Connect with us

NUSANTARA

Gubernur Kepri Positif Corona Sepulang Dilantik di Istana Negara

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Gubernur Kepri Isdianto dinyatakan positif Covid-19. Hasil tes swab terhadap Isdianto telah keluar dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP).

Meski dinyatakan positif corona, kondisj terkini Isdianto relatif baik. Ia meminta agar masyarakat Kepri tidak mengkhawatirkan dirinya.

Dugaan awal, Gubernur Kepri Isdianto terpapar dari pengawal pribadinya yang lebih dahulu dinyatakan positif corona.

Saaat tracing contact akhirnya Isdianto juga dinyatakan positif termasuk satu pengawalnya yang lain.

Pasalnya Isdianto beberapa hari sebelumnya dilantik sebagai Gubernur Kepri definitif di Istana Negara.

Saat itu ia dilantik Presiden Joko Widodo. Isdianto mengatakan, kondisinya sejauh ini baik-baik saja.

“Kondisi saya alhamdulillah baik-baik saja. Masyarakat tidak usah khawatir. Saya juga pastikan kegiatan administrasi pemerintahan akan berjalan,” ujar Isdianto ketika dihubungi Batamnews.co.id (jaringan Suara.com), Jumat (31/7/2020) malam.

Ia sendiri sebenarnya masih sangsi dengan hasil tes swab terbaru.

“Saya sendiri juga masih ragu. Tapi yang jelas kita sudah ambil langkah sebelumnya meminta semua orang yang ikut kegiatan gubernur beberapa waktu lalu tes swab,” ujarnya.

Sebenarnya Isdianto yang baru saja dilantik sebagai gubernur Kepri definitif di Istana Negara sudah melewati rapid tes hingga tes swab sebelum pelantikan itu. Di mana hasilnya negatif.

“Saya pas kegiatan di istana kemarin itu negatif. Tapi yang pasti saya sampaikan jika kondisi saya saat ini baik-baik saja. Saya juga imbau masyarakat Kepri untuk terus menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya menambahkan.[sc]

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NUSANTARA

Black Box Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan

Published

on

Acehtimes.id | Jakarta – Black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara ditemukan. Black box berisi data penerbangan yang bisa digunakan untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

 

Penemuan black box ini dikutip melalui pantauan CNN yang sedang berada di lokasi pencarian di perairan Kepulauan Seribu. Black box diangkut menggunakan KRI Rigel ke Posko JICT, Tanjung Priok, (12/1).

Sriwijaya Air SJ 182 jatuh pada Sabtu (9/1) lalu usai lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Sedianya pesawat nahas tersebut akan menuju Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Data sementara mencatat, pesawat sempat berbelok dari jalur seharusnya sebelum turun tajam dari ketinggian.

 

Black box atau kotak hitam adalah istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan untuk merekam data selama pesawat diterbangkan. Walaupun disebut kotak hitam, nyatanya black box dibalut warna yang terang menyala atau cerah agar mudah teridentifikasi dalam operasi pencarian.

           

Black box terdiri dari dua kombinasi perangkat yaitu CVR (Cockpit Voice Recorder) atau percakapan dalam kokpit pesawat dan FDR (Flight Data Recorder) atau rekaman data penerbangan.

 

FDR terus merekam beragam data tentang semua aspek pesawat saat terbang dari satu tempat ke tempat lain. Sementara CVR merekam percakapan di dek penerbangan dan suara-suara seperti transmisi radio dan alarm otomatis.

 

Black box juga dilengkapi perangkat yang dikenal sebagai Underwater Locator Beacon (ULB). Perangkat tersebut akan aktif segera setelah perekam bersentuhan dengan air dan dapat mengirimkan sinyal dari kedalaman 14.000 kaki.

 

Fungsi alat tersebut adalah guna membantu menemukan black box setelah kecelakaan pesawat yang terjadi di laut.

 

Untuk mempermudah menemukannya, black box sebenarnya tidak berwarna hitam melainkan berwarna oranye terang.

 

Dengan penemuan black box Sriwijaya Air SJ 182 ini diharapkan penyebab kecelakaan pesawat nahas tersebut segara terungkap.|CNN|ASLP|

 

Continue Reading

NUSANTARA

Menhub: Sriwijaya Angkut 62 Orang, 50 Penumpang dan 12 Kru

Published

on

Acehtimes.id | Jakarta – Sriwijaya Air SJY182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1) siang mengangkut total 62 orang, terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan 50 penumpang tersebut terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi.

 

“Total penumpang 50 orang, bersama 12 kru yang terdiri dari 43 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi,” ujar Menhub dalam konferensi pers di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (9/1).

 

Menhub menjelaskan bahwa memang benar telah hilang kontak atas pesawat rute Jakarta-Pontianak tersebut. Sejumlah tim telah dikerahkan, Budi memohon doa restu agar proses pencarian dan penyelamatan berjalan lancar.

 

“Tentu kami turut prihatin atas kejadian ini,” ujar Budi Karya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menjelaskan kronologi dan riwayat penerbangan pesawat. SJY 182, jelas Budi, take off pada pukul 14.36 WIB. Pesawat sempat diberikan izin untuk naik ke ketinggian 29 ribu kaki dengan mengikuti standar.

 

“Pukul 14.40 dalam hitungan second, target SJY182 hilang dari radar,” ungkap Budi.

 

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Pulau Pari Maslawi mengatakan anggotanya yang ikut mencari keberadaan pesawat menemukan sejumlah barang yang diduga bagian dari pesawat tersebut.

 

“Informasi yang saya dapat dari anggota, sepihan kabel halus, rambut, sobekan levis, minyak yang menyembur dari laut ke permukaan,” kata Maslawi saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.

 

“Makanya titik lokasinya diketahui di situ karena ada semburan minyak, ada reruntuhannya juga,” ujarnya.

 

Dia menduga lokasi itu jadi titik jatuhnya pesawat. Menurutnya, jarak tempuh dari Tanjung Kait ke titik tersebut sekitar 30 menit menggunakan perahu nelayan.|CNN|ASLP|

 

Continue Reading

NUSANTARA

Suram Wajah HAM Rezim Jokowi Sepanjang 2020

Published

on

Acehtimes.id | Jakarta – Rekam jejak demokrasi dan kebebasan sipil sepanjang 2020 banyak diwarnai tindakan represif aparat terhadap masyarakat dan penggunaan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

Represifitas aparat utamanya kerap terjadi dalam gelombang aksi demonstrasi mahasiswa, buruh, dan pelajar yang menolak pengesahan UU Omnibus Law. Sementara, penangkapan atas dugaan ujaran kebencian atau Pasal 28 UU ITE beberapa kali terjadi terhadap kelompok oposisi pemerintah.

 

Wakil Direktur Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Rivanlee Anandar menyebut 2020 bahkan lebih suram dari tahun sebelumnya.

 

Saat ditanya mengenai hal positif soal kebebasan sipil sepanjang 2020 atau periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, Rivan bilang pemerintah hanya konsisten dalam kekeliruannya.

 

“Positifnya dia terus konsisten di jalan yang tidak benar… Praktis jadinya tidak ada. Itu, untuk isu demokrasi dan isu kebebasan sipil,” kata Rivan dikutip melalui CNN, Jumat (4/12) malam.

Catatan soal HAM dan kebebasan sipil yang mewarnai sepanjang 2020 dibuka dengan pernyataan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin yang menyebut penembakan aktivis dalam Tragedi Semanggi I dan II 1998 bukan pelanggaran HAM berat.

 

Pernyataan itu diungkapkan Burhanuddin berdasarkan hasil Rapat Paripurna DPR yang menyatakan dua kasus tersebut bukan merupakan pelanggaran HAM berat.

 

“Peristiwa Semanggi I dan Semanggi II, telah ada hasil Rapat Paripurna DPR RI yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan pelanggaran HAM berat,” kata Burhanuddin saat menggelar rapat dengan Komisi III DPR, Jakarta, Kamis (16/1).

 

Belakangan pernyataan itu menuai kecaman, terutama dari keluarga korban. Mereka kemudian melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara pada 12 Mei. Meski Burhanuddin ngotot dengan pernyataannya.

 

“Pernyataan Jaksa Agung menyebabkan keluarga korban sebagai para penggugat mengalami kerugian langsung,” sebagaimana dikutip dari situs Amnesty Internasional Indonesia (AII).|CNN|ASLP|

 

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: