Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Bea cukai beri fasilitas kepabeanan untuk pengembangan ekonomi Aceh

Published

on

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh Safuadi | foto antara

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh memberi fasilitas kepabeanan kepada kalangan pengusaha dan industri untuk pengembangan perekonomian di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

“Pemberian fasilitas kepabeanan ini juga dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi nasional,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh Safuadi di Banda Aceh, Kamis.

Menurut Safuadi, pemberian fasilitas kepabeanan tersebut bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pengusaha dan industri di Provinsi Aceh melakukan ekspor. 

Fasilitas kepabeanan yang diberikan tersebut terdiri pembebasan bea masuk maupun penangguhan pembayaran bea masuk serta pajak dalam rangka impor (PDRI).

Selain itu, juga pemberian lima pusat logistik berikat, dua kawasan berikat, tujuh tempat penimbunan sementara, delapan kawasan pabean, dan satu kawasan ekonomi khusus.

“Selain pemberian fasilitas kepabeanan, kami juga berupaya menyukseskan program peningkatan perekonomian Aceh dengan menggali potensi ekspor,” kata Safuadi.

Hasil penggalian potensi tersebut, kata Safuadi, ada beberapa komoditas ekspor, di antaranya pinang, kopi, perikanan, kopi, kelapa serta CPO, minyak nilam, pala, karet, eceng gondok, dan jengkol.

“Kami mengajak kalangan pengusaha untuk mengembangkan komoditas ekspor tersebut guna meningkatkan perekonomian Aceh, sehingga tidak tergantung lagi pada anggaran pemerintah,” kata Safuadi. | antara 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

JAPNAS minta adanya sinergi pengusaha agar ekonomi bangkit

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) meminta adanya sinergi diantara para pengusaha agar kegiatan ekonomi Indonesia dapat pulih dan bangkit.

“Pandemi COVID mengakibatkan tekanan bagi sektor usaha, meski di tahun 2022 kondisi perekonomian diperkirakan akan membaik. Namun untuk pulih diperlukan soliditas pelaku usaha dan sinergi antara pengusaha satu dengan yang lain,” kata Ketua Umum PP JAPNAS Bayu Priawan Djokosoetono dalam pernyataan di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan tanda-tanda pemulihan ekonomi sudah mulai terlihat di triwulan III-2021 yang diperkirakan akan terus berlanjut melalui komitmen bersama antar pengusaha dengan pemangku kepentingan di Indonesia.

Untuk itu, ia mengharapkan kinerja perekonomian pada 2022 bisa mencapai kisaran 5,3 persen seiring dengan mulai membaiknya aktivitas ekonomi maupun penanganan pandemi yang lebih memadai.

“Tahun 2022 diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka 5,3 persen. Prediksi ini cukup menggembirakan bagi sektor usaha. Artinya iklim usaha semakin membaik dan semakin positif,” kata Bayu.

Ia juga memastikan sinergi antara pengusaha dengan pemerintah dapat mengatasi tantangan dalam bidang kesehatan serta sektor kesehatan yang sudah terjalin dengan erat selama pandemi COVID-19.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan terdapat tiga upaya yang bisa dilakukan untuk mengubah tantangan menjadi peluang di era pandemi yaitu digitalisasi, inovasi dan kolaborasi.

“Digitalisasi ini telah dilakukan di dunia pendidikan dan bisnis. Kedua, sektor usaha yang bertahan hanya mereka yang melakukan inovasi. Dan ketiga kolaborasi, gotong royong antara sektor usaha dan pemerintah dalam menangani dampak COVID-19 baik itu di sektor kesehatan maupun ekonomi,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak para pengusaha untuk memanfaatkan peluang serta bersinergi dan bergotong-royong untuk memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi nasional.

“Jika kita saling berkolaborasi, berinovasi, dan mampu memanfaatkan digitalisasi, kami yakin ini akan mampu mengubah tantangan menjadi peluang,” kata Arsjad.

Penyelenggaraan Rakornas JAPNAS ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan untuk melakukan evaluasi program kerja dan dilakukan enam bulan sebelum pelaksanaan Musyawarah Nasional I di Nusa Tenggara Barat | RIL

Continue Reading

EKONOMI & BISNIS

Wabup ajak UMKM di Pidie manfaatkan e-commerce

Published

on

ACEHTIMES.ID | SIGLI – Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud mengajak pelaku usaha yang ada di kabupaten itu untuk memanfaatkan platform e-commerce sebagai ruang baru dalam memasarkan suatu produk atau pun usaha dalam meraih keuntungan.

“Pelaku usaha dapat memasarkan dan menjual produk-produknya secara daring,” kata Fadhlullah saat acara Penguatan UMKM Digital untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Sigli, Senin.

Ia menjelaskan di zaman teknologi semakin canggih, para pelaku usaha tidak perlu lagi memikirkan lapak dagangan dalam melakukan pemasaran karena saat ini hadir platform e-commerce.

“UMKM dapat
memanfaatkan pemasaran digital tersebut agar bisa bersaing dengan produk lainnya yang ada di seluruh kawasan,” katanya.

Menurut dia Pemkab Pidie terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat seperti melakukan pemutakhiran data UMKM, memberikan pelatihan, memberikan keringanan pajak dan pemberian insentif.

“Pemkab Pidie juga memberikan ruang usaha pada area publik milik pemerintah, strategi modal usaha, strategi modal teknologi, kerjasama dengan swasta dalam hal CSR untuk UMKM, penguatan jaringan internet hingga ke pelosok, menyediakan ruang pelayanan khusus di kantor kecamatan untuk satgas digitalisasi UMKM serta menjamin kemudahan ekspor produk UMKM,” katanya.

Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan, Irbar Samekto mengatakan, saat ini etalase ekonomi Indonesia mulai diisi oleh perusahaan rintisan berbasis digital (start up).

“Terdapat lima kasta start up dengan valuasi terbesar, dimulai dari Gojek dengan valuasi mencapai 10 Milyar Dollar AS, Tokopedia dengan valuasi mencapai tujuh Milyar Dollar AS, OVO dengan valuasi mencapai 2,9 Milyar Dollar AS, Bukalapak dengan valuasi 2,5 Milyar Dollar AS dan Traveloka dengan valuasi sebesar Dua Milyar Dollar AS,” kata Irbar Samekto. | antara

Continue Reading

EKONOMI & BISNIS

Walikota Gagas Banda Aceh Jadi Kota Kopi Dunia

Published

on

Ilustrasi | foto net

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menggagas ibu kota Provinsi Aceh itu 
sebagai kota kopi dunia karena warung kopi di di daerah itu semakin menjamur dan telah memberikan dampak banyak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Banda Aceh tidak punya wilayah pertanian dan perkebunan, tetapi sangat bergantung pada sektor dagang dan jasa. Karena itu, kami akan gagas Banda Aceh sebagai kota kopi dunia,” kata Aminullah Usman di Banda Aceh, Kamis. 

Aminullah mengatakan saat ini Pemkot Banda Aceh terus berkonsentrasi untuk mengembangkan sektor pariwisata dan kuliner. Dirinya melihat dunia usaha jasa tersebut telah membantu banyak warga keluar dari pengangguran.

Sejauh ini, kata Aminullah, usaha warung kopi menjadi andalan di bidang kuliner. Warung kopi sekarang ini terus bertambah, sehingga menguntungkan banyak pihak.

“Seribu warung kopi ini telah menghipnotis siapa saja yang berkunjung ke Banda Aceh. Rasanya belum ke Banda Aceh kalau belum menikmati nikmatnya kopi terbaik di dunia,” ujarnya. 

Aminullah menuturkan warung kopi senantiasa telah menciptakan peluang kerja baru. Selain itu juga memberi pemasukkan besar bagi daerah dan juga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Selama pandemi, kata Aminullah, Pemkot Banda Aceh turut memberi dukungan penuh terhadap pengusaha warung kopi. Langkah itu juga tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) 51 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan COVID-19. 

Peraturan tersebut, lanjut Aminullah, memberi kerenggangan terhadap pengusaha warung kopi, mereka tetap diizinkan membuka usaha dengan menjalankan sistem take away.

Selain itu, Aminullah menyatakan bahwa pemerintah juga tidak pernah berhenti memberikan bantuan kepada pelaku usaha warung kopi, termasuk modal usaha di tengah pandemi COVID-19 ini. 

“Kami selalu membantu pelaku usaha seperti memberikan modal demi menopang usaha masyarakat di tengah pandemi,” kata Aminullah.

Bentuk dukungan lainnya, Aminullah juga aktif meresmikan warung kopi hasil UMKM lokal warga Banda Aceh. Serta selalu mempromosikan kopi khas Aceh ke mata dunia dalam berbagai kesempatan. | antara

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: