mengharapkan pahala dari Allah maka Allah tidak akan mematikan batinnya pada saat dimatikan semua hati.” |ROI

Continue Reading

KHASANAH RAMADHAN

Lailatul Qadar Malam Spesial untuk Umat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam

Published

on

Ilustrasi | foto net

ACEHTIMES.ID – Malam lailatul qadar menjadi malam yang mendapat tempat spesial di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala Sehingga Allah menyiapkan pada malam tersebut ampunan-Nya yang sangat besar juga ganjaran pahala lainnya.

Sangat disayangkan jika seorang Muslim melewatkan kesempatan yang spesial ini,” kata Ustadz Ahmad Zarkasih dalam bukunya Meraih Lailatul Qadr Haruskah Itikaf.

Ustadz Ahmad mengatakan, salah satu pendapat yang masyhur, bahwa malam tersebut ialah malam yang sangat mulia, kemualiannya lebih baik dari malam 1.000 bulan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Qadr ayat 3.

“Artinya jika seorang Muslim beribadah pada malam tersebut, berarti ia mendapat fadhilah ibadah selama 83 tahun lebih, sedangkan belum tentu seorang Muslim bisa hidup selama itu,” katanya.

Ustdaz Ahmad Zarkasih mengatakan, Allah telah menyiapkan pahala itu untuk umat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam  di malam terakhir Ramadhan. Dan tentu saja kemualiaan yang besar tidak begitu saja mudah didapatkan.

“Perlu usaha dan upaya yang maksimal guna mendapatkannya,” katanya. | ROI

 

 

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: