Connect with us

KHASANAH RAMADHAN

Disbudpar: Festival Ramadhan satu dari tiga top kegiatan di Aceh

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Jamaluddin menyatakan Festival Ramadhan 2021 merupakan satu dari tiga top kegiatan pada tahun itu.

“Festival Ramadhan 2021 menjadi salah satu dari 3 (tiga) Top Event Aceh yang tahun ini, mengusung tema “Wonderful Ramadhan in Aceh,” kata Jamaluddin di sela-sela membuka Festival Ramadhan di Taman Budaya, Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan Aceh dengan ragam atraksi wisata berbasis alam, budaya dan religi telah menyiapkan beragam event Pariwisata di tahun 2021 yang terangkum dalam Calendar of Event (COE) Aceh 2021 dimana terdapat 3 (tiga) di antaranya masuk dalam Kharisma Event Nusantara 2021 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

“Semangat untuk terus memajukan industri pariwisata Aceh dengan menciptakan ragam event wisata menarik dan tematis tidak seharusnya padam di tengah pandemi COVID-19,” katanya.

Menurut dia Tahun 2020 event tersebut sempat ditiadakan akibat tingginya angka kasus Covid-19, dan syukur Alhamdulillah pada tahun ini Festival Ramadhan kembali digelar, dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat melalui prinsip 4 M, yaitu Menjaga Jarak, Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menghindari kerumunan.

Dalam kegiatan tersebut pihaknya menyediakan alat protokol kesehatan di beberapa titik venue acara demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung selama acara berlangsung.

Festival Ramadhan 2021 akan berlangsung selama tujuh hari dengan menyuguhkan berbagai kegiatan islami yang unik dan menarik, seperti musik gambus, komunitas drumer dan perkusi, dalael khairat, kompetisi da’i cilik dan hafis cilik serta tausiah atau kultum sebelum berbuka puasa.

Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan berbagai hiburan islami yang menarik, Festival Ramadhan 2021 juga menyuguhkan Bazaar Kuliner Aceh yang diisi oleh 20 Tenant pengusaha kuliner dan UMKM yang ada di Aceh.| antara

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KHASANAH RAMADHAN

Doa 10 Hari Terakhir Ramadhan yang Diajarkan Nabi ke Aisyah

Published

on

Ilustrasi | foto net

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Dengan hampir berakhirnya bulan Ramadhan, umumnya umat Islam ingin memfokuskan diri untuk melaksanakan ibadah sebaik mungkin agar meraup banyak pahala. Terutama, di 10 hari terakhir Ramadhan di mana di waktu inilah Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam pernah mengajarkan doa kepada Sayyidah Aisyah.

Dilansir di Masrawy, Jumat (7/5), dalam sebuah siaran langsung yang digelar melalui laman resmi Dar Al-Ifta Mesir, terdapat sebuah pertanyaan mengenai doa apa yang terbaik kepada Allah di 10 hari terakhir Ramadhan? Sekretaris Fatwa Dar Al-Ifta Mesir kemudian mengutip sebuah hadits.

Bahwasannya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menganjurkan bagi umatnya untuk berdoa di malam sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan doa. Nabi bersabda: 

اللَّهُمَّإِنَّكَعَفُوٌّكَرِيمٌتُحِبُّالْعَفْوَفَاعْفُعَنا “Allahumma innaka afuwwun tuhibbul-afwa fa’fu anna.” “Ya Allah ya Tuhan, Engkau Mahapengampun, Engkau menyukai ampunan (kepada setiap makhluk Allah). Karenanya, ampunilah kami.” 

Doa dalam hadits ini diajarkan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam kepada Sayyidah Aisyah tatkala beliau mendatangi Rasulullah dan bertanya langsung tentang doa apa yang dapat ia baca di 10 hari terakhir Ramadhan.

Dijelaskan bahwa, salah satu sifat Allah adalah Yang Mahapengampun. Bahkan kata Al-Afwu (Maha Pengampun) yang disandarkan pada sifat Allah ini disebutkan sebanyak lima kali dalam Alquran. Salah satunya sebagaimana yang termaktub dalam Surat An Nisa 149: 

Lailatul Qadar, Malam Penuh Kemuliaan di Bulan Ramadhan

Sejumlah jamaah membaca Al-Quran saat malam Lailatul Qadar pada bulan suci Ramadhan.

إِنْتُبْدُواخَيْرًاأَوْتُخْفُوهُأَوْتَعْفُواعَنْسُوءٍفَإِنَّاللَّهَكَانَعَفُوًّاقَدِيرًا

In tubdu khairan aw tukhfuhu aw ta’fuw an suu-in fa-innallaha kaana afuwwan qadiran.”

Yang artinya: “Jika kamu melahirkan suatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahakuasa.”

Continue Reading

KHASANAH RAMADHAN

Lima Amalan Terbaik Saat Itikaf Ramadhan

Published

on

Ilustrasi jamaah iktiqaf | foto net

ACEHTIMES.ID – “Itikaf adalah cara yang paling baik untuk meramaikan masjid, juga sarana menghormati bulan suci Ramadhan secara indah,” kata Chandra Nila Murti Dewojati dalam bukunya “Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar”

Candra mengatakan, sedikitnya ada lima amalan terbaik yang dilakukan oleh orang sedang beritikaf di antaranya adalah:

1. Shalat.

Sholat, ini tentu dalah ibadah pokok yang paling utama dan yang paling besar pahalanya, juga yang dianjurkan untuk diperbanyak dilakukan karena menurut Al-Kubaisi, sholat merupakan hubungan langsung antara dua pihak yakni seorang hamba dengan Khaliqnya. Apa lagi sholat merupakan tiangnya agama.

2.Banyak Membaca Alquran.

Dengan membaca Alquran hati akan menjadi tenang, juga mendapatkan jaminan untuk mendapatkan syafaat dari hari kiamat kelak. Hal ini seperti sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam . “Bacalah oleh kalian Alquran karena sesungguhnya Alquran itu akan datang menghampiri kalian yang di hari kiamat sebagai syafaat. (HR.Muslim).

3. Memperbanyak Zikir, Tasbih, Tahmid, Tahli, Istighfar, dan sebagainya.

Menurut para ulama, dzikir merupakan ibadah khusus untuk bertaqarrub aktivitas mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala  Maka dengan menyibukkan diri dengan dzikir saat itikaf tak pelak akan memperoleh pahala yang berlipat lipat.

Allah Subhanahu wa ta’ala akan mengingat hambanya yang mengingatnya, seperti firman Allah SWT dalam surat Albaqarah ayat 152 yang artinya.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.”

4. Bershalawat atas nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam

Karena salawat ini merupakan salah satu sebab turunnya rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala bahkan berlipat rahmat-Nya. Seperti wabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam

“Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan memberinya Rahmat 10 kali.” (HR.Muslim)

5. Upayakan mengurangi bersosialisasi saat beritikaf di Bulan Ramadhan.

Menurut beberapa ulama bila bisa sampai itikaf sampai menjelang Idul Fitri dan keesokan harinya keluar dari Masjid langsung menuju tempat tidur Idul Fitri, akan lebih baik karena menyambung satu ibadah dengan ibadah lainnya. Sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam

“Barangsiapa bangun untuk beribadah pada dua malam dengan mengharapkan pahala dari Allah maka Allah tidak akan mematikan batinnya pada saat dimatikan semua hati.” |ROI

Lima Amalan Terbaik Saat Itikaf Ramadhan

ACEHTIMES.ID – “Itikaf adalah cara yang paling baik untuk meramaikan masjid, juga sarana menghormati bulan suci Ramadhan secara indah,” kata Chandra Nila Murti Dewojati dalam bukunya “Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar”

Candra mengatakan, sedikitnya ada lima amalan terbaik yang dilakukan oleh orang sedang beritikaf di antaranya adalah:

1. Shalat.

Shalat, ini tentu dalah ibadah pokok yang paling utama dan yang paling besar pahalanya, juga yang dianjurkan untuk diperbanyak dilakukan karena menurut Al-Kubaisi, shalat merupakan hubungan langsung antara dua pihak yakni seorang hamba dengan Khaliqnya. Apa lagi shalat merupakan tiangnya agama.

2.Banyak Membaca Alquran.

Dengan membaca Alquran hati akan menjadi tenang, juga mendapatkan jaminan untuk mendapatkan syafaat dari hari kiamat kelak. Hal ini seperti sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam . “Bacalah oleh kalian Alquran karena sesungguhnya Alquran itu akan datang menghampiri kalian yang di hari kiamat sebagai syafaat. (HR.Muslim).

3. Memperbanyak Zikir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Istighfar, dan sebagainya.

Menurut para ulama, dzikir merupakan ibadah khusus untuk bertaqarrub aktivitas mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala  Maka dengan menyibukkan diri dengan dzikir saat itikaf tak pelak akan memperoleh pahala yang berlipat lipat.

Allah Subhanahu wa ta’ala akan mengingat hambanya yang mengingatnya, seperti firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surat Albaqarah ayat 152 yang artinya.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.”

4. Bershalawat atas nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam

Karena salawat ini merupakan salah satu sebab turunnya rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala bahkan berlipat rahmat-Nya. Seperti sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam

“Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan memberinya Rahmat 10 kali.” (HR.Muslim)

5. Upayakan mengurangi bersosialisasi saat beritikaf di Bulan Ramadhan.

Menurut beberapa ulama bila bisa sampai itikaf sampai menjelang Idul Fitri dan keesokan harinya keluar dari Masjid langsung menuju tempat tidur Idul Fitri, akan lebih baik karena menyambung satu ibadah dengan ibadah lainnya. Sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam

“Barangsiapa bangun untuk beribadah pada dua malam dengan mengharapkan pahala dari Allah maka Allah tidak akan mematikan batinnya pada saat dimatikan semua hati.” |ROI

Continue Reading

KHASANAH RAMADHAN

Lailatul Qadar Malam Spesial untuk Umat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam

Published

on

Ilustrasi | foto net

ACEHTIMES.ID – Malam lailatul qadar menjadi malam yang mendapat tempat spesial di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala Sehingga Allah menyiapkan pada malam tersebut ampunan-Nya yang sangat besar juga ganjaran pahala lainnya.

Sangat disayangkan jika seorang Muslim melewatkan kesempatan yang spesial ini,” kata Ustadz Ahmad Zarkasih dalam bukunya Meraih Lailatul Qadr Haruskah Itikaf.

Ustadz Ahmad mengatakan, salah satu pendapat yang masyhur, bahwa malam tersebut ialah malam yang sangat mulia, kemualiannya lebih baik dari malam 1.000 bulan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Qadr ayat 3.

“Artinya jika seorang Muslim beribadah pada malam tersebut, berarti ia mendapat fadhilah ibadah selama 83 tahun lebih, sedangkan belum tentu seorang Muslim bisa hidup selama itu,” katanya.

Ustdaz Ahmad Zarkasih mengatakan, Allah telah menyiapkan pahala itu untuk umat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam  di malam terakhir Ramadhan. Dan tentu saja kemualiaan yang besar tidak begitu saja mudah didapatkan.

“Perlu usaha dan upaya yang maksimal guna mendapatkannya,” katanya. | ROI

 

 

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: