Connect with us

POLITIK

Pengamat Prediksi 6 Bulan Lagi Rezim Jokowi Jatuh

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA– Aktivis senior yang juga pengamat politik Syahganda Nainggolan meramal Presiden Joko Widodo bakal lengser tahun ini.

“Saya bukan kecewa, ini saya lagi menghitung Jokowi kapan jatuhnya,” kata Syahganda saat ditanya presenter talk show “Sarinya Berita” Rahma Sarita apakah dia kecewa dengan rezim Jokowi, seperti yang sebarluaskan, Sabtu (29/2).

“Tidak dijatuhkan, tidak ada yang jatuhkan, jatuh saja. Ini ramalan saya sebagai pengamat,” lanjut Syahganda di akhir pernyatananya dalam wawancara tersebut.

Syahganda melihat fenomenanya saat ini sudah panic game. Pemerintah dihantam banyak virus, dan bingung mau berbuat apa.

Virus itu antara lain, virus corona, virus Jiwasraya, virus Harun Masiku, virus Asabri, dan virus omnibus law.

“Dalam teori organisasi, panic game itu karena struktur lemah, dan leadernya bakal jatuh. Jadi saya hitung-hitung, kalau corona bisa enam bulan tidak ketemu vaksinnya, mungkin Jokowi di tahun ini, enam bulan lagi bakal jatuh,” terang Syahganda.

Akibat virus dari dalam dan luar negeri itu, Jokowi akan kesulitan mencari uang untuk membiayari rezimnya. Apalagi saat ini, pemerintah sangat membutuhkan iventasi untuk pembiayaan pembangunan ibukota negara baru.

Diprediksi, di tengah krisis pertumbuhan ekonomi dunia yang rata-rata sekitar 2 persen, dan laju pertumbuhan ekonomi China yang melambat karena virus corona, serta ditambah tidak kuatnya ketahanan ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperdiksi tambah anjlok.

“Bayangan saya pertumbuhan ekonomi kita pada angka 3 sampai 4 persen,” sebut Syahganda yang merupakan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC).

Bukti panic game lainnya, diskusi siapa figur calon presiden 2024 sudah mulai dibicarakan, padahal Jokowi dan Maruf Amin baru saja dilantik. Orang-orang partai dan lembaga survei sudah membicarakan suksesi Jokowi.

“Biasanya survei pilres itu jelang dua atau satu tahun. Itu menunjukkan yang existing ini (Jokowi) sudah ditinggalkan orang, sudah mantan. Padahal masih menjabat,” ujar Syahganda.

Dengan banyaknya virus dan fenomena panic game, tambah Syahganda, apa yang dilakukan pemerintah malah tidak nyambung. Pemerintah terlihat hanya sibuk mencari investor ke luar negeri untuk mendanai ibukota negara baru.

Dan tambah aneh lagi, di luar akal sehat pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 72 miliar untuk media dan influencer dalam rangka promosi wisata. | Demokrasi.co.id 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLITIK

Gerindra Akan Gaet Kaum Milenial, Persiapan Pemilu 2024

Published

on

etua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad | foto net

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad berkomitmen untuk memberikan kesempatan milenial berpartisipasi dalam politik dalam Pemilu 2024.

Hal ini disampaikannya saat membuka pelatihan Tunas III bagi kader organisasi Tunas Indonesia Raya (Tidar) pada Jumat 18 Juni 2021.

Komunitas Jokowi-Prabowo 2024, Suarakan Presiden Tiga Periode

Menurut dia, kini para pemuda tersebut berfokus terlebih dahulu untuk membantu masyarakat di masa pandemi Covid-19. Dirinya pun tak meragukan komitmen mereka.

“Berkomitmen penuh bagian yang paling penting untuk partai Gerindra,” kata Dasco dalam keterangannya, Sabtu (19/6/2021).

Untuk persiapan Pemilu 2024, dia berharap pemuda Tidar bisa berkreatif mengajak para kaum milenial utuk mendukung Gerindra.

Meski demikian, Dasco tak mau berbicara banyak soal siapa yang akan dicalonkan partainya.

“Putusan tentang pilpres itu akan dibicarakan dalam satu forum resmi. Dari hasil itulah kemudian akan membawa soal pencapresan tersebut. Dan sampai saat ini belum dibikin forum tersebut kita masih konsolidasi di partai dari atas sampai bawah,” kata Dasco.

Tahun Merekrut

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan tahun ini adalah tahun rekrutmen.

“Persiapan harus dari tahun ini, kita harus mempersiapkan bahkan kader-kader muda yang siap secara mental dan finansial artinya harus mandiri, jangan sampai maju sebagai caleg tidak memiliki dua hal dasar itu,” kata dia.

Terkait Pemilu 2024, pihaknya berusaha untuk menjaring sebanyak-banyaknya suara milenial. Minimal tokoh-tokoh muda di seluruh Indonesia yang memang memiliki ketertarikan secara politik.

“Tidar memiliki jenjang yang sudah terbukti bahwa ada anggota-angota Dewan di pengurus sini, ada juga yang menjadi pengurus pusat seperti saya Wakil Ketua Umum di DPP Partai Gerindra. Tidar bukan sayap yang bergerak independen tapi sayap anak kandung Partai Gerindra,” kata dia. |

Continue Reading

POLITIK

Gubernur Aceh Positif Covid-19, Presiden Diminta Tunjuk Pelaksana Tugas

Published

on

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah | foto net

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH – Eks tim sukses Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, Nasruddin alias Nyak Din, meminta Presiden Joko Widodo segera menunjuk pelaksana tugas Gubernur Aceh.

Permintaan ini dilakukan Nyak Din karena Gubernur Aceh Nova Iriansyah tidak beraktivitas seperti biasa setelah terkonfirmasi Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri di kediamannya.

“Sementara, Aceh juga tidak punya wakil gubernur untuk menggantikan gubernur definitif yang berhalangan,” kata Nyak Din, Sabtu (19/6), dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Politikus Partai Nasional Aceh ini mengatakan, Nova tertular Covid-19 pada 31 Mei 2021, sesuai hasil tes usap PCR. Hal ini disampaikan secara resmi oleh humas Pemerintah Aceh.

Lantas pada Senin lalu (14/6), dalam keterangan yang disampaikan oleh Jurubicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Nova dinyatakan masih mengidap Covid-19.

Kondisi ini, lanjut Nyak Din, menyebabkan pemerintahan di Aceh tidak berjalan normal. Banyak masyarakat yang ingin berjumpa dengan pemimpin mereka terpaksa mengurungkan niat karena Gubernur Aceh tidak masuk kantor.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, memastikan Gubernur Aceh positif Covid-19 tanpa gejala. Karena itu, Iswanto memastikan Nova tetap melakukan aktivitas harian, seperti memimpin rapat dan memberikan arahan kepada pimpinan SKPA, secara daring.

“Semua kegiatan pemerintahan insyaAllah akan berlangsung seperti biasa. Pak Gubernur tetap akan memimpin rapat, melalui daring tentunya,” jelas Iswanto. (RMOL)

 

Continue Reading

POLITIK

Elektabilitas Sejumlah Menteri Menurut Lembaga Survei: Prabowo-Sandi Bersaing

Published

on

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno | foto net

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Beberapa lembaga survei mulai menyigi calon presiden potensial menuju pilpres 2024. Sejumlah nama menteri Kabinet Indonesia Maju pun masuk bursa. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menempati posisi lima teratas di sejumlah survei. Elektabilitas mereka terus bersaing. Keduanya merupakan bekas penantang Jokowi-Ma’ruf Amin di pilpres 2019.

Selain Prabowo dan Sandiaga, elektabilitas beberapa menteri lain juga bersaing. Di antaranya Menkopolhukam Mahfud Md, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Berikut elektabilitas mereka menurut tiga lembaga survei:

1. Lembaga Survei Indonesia
LSI merilis hasil sigi terbaru pada Februari lalu berdasarkan survei yang dilakukan pada 25-31 Januari 2021. Survei melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling, margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut hasil survei elektabilitas menteri Jokowi (berdasarkan simulasi semi terbuka): Prabowo Subianto 22,5 persen; Sandiaga Uno 6,9 persen; Tri Rismaharini 5,5 persen; Mahfud Md 0,9 persen; Erick Thohir 0,6 persen; Sri Mulyani Indrawati 0,5 persen; Airlangga Hartarto 0,4 persen; Suharso Monoarfa 0,1 persen, dan Moeldoko 0,1 persen.

2. Charta Politika
Chart Politika merilis hasil sigi terbaru pada Maret 2021 berdasarkan survei yang dilakukan pada 20-24 Maret 2021. Survei melibatkan 1.200 responden melalui wawancara telepon. Metode yang digunakan yakni stratified dengan pengacakan sistematis. Charta Politika mengklaim margin of error survei 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam simulasi 12 nama, ada enam nama menteri Jokowi yang masuk capres potensial. Berikut hasilnya: elektabilitas Prabowo Subianto 19,6 persen; Sandiaga Uno 9,3 persen; Tri Rismaharini 5,3 persen; Mahfud Md 3,8 persen; Erick Thohir 2,1 persen; dan Moeldoko 1,3 persen.

3. Indikator Politik Indonesia
Terbaru, Indikator Politik Indonesia merilis survei pada Mei lalu. Survei dilakukan menggunakan metode simple random sampling yang dilakukan terhadap 1.200 orang pada 13-17 April 2021. Indikator mengklaim survei ini dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,9 persen.

Indikator melakukan simulasi semi terbuka dengan 17 nama, enam di antaranya merupakan menteri Jokowi. Berikut hasilnya: elektabilitas Prabowo Subianto 11,1 persen; Sandiaga Salahuddin Uno 8,1 persen; Airlangga Hartarto 1 persen; Mahfud Md 0,6 persen; Erick Thohir 0,6 persen, dan Tito Karnavian 0,5 persen. | Tempo

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: