Connect with us

INTERNASIONAL

Majalah Turki Serukan Pendirian Kekhalifahan Islam Setelah Hagia Sophia Jadi Masjid

Published

on

ACEHTIMES.ID | TURKI – Sebuah majalah Turki kemarin menyerukan pendirian Kekhalifahan Islam setelah bangunan bersejarah Hagia Sophia diubah fungsinya dari museum menjadi masjid.

Di sampul depan majalah “Gercek Hayat” atau “Kehidupan Sejati” itu tertulis “Kini Hagia Sophia dan Turki sudah independen. Mari bersama membangun Kekhalifahan.”

“Jika bukan sekarang maka kapan lagi. Kalau bukan Anda lalu siapa? Sebagian kalangan menyebut “Anda” dalam kalimat itu adalah seruan bagi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mendirikan kekhalifahan Islam.

Dilansir dari laman Al Arabiya, Senin (27/7), sampul depan majalah itu juga memperlihatkan tulisan kalimat syahadat dalam bahasa Arab.

Awal bulan ini Erdogan mengumumkan berubahnya status Hagia Sophia dari yang tadinya museum dan dirikan sebagai gereja pada abad ke-6 Masehi kemudian sekarang menjadi masjid.

Jumat kemarin Hagia Sophia dibuka secara resmi sebagai masjid dengan menggelar salat Jumat berjemaah yang dihadiri Erdogan dan imam besar Turki sebagai khatib Jumat berkhutbah sambil memegang pedang era Kekaisaran Ottoman.

Erdogan Sang Khalifah

Jurnalis Turki Abdurrahman Dilipak yang menyebarkan sampul depan majalah itu di akun Twitternya mengatakan tahun lalu Presiden Erdogan sudah mendapat gelar “khalifah”.

“Kekhalifahan saat ini berada di tangan Presiden Erdogan,” ujar Dilipak dalam wawancara Maret lalu, seperti dikutip kantor berita Ahval.

Erdogan selama ini mencitrakan dirinya sebagai pemimpin umat Islam seperti di zaman Kekaisaran Ottoman Turki yang mengklaim gelar khalifah untuk menunjukkan merekalah penguasa dunia Islam.

Istilah kekhalifahan juga dipakai oleh kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk memperlihatkan ambisi mereka menguasai dunia Islam dengan paham ekstrem.

Majalah yang punya kaitan dengan pemerintah

Gercek Hayat adalah majalah mingguan yang punya hubungan dengan pemerintah Turki, seperti dikatakan mantan anggota parlemen Turki Aykan Erdemir.

Perusahaan yang menerbitkan Gercek Hayat memiliki salah satu dari surat kabar pro-Erdogan di Turki yang selama ini “menerima bantuan ekonomi dari pemerintah dan institusi pro-pemerintah lainnya,” kata Erdemir yang saat ini adalah direktur senior Program Turki di lembaga peneliti Amerika Serikat Yayasan Pertahanan untuk Demokrasi.

Majalah Gercek Hayat juga punya reputasi dalam mengomentari kaum minoritas agama di Turki seperti Kristen dan Yahudi, kata Eedemir.

Pada Mei lalu kelompok minoritas agama di Turki mengecam majalah Gercek Hayat karena mengaitkan tiga tokoh agama dari rabbi Yahudi, Kristen Ortodoks, dan tokoh Armenia, dengan terorisme.

“Kalau pemerintahan Erdogan serius dengan sikap Gercek Hayat yang menyerang kelompok minoritas agama, maka mereka harusnya menghentikan sokongan ekonomi kepada perusahaan penerbit majalah itu,” kata Erdemir. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INTERNASIONAL

Bom Meledak di Jeddah Arab Saudi, Beberapa Orang Terluka

Published

on

Acehtimes.id | Jeddah – Beberapa orang terluka dalam serangan bom  pada upacara peringatan Perang Dunia I yang dihadiri diplomat Eropa di pemakaman non-Muslim di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (11/11).

Insiden itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Prancis.

“Upacara tahunan untuk memperingati berakhirnya Perang Dunia I di pemakaman non-Muslim di Jeddah, yang dihadiri oleh beberapa konsulat, termasuk konsulat Prancis, menjadi sasaran serangan alat peledak pagi ini, yang melukai beberapa orang,” ujar Kemlu Prancis.

“Prancis mengutuk keras serangan pengecut dan tidak bisa dibenarkan ini,” tambahnya seperti dikutip dari AFP.

Bulan lalu, seorang warga Arab Saudi melukai seorang penjaga di konsulat Prancis di Jeddah dengan menggunakan pisau di hari yang sama ketika seorang pria bersenjatakan pisau membunuh tiga orang di sebuah gereja di Nice, Prancis selatan.

Ledakan tersebut terjadi ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi sasaran kemarahan di sebagian besar negara Muslim karena ia bersumpah akan menghadapi radikalisme Islam setelah serangkaian serangan teror melanda Prancis.

Macron dengan gigih mempertahankan hak untuk menerbitkan karikatur Nabi Muhammad yang diterbitkan oleh majalah satire, Charlie Hebdo. Kartun yang sama digunakan oleh guru sejarah di Prancis, Samuel Paty kepada murid-muridnya di kelas dalam pelajaran kebebasan berbicara. Paty kemudian ditmeukan mati terpenggal pada 16 Oktober.

Sikap Macron membuat marah banyak umat Muslim dan memicu aksi protes di beberapa negara. Banyak massa yang membakar foto Macron dan menggaungkan kampanye untuk memboikot produk buatan Prancis. |CNN|ASLP|

Continue Reading

INTERNASIONAL

Media Asing Soroti Kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia

Published

on

Acehtimes.id | Jakarta – Sejumlah media asing turut menyoroti kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab ke Indonesia pada Selasa (10/11).

Media asal Amerika Serikat, Associated Press, membahas kepulangan Rizieq setelah mengasingkan diri selama tiga tahun di Arab Saudi karena tersandung tuntutan pidana, termasuk kasus pornografi.

“Ulama Indonesia terkenal kembali dari 3 tahun pengasingan di Saudi,” demikian judul berita Associated Press.

Dalam berita yang ditulis hari ini, media yang bermarkas di New York tersebut menyoroti ribuan pendukung Rizieq dari mulai pria, wanita, hingga anak-anak yang mayoritas mengenakan jubah putih sembari meneriakkan “Tuhan Maha Besar (Allahu Akbar)”.

Mereka berkumpul memenuhi jalan utama menuju gerbang kedatangan Bandara Soekarno-Hatta dan menghambat lalu lintas di sepanjang jalan menuju bandara.

Lebih lanjut, Associated Press juga menyoroti sederet tuduhan yang menyertai kepergian Rizieq ke Arab Saudi pada 2017 lalu.

Media itu menulis, Rizieq meninggalkan Indonesia pada 2017 untuk menunaikan umrah, tak lama setelah Polri menuduhnya terlibat dengan kasus obrolan pornografi dan dugaan menghina Pancasila.

Namun Polisi lalu membatalkan dua dakwaan itu pada tahun lalu karena lemahnya bukti dan pihak berwenang di Arab Saudi telah melarang Rizieq meninggalkan negara itu tanpa penjelasan apa pun.

Associated Press mengutip keterangan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD yang pekan lalu mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tidak menghalangi Rizieq untuk pulang.

Selain itu, Associated Press turut mengutip pernyataan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel yang menyatakan Rizieq pulang ke Indonesia setelah masuk daftar deportasi.

Selain menyoroti kepulangan Rizieq beserta upaya penyambutannya, media itu juga menyoroti FPI sebagai organisasi yang memiliki catatan panjang perihal pengerusakan, seperti merusak tempat-tempat hiburan malam, melemparkan batu ke kedutaan-kedutaan negara Barat, dan menyerang kelompok-kelompok agama saingan.

Associated Press menyebutkan bahwa FPI ingin hukum Syariah diberlakukan bagi 230 juta Muslim di Indonesia. Organisasi itu juga memiliki pengaruh signifikan melalui kegiatan kemanusiaan.

Dalam artikelnya, Associated Press mencatat bahwa FPI merupakan penyelenggara utama di balik aksi protes besar pada 2016 dan 2017 silam.

“(FPI) adalah penyelenggara utama protes besar-besaran di jalanan pada 2016 dan 2017 terhadap Gubernur Jakarta (Basuki Tjahaja Purnama), yang kemudian dipenjara karena (tuduhan) penistaan agama.”

Laporan Associated Press mengenai kepulangan Rizieq Shihab turut dimuat ulang oleh media-media asing lainnya, termasuk Channel News AsiaABC NewsWashington TimesThe GazetteCityNews TorontoDaily Herald, dan MSN News.

Rizieq Shihab telah kembali ke Indonesia pada Selasa (10/11) pagi. Dia tiba di Bandara Soetta sekitar pukul 08.38 WIB. Selawat dan pekik takbir menggema dari para pendukung yang turut melakukan penyambutan atas kepulangan Rizieq ke tanah air.

Dia bertolak ke Indonesia menggunakan pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV816 pada Senin (9/11) pukul 19.30 waktu Saudi.

Tapi kepulangan Rizieq mengakibatkan lalu lintas menuju Soetta macet total. Banyak pengendara dan calon penumpang pesawat terpaksa jalan kaki untuk mengejar penerbangan mereka. |CNN| ASLP

Continue Reading

INTERNASIONAL

Tim Trump Gugat Penghitungan Suara di 3 Negara Bagian

Published

on

Acehtimes.id | New York – Tim pemenangan Capres petahana Amerika Serikat (AS) Donald Trump sejauh ini telah melayangkan gugatan untuk menghentikan penghitungan suara Pilpres AS 2020 di tiga negara bagian.

Tiga negara bagian itu adalah Pennsylvania, Nevada, dan Georgia. Sejauh ini, pesaing Trump, Joe Biden unggul atas Trump berdasarkan perhitungan cepat yang dipantau via CNN dan Fox News pada Kamis (5/11) pagi WIB.

Dalam gugatannya tersebut, tim hukum Trump menyebut pemantau dari pihaknya kesulitan mendapat akses sedekat mungkin untuk melihat proses penghitungan suara Pilpres AS.

Seperti dilansir dari AP, Deputi Manajer Kampanye Trump, Justin Clark, mengatakan pihaknya juga meminta Mahkamah Agung untuk meneliti keabsahan surat suara lewat pos yang diterima tiga hari sebelum penghitungan.

Selain gugatan di tiga negara bagian tersebut, tim kampanye Trump juga mendesak penghitungan ulang di negara bagian Wisconsin. Berdasarkan penghitungan cepat, Joe Biden berhasil menang di negara bagian tersebut.

Menanggapi hal gugatan tim Trump, juru bicara Joe Biden, Andrew Bates, mengatakan penghitungan suara harus tetap dilanjutkan di semua negara bagian.

“Tidak ada yang akan mencuri demokrasi kita, dari kita. Tidak sekarang, tidak selamanya,” ujar Bates dalam pernyatannya.

Sementara itu, meskipun gugatan dilayangkan, sejumlah negara bagian tetap melakukan penghitungan suara, termasuk pula di Pennslvania.

Seperti dilansir dari CNN, Gubernur Pennsylvania, Tom Wolf memastikan integritas penghitungan suara Pilpres AS 2020 yang berlangsung di wilayahnya saat ini, Rabu (4/11) malam waktu setempat atau Kamis (5/11) pagi WIB. Dia pun menjamin transparansi dan akuntabilitas proses penghitungan yang digelar terbuka tersebut.

“Saya kira ini sudah ditayangkan langsung secara streaming di situsnya [panitia penghitungan suara], jadi saya kira siapapun bisa melihatnya, setiap orang bisa melihatnya dari manapun di dunia ini,” ujar Tom Wolf menanggapi gugatan hukum tim kampanye capres petahana Donald Trump untuk menghentikan penghitungan suara.

“Jadi, saya tidak yakin lagi bagaimana kurangnya transparansi ini. Bagi saya, ini tidak pernah lebih transparan dibandingkan sekarang,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Negara Bagian Pennsylvania Kathy Boockvar mengatakan dia tak bisa mengomentari proses litigasi atas gugatan tim kampanye Trump. Meskipun demikian, dia menjamin negara bagian Pennsylvania akan “melawan setiap upaya untuk menghentikan pemungutan suara kapan saja”. | CNN | ASLP

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: