Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Gubernur Aceh terima penyerahan kontrak kerja sama Blok B

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Gubernur Aceh  Nova Iriansyah menerima Naskah Asli Kontrak kerja sama Blok “B” di gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Jakarta, Rabu.

“Kita sangat optimistis proses transformasi sistem pengelolaan ini akan berjalan lancar,” kata Nova Iriansyah melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammd Iswanto.

Ia menjelaskan PT. Pertamina Hulu Energi NSB/NSO, selaku pengelola Blok Migas Wilayah Kerja “B” sebelumnya sangat mendukung proses transisi tersebut dengan menyiapkan Tim Pendamping, guna memastikan kelancaran operasional dan produksi.

Ia menjelaskan dukungan tersebut tentunya sangat penting guna memastikan penyaluran gas kepada konsumen berjalan lancar.

Gubernur Aceh berharap produksi Migas Wilayah Kerja Blok B, dapat menjadi pemantik bagi bangkitnya industri berbasis gas yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun – Lhokseumawe dan wilayah Aceh lainnya.

Selanjutnya kata Nova, semua sistem kontrak kerja sama tersebut nantinya dipantau dan diawasi Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2015.

“Pelaksanaan kontrak kerja sama ini akan terukur, transparan dan akuntabel, sehingga sumber daya alam yang dihasilkan dapat di manfaatkan sebagai penggerak pembangunan nasional berkelanjutan,” katanya.

Gubernur Aceh juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri dan segenap jajaran Kementerian ESDM yang telah mendukung proses pengalihan sistem pengelolaan Migas Blok B tersebut.

Nova juga mengucapkan terima kasih atas dukungan PT. Pertamina Hulu Energi NSB/NSO yang tetap aktif memberi pendampingan kepada PT. Pema Global Energy selama proses transisi berjalan.

“Semoga dengan tampilnya PT. Pema Global Energy dalam industri Migas nasional, mampu memperkuat kontribusi Aceh dalam mencapai Program Target Migas Nasional tahun 2030,” kata Nova.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Jendral Kementerian ESDM,  Ego Syahrial, Dirjen Migas Kementerian ESDM beserta para pimpinan di Lingkungan Kementerian ESDM dan pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh.| antara

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Bea cukai beri fasilitas kepabeanan untuk pengembangan ekonomi Aceh

Published

on

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh Safuadi | foto antara

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh memberi fasilitas kepabeanan kepada kalangan pengusaha dan industri untuk pengembangan perekonomian di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

“Pemberian fasilitas kepabeanan ini juga dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi nasional,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh Safuadi di Banda Aceh, Kamis.

Menurut Safuadi, pemberian fasilitas kepabeanan tersebut bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pengusaha dan industri di Provinsi Aceh melakukan ekspor. 

Fasilitas kepabeanan yang diberikan tersebut terdiri pembebasan bea masuk maupun penangguhan pembayaran bea masuk serta pajak dalam rangka impor (PDRI).

Selain itu, juga pemberian lima pusat logistik berikat, dua kawasan berikat, tujuh tempat penimbunan sementara, delapan kawasan pabean, dan satu kawasan ekonomi khusus.

“Selain pemberian fasilitas kepabeanan, kami juga berupaya menyukseskan program peningkatan perekonomian Aceh dengan menggali potensi ekspor,” kata Safuadi.

Hasil penggalian potensi tersebut, kata Safuadi, ada beberapa komoditas ekspor, di antaranya pinang, kopi, perikanan, kopi, kelapa serta CPO, minyak nilam, pala, karet, eceng gondok, dan jengkol.

“Kami mengajak kalangan pengusaha untuk mengembangkan komoditas ekspor tersebut guna meningkatkan perekonomian Aceh, sehingga tidak tergantung lagi pada anggaran pemerintah,” kata Safuadi. | antara 

 

Continue Reading

EKONOMI & BISNIS

Kemenkeu: Penerimaan pajak di Aceh berjumlah Rp1,6 triliun

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI Perwakilan Provinsi Aceh menyatakan penerimaan negara dari pajak penghasilan semester pertama 2021 di provinsi itu mencapai Rp1,6 triliun lebih.

Kepala Kemenkeu Perwakilan Provinsi Aceh Safuadi di Banda Aceh, Senin, mengatakan realisasi penerimaan pajak tersebut sebesar 33,28 persen dari yang ditargetkan Rp4,87 triliun.

“Kontribusi penerimaan pajak dari Aceh itu hanya 0,39 persen secara nasional. Kami terus berupaya penerimaan negara dari pajak tersebut bisa mencapai target pada 2021,” kata Safuadi.

Safuadi yang juga Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh mengatakan penerimaan negara berdasarkan jenis pajaknya, yang terbanyak dari pajak penghasilan.

Selama periode Januari hingga Juni 2021, kata Safuadi, penerimaan pajak penghasilan (PPh) mencapai Rp902 miliar. Kemudian, pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sebesar Rp592 miliar lebih.

Sedangkan penerimaan bumi bangunan atau PBB sektor P3 dan lainnya mencapai Rp87 miliar lebih serta penerimaan pajak lainnya sebesar Rp42,5 miliar,” kata Safuadi menyebutkan.

Safuadi mengatakan sektor administrasi pemerintahan merupakan penyokong utama penerimaan negara dari pajak, mencapai 23 persen. Sektor perdagangan dan eceran sebesar 16,46 persen.

Sedangkan sektor konstruksi sebesar 13,78 persen, jasa Keuangan dan asuransi sebesar 11,74 persen, industri pengolahan 11,45 persen, pertambangan 6,32 persen, serta pertanian, perhutanan, dan perikanan sebesar 5,25 persen.

Secara umum, penerimaan negara dari pajak pada semester pertama 2021 di Provinsi Aceh tumbuh positif sebesar 0,4 persen jika dibandingkan periode yang sama 2020. Dan ini menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung,” kata Safuadi. | antara

Continue Reading

EKONOMI & BISNIS

Perusahaan Milik Ustadz Yusuf Mansur Dapat Kontrak Kerja Senilai 4 Juta Dolar AS

Published

on

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – PT Apel Mas Indonesia dan Senandung Seputih Sdn Bhd Malaysia menandatangani kerja sama FDI (Foreign Direct Investment) senilai 4 juta dolar AS. Kerja sama FDI dengan perusahaan Malaysia akan menjadi bagian dari ekspansi bisnis PT AMI yang tengah berkembang.

PT AMI merupakan perusahaan yang bergerak di industri pengolahan mineral. Berlokasi di kota Bogor, PT AMI menjadi salah satu perusahaan anak bangsa yang akan berkembang pesat.

Meski dbilang masih baru berdiri namun PT AMI telah melakukan pergerakan yang cepat dalam melakukan ekspansi. Mulai dari penyedian kelengkapan fasilitas produksi hingga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

Perusahaan milik Ustadz Yusuf Mansur ini telah mengucurkan investasi ratusan miliar untuk pengembangan produksi. PT AMI juga telah mendapat kepercayaan dari banyak pihak dan diyakini sebagai salah satu perusahaan milik Ustadz Yusuf Mansur yang akan mengalami perkembangan pesat di industrinya.

Baru-baru ini PT AMI juga telah menjalin kerja sama dengan Senandung Seputih Sdn Bhd Malaysia dengan ditandatanganinya FDI senilai 4 juta dolar AS. Proses penandatanganan kontrak dilakukan secara langsung di Rooftop Hall kediaman UYM.

Penandatangan diwakili oleh Direktur Utama PT AMI H. Widi dan CEO Senandung Seputih Syed Zaid Al Hadad.

Direktur Utama PT AMI H. Widi mengatakan bahwa perusahaanya tengah menargetkan pengembangan bisnis, terutama dalam pengadaan fasilitas dan infrastruktur produksi.

“Sebagaimana pesan dari Ustad Yusus Mansyur, setiap bisnis yang dikembangkan tidak hanya untuk profit duniawi semata, tapi juga harus menjadi manfaat bagi umat. Kami yakin dengan berkah dari Allah dan doa-doa masyarakat, PT AMI akan sukses dan berkembang,” kata Widi dalam keterangannya, Senin (28/6/2021).

Sementara perwakilan dari Senandung Seputih Syed Zaid Al Hadad mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan kepercayaan seratus persen kepada tim PT AMI. Ia percaya PT AMI akan dikelola dengan baik dan mampu menjadi perusahaan yang besar.

“Kami kenal baik dengan Ustadz Yusuf Mansur dan kami sangat percaya dengan beliau. Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat dunia dan akhirat. Kami percaya seratus persen tim PT AMI bisa mengelola perusahaan dengan baik dan bertanggung jawab,” kata Syed Zaid.
| SC

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: