Connect with us

NUSANTARA

Kasus Corona Tembus 111 Ribu, Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa?

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Kasus positif virus corona baru (Covid-19) yang masih terus menanjak dari hari ke hari menjadi materi rapat terbatas (ratas) virtual Presiden Joko Widodo bersama jajarannya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (3/8).

Dalam pengantar ratas hari ini, Jokowi menyinggung jumlah kasus positif corona yang telah mencapai lebih dari 111.455 per Minggu (2/8). Dia mengaku heran dengan kasus positif yang terus melonjak tinggi dan belum diketahui sebab utamanya.

“Saya tidak tahu sebabnya apa? Tetapi suasana pada minggu-minggu terakhir ini kelihatan masyarakat berada pada posisi yang khawatir mengenai covid. Entah karena kasusnya meningkat atau terutama menengah ke atas melihat karena orang yang tidak taat pada protokol kesehatan tidak semakin sedikit tapi semakin banyak,” ungkap Kepala Negara.

Jumlah 111 ribu lebih kasus positif corona di Indonesia ini, lanjut Jokowi, memiliki persentase case fatality rate 4,7 persen, dengan angka kematian yang lebih tinggi 0,8 persen dari angka kematian global.

Hal ini, tegas Jokowi, menjadi PR pemerintah. Namun dari segi case recovery rate di Indonesia, data terakhir yang diterima Jokowi sudah sebesar 61,9 (persen)

“Saya kira juga bagus terus meningkat angkanya (case recovery rate). Oleh sebab itu, pada kesempatan yang baik ini saya ingin agar yang namanya protokol kesehatan, perubahan perilaku di masyarakat betul-betul menjadi perhatian kita,” tuturnya.

Untuk menangani lonjakan kasus positif corona di dalam negeri, Jokowi menginginkan jajaran kementerian terkait dan lembaga negara untuk fokus melakukan sosialisasi pencegahan penularan corona dalam kurun waktu 2 minggu ke depan.

Bahkan Jokowi meminta keterlbatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk menggalakkan sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat. (Rmol)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NUSANTARA

Prabowo akan Bantu Kaki Palsu Buat Yesi Ndun, Bocah SD Berkaki Satu

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Kisah siswi sekolah dasar bernama Stenly Yesi Ndun yang diangkat media massa menyentuh hati Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk membantunya.

Yesi merupakan anak difabel asal Desa Tuapanaf, RT 6, RW 3, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Melalui akun media sosial, juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan apresiasi kepada media yang menulis kisah Yesi sehingga persoalannya dapat diketahui publik.

“Dan, setelah membaca ini, InsyaaAllah Pak Menhan Prabowo akan membantu penyediaan kaki palsu Yessi,” kata Dahnil melalui akun media sosial yang dikutip pada Selasa (22/9/2020).

Sehabis ini, Kementerian Pertahanan akan berkoordinasi dengan pihak Komando Daerah Militer setempat untuk menemui Yesi dan keluarga.

Keluarganya tergolong miskin. Untuk menghidupi keluarga, ayah dan ibunya mencari nafkah ke Pulau Kalimantan (Kompas).

Yessi punya saudara kembar. Namanya Stela Ndun. Selama bapak dan ibu merantau, mereka tinggal bersama kakek dan nenek. Walau kaki tidak lengkap, Yesi tetap semangat belajar. Dia sekolah di SDN Bijaesahan. Jalan kaki dari rumah ke sekolah, Yesi dibantu dengan tongkat kayu.  Yesi berharap punya kaki palsu, tetapi dia mesti bersabar karena keuangan keluarga yang tak mendukung (Kumparan).

Dahnil berterimakasih kepada media yang menginformasikan kabar tersebut. “Terimakasih sebelumnya.” (*)

Continue Reading

NUSANTARA

Setelah Gedung Kejagung, Giliran Gedung Kemensos Kebakaran

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Belum tuntas pengusutan kasus kebakaran gedung Kejagung, perkara serupa terjadi di lantai 3 Gedung Kementerian Sosial (Kemensos) Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, pada Senin dini hari.

Dikutip dalam laman twitter resmi BPBD DKI Jakarta, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 03.55 WIB. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut termasuk jumlah personel yang diterjunkan untuk memadamkan si jago merah

Disebut akibat Korsleting

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial ( Kemensos) Hartono Laras mengatakan, kebakaran yang terjadi di Gedung Kemensos pada Senin (21/9/2020) dini hari disebabkan hubungan arus pendek atau korsleting.

Saat ini, menurut Hartono, kebakaran sudah bisa diatasi.

“Ada korsleting teknisi ruang transit, dan sudah langsung bisa diatasi. Karena sistem (deteksi kebakaran) kita berjalan,” tutur Hartono ketika dikonfirmasi Kompas.com, Senin.

Saat disinggung tentang kerugian atau adakah dokumen penting yang rusak akibat kebakaran, Hartono menyebut hanya satu perangkat saja yang rusak.

“Cuma satu sound (system) saja yang rusak,” ucapnya.

Dia menambahkan, Senin pagi ini pihaknya juga mengagendakan simulasi pencegahan dan pemadaman kebakaran di Gedung Kemensos. []

Continue Reading

NUSANTARA

Komjak Akan Panggil Oknum Jaksa Diduga Telepon Djoko Tjandra

Published

on

Acehtimes.id | Jakarta – Komisi Kejaksaan (Komjak) bakal memanggil oknum jaksa di Kejaksaan Agung  yang diduga sempat berkomunikasi dengan Djoko Tjandra saat masih buron dan berada di Malaysia akhir Juni.

“Kami akan putuskan hari Selasa (18/8), kapan kami layangkan undangan. Karena kalau mengundang orang harus ada alasan kuat,” kata Ketua Komjak Barita Simanjuntak, kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon, Kamis (12/8).

Sebelumnya, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengungkap satu nama pejabat tinggi lain di Kejaksaan Agung yang sempat berkomunikasi dengan Djoko Tjandra saat masih buron di Malaysia.

Komunikasi keduanya dilakukan melalui telepon pada 29 Juni, usai Djoko Tjandra bikin geger karena sempat memasuki Indonesia tanpa diketahui.

Namun, Boyamin enggan menyebut nama sosok pejabat tinggi Kejagung itu. Ia telah menyerahkan bukti komunikasi keduanya ke Komjak pada Selasa (11/8). Dalam laporan itu, dia meminta Komjak menelusuri isi pembicaraan tersebut.

“Ini kan pejabat tinggi di Kejaksaan Agung, menelepon Djoko Tjandra. Saya tidak buka isi materi pembicaraannya apa. Bisa aja dia membujuk untuk pulang,” kata Boyamin lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/8) malam.

Saat ini, lanjut Barita, pihaknya masih menelaah laporan yang dilayangkan MAKI tersebut. Hasil telaah itu nantinya akan menjadi bukti terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum jaksa di Kejagung.

Dalam pemanggilan nanti, Komjak akan meminta klarifikasi terkait komunikasi oknum jaksa seperti yang disebut MAKI dalam laporannya. Namun demikian, pihaknya tidak bisa melakukan langkah lebih jauh, seperti menghadirkan bukti-bukti komunikasi antar keduanya.

Sebab, hal itu bukan lagi menjadi wewenang Komjak, melainkan hak tim penyidik dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung.

“Yang bisa memiliki upaya paksa menghadirkan bukti yang akurat itu adalah penyidikan pro jucticia. Makanya kalau indikasi itu ada bukti-bukti yang kuat secara hukum itu akan menjadi ranahnya penyidikan pro justicia di Polri, Kejaksaan, atau KPK,” ujarnya.

Sebelumnya, salah satu oknum jaksa, Pinangki Sirna Malasari, sudah ditetapkan sebagai tersangka karena pernah berkomunikasi dengan Djoko Tjandra dan diduga menerima suap Rp7 miliar. CNN | ASLP

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: