Connect with us

LINTAS ACEH

BMKG Perkirakan Ada Hujan Ringan Seluruh Aceh Pada Idul Fitri Kali ini

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah Aceh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah atau 2020 Masehi.

“Aceh hujan ringan hingga sedang saat lebaran nanti,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Metrologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Zakaria Ahmad yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis.

Zakaria menyebutkan hujan ringan hingga sedang tersebut berpotensi merata di seluruh wilayah Aceh. Namun, waktu hujan berbeda-beda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

“Potensi hujan paling lama terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Tengah,” kata Zakaria Ahmad menyebutkan.

Menyangkut dengan angin, Zakaria menyebutkan kecepatan angin hingga tiga hari ke depan masih dalam kategori menengah, mencapai hingga 40 kilometer per jam. 

Namun, yang perlu diwaspadai ketinggian gelombang mencapai empat meter. Gelombang empat meter tersebut berpotensi di Samudera Hindia bagian barat atau di perairan selatan Sabang, Pulau Weh.

BMKG “Sedangkan gelombang di perairan barat selatan Aceh berkisar 1,25 meter hingga tiga meter. Kami mengimbau nelayan maupun pelayaran mewaspadai gelombang tinggi tersebut,” kata Zakaria Ahmad. | Ant 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LINTAS ACEH

Setelah Sertijab, Kanwilkumham Aceh Langsung Sambangi Ombudsman

Published

on

Acehtimes.id | Banda Aceh – Ombudsman RI Perwakilan Aceh kembali menerima tamu dari Kementerian Hukum dan HAM. Kali ini kunjungan langsung dipimpin oleh Kakanwil Kumham Aceh Heni Yuwono beserta para jajaran.

 

“Ini merupakan anjangsana yang pertama setelah saya serah terima jabatan dengan pejabat lama, silaturrahmi antara Kemenkumham dengan Ombudsman sudah sangat baik” sebut Heni saat di Kantor Ombudsman Aceh pada Rabu (6/1)

 

“Kemenkumham sendiri adalah pihak yang memberikan layanan, dan Ombudsman selaku pengawas eksternal. Selanjutnya saat ini kita sedang berproses untuk pencanangan zona integritas (ZI) untuk semua bidang, jadi butuh dukungan dan bimbingan dari pihak Ombudsman” tambah Heni Yuwono.

 

Sementara Dr. Taqwaddin Husin Kepala Ombudsman Aceh menyambut baik kunjungan Kanwil Kumham Aceh beserta jajaran. Hubungan antara Ombudsman dengan Kemenkumham sangat harmonis, namun demikian pengawasan tetap berjalan seperti biasa.

 

“Kami sangat tersanjung, karena ini merupakan anjangsana Kanwil Kumham yang baru langsung pertama ke Ombudsman Aceh” kata Taqwaddin dalam penyambutannya.

 

“Kehadiran Ombudsman adalah untuk mengawasi pelayanan publik, jadi kami tetap menjalankan fungsi mengawasi sebagaimana perintah UU No 37 Tahun 2008, walaupun antara kita mempunyai hubungan yang baik dan harmonis. Dan perlu saya tambahkan bahwa fungsi pengawasan dari kami justru agar terjadinya peningkatan kualitas pelayanan publik oleh jajaran Kemenkumham Aceh,” lanjut Taqwaddin.

 

Taqwaddin berharap, pihak dari Kanwil Kumham beserta jajaran dalam memberikan layanan lebih meningkatkan integritas.

 

“Ini penting kami sampaikan bahwa peningkatan integritas perlu ditingkatkan, guna meningkatkan kepuasaan masyarakat, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan publik. Baik itu di Lapas maupun di Imigrasi. Sehingga masyarakat terlayani dengan baik dan masuk dalam zona integritas” tutup Taqwaddin. |ASLP|

Continue Reading

LINTAS ACEH

Ombudsman: 2020 Terima Sebanyak 168 Laporan

Published

on

Acehtimes.id | Banda Aceh – Ombudsman RI Perwakilan Aceh Tahun 2020 menerima 168 pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat. Berdasarkan data, laporan yang terbanyak masih di dominasi tentang kepegawaian. Selanjutnya diikuti oleh laporan terkait pemerintahan desa dan urusan pertanahan.

 

“Berdasarkan data akhir 2020, laporan yang masuk ke kami sebanyak 168 laporan dugaan maladministrasi” kata Taqwaddin Kepala Ombudsman Aceh pada Kamis (31/12)

 

“Selanjutnya laporan yang terbanyak masih didominasi oleh kepegawaian, kemudian permasalahan desa dan pertanahan” lanjut Taqwaddin.

 

Berdasarkan data sistem informasi penyelesaian laporan (simpel) Ombudsman RI Perwakilan Aceh, kepegawaian mencapai 38 laporan atau 22%, permasalahan desa 24 laporan atau 14%, pertanahan 20 laporan atau 12%, selanjutnya pendidikan 12 laporan yaitu 7%, kesehatan 10 atau 6%. Permasalahan tersebut yang menjadi top five atau masuk dalam kategori lima besar laporan di Ombudsman Aceh.

 

“Ini hampir sama dg Ombudsman Perwakilan lainnya, yang mana laporan terbanyak yaitu kepegawaian, desa, dan agraria” lanjut Taqwaddin.

 

Kemudian, untuk dugaan maladministrasi terbanyak yaitu penundaan berlarut, selanjutnya penyimpangan prosedur, tidak memberikan layanan, dan tidak patut.

 

Untuk instansi yang paling banyak dilaporkan yaitu pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah, selanjutnya pemerintahan tingkat desa.

 

“Ini masih sama seperti tahun lalu, yaitu pemda yang menjadi terlapor paling banyak” kata Kepala Ombudsman Aceh.

 

“Laporan tahun ini lebih meningkat dari tahun sebelumnya, ini membuktikan bahwa tingkat kepedulian publik dan kemauan masyarakat melapor sudah lebih baik. Dan rata-rata pelapor datang secara langsung ke Kantor Ombudsman” imbuhnya lagi.

 

“Untuk tingkat penyelesaian laporan, Ombudsman Aceh Alhamdulillah mencapai 91%, sesuai dengan target. Seharusnya bisa selesai semuanya atau paling sedikit 98%, namun karena kondisi covid dan beberapa pegawai Ombudsman sempat terpapar virus tersebut, sehingga kantor sempat tutup satu minggu dan kemudian masuk dengan sistem shif atau bergantian” sebutnya lagi.

 

Untuk Tahun 2021, Ombudsman Perwakilan Aceh akan mendorong pemerintah untuk meningkat pelayanan pendidikan, kesehatan, perumahan rakyat, ketertiban dan kesejahteraan sosial.

 

“Tahun 2021 nanti, kita akan mendorong pemerintah untuk mengutamakan pada layanan pendidikan, perumahan untuk dhuafa, dan kesejahteraan sosial. Hal ini sesuai dengan Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah” ujar Taqwaddin.

 

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada insan Ombudsman Aceh yang telah bekerjasama dalam menyelesaikan laporan masyarakat dan kepada semua pihak yang telah membantu Ombudsman selama ini, semoga Tahun 2021 nanti akan lebih baik lagi” tutup Taqwaddin. |ASLP|

Continue Reading

LINTAS ACEH

Lewat Satria, Kader Gerindra Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

Published

on

Acehtimes.id | Lhoksukon – Kader Partai Gerindra Aceh menyalurkan sembako kepada masyarakat Aceh Utara yang terdampak bencana banjir hingga berakhirnya fase tanggap darurat banjir, (29/20).

 

Penyaluran sembako untuk korban bencana banjir di Aceh Utara dan Aceh Timur, awal mula penyaluran dilakukan oleh TA. Khalid beserta dengan rombongannya. Kemudian penyaluran diikuti oleh DPRK Aceh Utara dan DPRA Fraksi Partai Gerindra Aceh wilayah pemilihan Dapil 5.

 

Karena wilayah terdampak bencana banjir yang begitu luas, maka seluruh kader dari Partai Gerindra Aceh ikut bahu membahu menyalurkan sembako kepada korban bencana banjir di Aceh Utara melalui Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Gerindra Aceh. Satria merupakan sayap partai tertua dan terbesar di Partai Gerindra Aceh.

 

“Untuk pembagian sembako diakhir tanggap darurat banjir tidak sama dengan penyaluran pada awal terjadinya fase tanggap darurat”, Ungkap TA. Khalid sebagai Anggota DPRRI dari Fraksi Partai Gerindra wilayah pemilihan Dapil 2 Aceh.

 

“Kalau diawal tanggap darurat, penyaluran sembako itu jumlahnya sangat banyak dan pada akhir tanggap darurat penyalurannya jumlahnya berkurang karena dipengaruhi oleh situasi dan kondisi dilapangan”. Lanjut TA. Khalid yang merupakan Ketua Partai Gerindra Aceh.

 

Aswadi menyampaikan “terimakasih atas dukungan dan partisipasi seluruh kader Partai Gerindra Aceh yang telah bergotong royong untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh Utara yang tertimpa musibah bencana banjir”.

 

Aswadi yang merupakan Wakil Satria Gerindra Aceh juga menyampaikan “terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh kader Partai Gerindra Aceh kepada Satria dalam penyaluran sembako kepada korban bencana banjir. Karena kepercayaan ini tidak dapat dinilai dengan angka”. Tutup Aswadi.|ASLP|

 

 

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: