Connect with us

DIWANA

Aceh Promosikan Air Terjun di Arabian Travel Market Dubai

Acehtimes

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH – Kalangan pelaku pariwisata Aceh yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) mempromosikan wisata air terjun dan arung jeram pada Arabian Travel Market yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, 16-19 Mei mendatang

Ketua ASPPI Aceh Besar Afri Rizki yang dihubungi dari Banda Aceh, Selasa, mengatakan Arabian Travel Market diikuti puluhan negara merupakan pertemuan tahunan pelaku pariwisata di dunia.

“Kami dari Aceh difasilitasi Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif bersama 20 perwakilan Indonesia mengikuti kegiatan tersebut. Ini kesempatan mengampanyekan wisata alam, terutama air terjun dan arung jeram di Dubai,” kata Afri Rizki.

Menurut Afri Rizki, dipilihnya wisata air terjun dan arung jeram karena Aceh memiliki destinasi pariwisata tersebut dan tidak ada di negara-negara Arab, seperti Uni Emirat Arab.

“Kalau mempromosikan destinasi lainnya, seperti masjid dan lainnya mereka sudah punya. Tapi, kalau air terjun, sungai, dan arung jeram mereka tidak punya. Ini keunggulan Aceh,” kata Afri Rizki.

Adapun wisata air terjun di Aceh yang dipromosikan dalam kegiatan Arabian Travel Market di Dubai, di antaranya air terjun di Kabupaten Bener Meriah, di Kabupaten Aceh Jaya, arung jeram di Kabupaten Pidie dan di Kabupaten Aceh Tenggara.

Ketua ASPPI Aceh Besar tersebut mengatakan untuk mengikuti Arabian Travel Market hanya dibantu tiket pesawat ke Dubai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sedangkan biaya akomodasi seperti penginapan dan makanan selama di Dubai, Uni Emirat Arab menggunakan dana sendiri. Sementara, bantuan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tidak ada, kata Afri Rizki.

“Padahal, yang kami promosikan pariwisata Aceh. Kendati tidak ada dukungan, kami tetap mengikuti Arabian Travel Market demi memajukan pariwisata di provinsi ujung barat Indonesia tersebut,” kata Afri Rizki. | antara

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DIWANA

Kunjungi Sabang, Sandiaga Uno Harap BPKS Ciptakan Event Bertaraf Internasional

Acehtimes

Published

on

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparkraf) Sandiaga Uno berharap Badan Pengusahan Kawasan Sabang (BPKS) bersama Pemerintah Kota Sabang dapat menciptakan event-event bertaraf Internasional. | foto ist

ACEHTIMES.ID | SABANG – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparkraf) Sandiaga Uno berharap Badan Pengusahan Kawasan Sabang (BPKS) bersama Pemerintah Kota Sabang dapat menciptakan event-event bertaraf Internasional.

 “Dengan potensi wisata yang ada di Sabang saat ini diharapkan dapat membangkitkan pengembangan ekonomi kreatif bagi masyarakat Sabang,” kata Sandiaga Uno, di Tugu Kilometer (KM) Nol Sabang, Sabtu, 1 Mei 2021.

 Sandiaga menyampaikan, setelah mengunjungi Tugu Kilometer (KM) Nol Sabang, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BPKS untuk dapat menarik sebanyak mungkin Investor di sektor pengembangan pariwisata di Sabang.

“Kita akan terus mendorong pihak-pihak terkait di daerah seperti BPKS dan Pemko Sabang dan terus berkoordinasi untuk menciptakan event-event Nasional maupun Internasional yang nantinya akan mendongkrak Pariwisata dan ekonomi kreatif di Sabang,” ujarnya.

 Selain Tugu Kilometer Nol, Sandiaga Uno beserta rombongan juga mengunjungi dan melihat langsung sejumlah objek wisata lainya seperti kawasan Marina Lhokweng,Teupin Layeu Iboeh yang dinilai sangat berpotensi untuk di kembangkan.

“Jadi tadi membahas beberapa spot yang sudah ditunjukkan, seperti marina dan lokasi untuk dibangun reasort maupun hotel, untuk itu saya akan berkoordinasi langsung kepada beberapa Inovestor untuk kelanjutan dari kunjungan ini,” ucap Sandiaga.


 Menurutnya, Kota Sabang juga memiliki alam yang sangat indah, yang sangat cocok untuk diadakan event Bahari, sport, Turism, dan lain sebagainya karena alamnya yang sangat mendukung. Maka dari itu, potensi-potensi tersebut akan dikemas dan akan dilengkapi.


“Seperti apa intensif yang diperlukan dengan menargetkan realisasi investasi sehingga kolaborasi dengan BPKS bisa diwujudkan. Pariwisata harus kita pulihkan mulai dari tepian paling barat Indonesia kita suarakan kepada dunia bahwa kita membuka peluang investasi kerja seluas-luasnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnain, meminta Kemenparekraf mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata Kawasan Sabang, seperti melalui dukungan investor potensial yang sesuai oleh Kemenparekraf, dan juga event-event internasional seperti cycling competition.

 “Kita berharap dukungan Pemerintah pusat melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif khususnya yang membutuhkan infrastruktur fisik seperti pengembangan resort di Lhok Weng, pengembangan themepark di kawasan taman wisata Iboih dan pengembangan Marina yacht serta pembagunan Resort di Pulau Klah,” kata Iskandar. |

Continue Reading

DIWANA

Sandiaga sebut Aceh opsi berwisata bagi wisatawan nusantara

Acehtimes

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno menyatakan Provinsi Aceh merupakan salah satu opsi tujuan wisata bagi wisatawan nusantara selama pandemi COVID-19.

“Kita ketahui bahwa Aceh memiliki banyak sekali potensi, dan untuk wisatawan nusantara ini merupakan satu opsi untuk berkunjung, yang sangat-sangat berpotensi,” kata Sandiaga Uno di Banda Aceh, Sabtu.

Tentunya, dia melanjutkan, berwisata saat ini harus mengikuti panduan protokol kesehatan yang lengkap dan disiplin, baik bagi pelaku usaha wisata maupun para wisatawan.

Kunjungan wisatawan nusantara menjadi salah satu satu yang ditargetkan Kemenparekraf RI dalam membangkitkan ekonomi pariwisata di tengah pandemi COVID-19.

“Kita punya 5 juta kelas menengah wisata nusantara baru yang sekarang ini memiliki opsi utama untuk berwisata di Indonesia aja, ini yang akan kita targetkan,” katanya.

Sandiaga Uno bersama istrinya Nur Asia tiba di Aceh sekitar pukul 10.17 WIB pada Sabtu. Ia direncanakan berada di provinsi paling barat Indonesia itu hingga Minggu (2/5) besok, dan akan meninjau beberapa destinasi wisata di Banda Aceh, Aceh Besar dan Kota Sabang.

Kunjungan kerja ke daerah Tanah Rencong itu sebagai upaya dalam membangkitkan sektor pariwisata dengan panduan protokol kesehatan.

Kemudian juga sebagai langkah untuk membangkit ekonomi kreatif yang juga sangat berdampak selama pandemi, apalagi Aceh menurut dia memiliki produk kreatif unggulan.

“Kita ingin produk-produk ekonomi kreatif di Aceh ini bangkit,” katanya.

“Salah satunya fashion, seperti yang saya pakai ini, batik dari Aceh dan beberapa produk ekonomi kreatif unggulan lain seperti kopi yang akan kita pasarkan dalam skala dunia dalam bentuk gastronomi,” katanya.

Sandiaga beharap pandemi COVID-19 segera berakhir agar pemerintah bisa melanjutkan agenda pembangunan kedepannya.

“Ini kita gunakan untuk membangkitkan, memulihkan ekonomi, membuka peluang kerja, mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan pandemi ini,” katanya. | antara

 

Continue Reading

DIWANA

Menparekraf Sandiaga Dorong Pariwisata Era Baru Berbasis Alam

Acehtimes

Published

on

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno | foto net

ACEHTIMES.ID | BANTEN – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno mendorong para pelaku usaha wisata untuk mengembangkan konsep wisata era baru berbasis alam terbuka.

“Di masa pandemi sekarang ini, kami mendorong pariwisata era baru berbasis alam terbuka dan wisata minat khusus,” kata Menparekraf Sandiaga Uno saat meresmikan Kampung Agrinek dan pesantren Al ikhlas Argo di Cikeusik Pandeglang, Selasa.

Sandiaga Uno mengatakan, pengembangan pariwisata era baru berbasis alam terbuka yang dikolaborasikan dengan pendidikan dan juga kawasan pertanian, akan menjadi solusi bagi pengembangan wisata di masa pndemi sekarang ini.

“Jadi kalau wisata di alam terbuka seperti ini tidak perlu berdesak-desakan. Bahkan kita bisa menikmati pemandangan alam sekaligus tadabur alam,” kata Sandiaga usai meresmikan kawasan wisata berbasis pendidikan dan pertanian seluas 27 hektare tersebut.

Ia mengutarakan harapannya agar dengan kehadiran Kampung Agrinek atau kawasan wisata berbasis pendidikan dan agro tersebut, bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.


“Dengan kehadiran pesantren-agro ini bisa memberikan kesejahteraan dengan sesuai dengan Islam yang rahmatan lil’alamiin,” kata Sandiaga dan menambahkan, destinasi desa wisata menjadi alternatif wisata pada masa pandemi, karena tren pariwisata akan berubah.


Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf juga menyaksikan penyerahan pengelolaan pesantren Al -Ikhlas Agro dari pemilik kampung Agrinek kepada Ketua Yayasan Pesantren Al Ikhlas Agro yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Prof .KH Nazaruddin Umar.

Sementara KH Nazaruddin Umar mengatakan, pesantren Al-ikhlas Agro Cikeusik Pandeglang merupakan pesantren tahfidz Al quran yang ke tujuh yang dikembangkan dan satu-satunya pesantren yang mendapatkan sertifikat ISO dari sekitar 38 ribu pesantren yang ada.

“Kami akan kembangkan di daerah lain. Pesantren ini berbasis tahfidzul qur’an. Untuk tahun awal ini kami sediakan gratis biaya bagi warga sekitr Cikeusik,” kata Nazaruddin Umar.

Kepaka Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, Kampung Agrinex merupakan suatu model pembangunan pertanian yang bersinergi antara pelaku utama dan pelaku usaha.

Ia mengatakan, agrowisata yang dipadukan dengan Pondok Pesantren akan semakin mengutuhkan proses edukasi lingkungan alam yang dikelola dengan mengedepankan kearifam lokal sehingga akan menghasilkan SDM yang unggul.

“Lebih dari 40 jenis tanaman buah yang dikembangkan di Agrinex ini. Sebagian besar sudah mulai berbuah dan bisa dinikmati,” kata Agus Tauchid. | ANT

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: