Connect with us

NUSANTARA

Selamatkan Demonstran Usai Dipukuli Oknum Polisi, TNI banjir Pujian

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Sebuah video beredar luas di media sosial. Aksi sejumlah Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyelamatkan seorang peserta aksi unjukrasa usai dipukuli sejumlah oknum polisi berseragam lengkap dan berseragam biasa.

Terlihat dalam video tersebut, oknum polisi menendang dan memukuli seorang peserta aksi. 

Setelahnya, massa aksi itu dilarikan oleh sejumlah oknum berseragam biasa yang diduga oknum polisi.

Melihat hal tersebut, sejumlah anggota TNI langsung mengejar oknum polisi dan berupaya menyelamatkan massa aksi. Aksi anggota TNI itu menuai apresiasi dan pujian netizen.

”HIJAU HITAM itulah warnamu yg sering disebut LORENG (TNI). Aku bangga padamu, dirimu patut disapa sebagai sahabat masyarakt. Kaulah pelindung kami. #terima_kasih,” tulis akun facebook Mahmuda dalam keterangan video yang diunggah.

Hingga berita ini diterbitkan, postingan itu sudah dibagikan sebanyak 595 kali dan 34 kali dikomentari.

”TNI selalu di hati rakyat#46,” demikian komentar Wahab Boerjue.

”walaupun saya gagal jadi bagian dari mereka, tapi saya tetap bersyukur bisa belajar dari pengalaman untuk menjadi seorang prajurit sejati. Karena mereka lag pejuang NKRI sebenarnya pengayom masyarakat yang seutuhnya sebagai benteng terkuat dari negara kesatuan Republik Indonesia. Bravo TNI#46,” lanjut Wahab Boerjue.

”Dr masa lalu, yg berloreng dia lah yg ttp membela Rakyat kecil,” Ronny Lau.

”Terimakasih bayak TNI ku,” komentar Andi NurAinun Zulkarnain. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NUSANTARA

Risma Marahi Demonstran Omnibus Law yang Merusak Fasilitas

Published

on

Acehtimes.id | Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini  turun ke lokasi demonstrasi menolak Omnibus Law  UU Cipta Kerja di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (8/10). Risma tiba setelah bentrokan massa berakhir.

Saat di lokasi, Risma mengenakan helm hitam dan masker. Politisi PDI Perjuangan itu lalu melihat kondisi sekeliling jalan. Ia kemudian menghampiri salah seorang massa yang tertangkap.

“Kamu dari mana?” tanya Risma pada salah seorang demonstran yang meringkuk di depannya.

Diketahui, orang tersebut datang dari Madiun, Jawa Timur. Ia ditangkap karena diduga terlibat bentrokan dan merusak fasilitas umum. Kepada dia, Risma kemudian melampiaskan amarahnya.

Risma lalu mencecar orang tersebut. Ia mengaku tak terima lantaran fasilitas umum dan pot-pot tanaman di kotanya dirusak oleh para massa.

“Kamu tahu, aku bangun ini untuk rakyatku juga, kenapa kamu rusak kotaku? Kenapa kamu enggak rusak kotamu sendiri?” ujar Risma dengan nada tinggi.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu kemudian terus memarahi salah seorang demonstran. Ia tak terima karena kota yang ia bangun, dirusak.

“Aku belain wargaku setengah mati, kenapa kamu ke sini? Kamu tega sekali, aku bangun kota ini setengah mati, tahu? Sampai tanganku patah, kenapa kamu hancurin, tega sekali kamu,” ucapnya.

“Kamu pikir aku enak-enakan bangun kota ini, tak belain wargaku, kamu rusak kayak gini,” tambahnya.

Risma lalu meminta aparat kepolisian untuk membawa seorang demonstran tersebut, untuk diproses secara hukum.

“Sudah, Pak Polisi, bawa,” ucapnya.

Sementara itu, pemuda yang dimarahi Risma tersebut tak bisa merespons apapun. Ia hanya meminta maaf dan meringkuk di depan Risma.

“Saya mohon maaf bu,” kata pemuda, yang belum diketahui identitasnya.| CNN | ASLP

Continue Reading

NUSANTARA

IDI: Aksi Massa Bisa Picu Peningkatan Kasus COVID-19

Published

on

kata Ketua IDI Cabang Bandarlampung, dr Aditya M Biomed | foto net

ACEHTIMES.ID | LAMPUNG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandarlampung mengatakan aksi massa menolak UU Cipta Kerja pada Rabu (7/10) bisa memicu peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan.

“Saya merasa prihatin sebab tidak ada aksi demo saja peningkatan kasus COVID-19 saat ini luar biasa apalagi ini pada aksi demo ada kerumunan massa yang sangat luar biasa,” kata Ketua IDI Cabang Bandarlampung, dr Aditya M Biomed saat dihubungi di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan bahwa sangat memungkinkan bahwa aksi massa kemarin dapat menjadi kluster penyebaran COVID-19 karena protokol kesehatan yang terabaikan, baik itu pengunjuk rasa maupun aparat keamanan.

“Apalagi massa kemarin ribuan tentunya protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker sudah pasti akan terabaikan sehingga itu memungkinkan virus dapat masuk dan bisa jadi kluster baru, tapi saya harap mereka semua sehat dan hal ini tidak terjadi,” kata dia.

Ia pun berharap baik pemerintah maupun pengunjuk rasa dapat mengesampingkan egonya masing-masing sebab saat ini sedang dalam kondisi pandemi COVID-19 yang mana seharusnya sesama anak bangsa saling mendukung dan bersatu padu melawan wabah ini.

“Saya ataupun organisasi kami tidak ada kepentingan dengan UU itu tapi kok tidak melihat kondisi dan situasi padahal sedang dalam pandemi dan memicu kerumunan massa,” kata dia.

Menurutnya, jika memang terjadi kluster COVID-19 dari pengunjuk rasa sudah pasti pemerintah akan kesulitan dalam melakukan penelusuran (tracing). Kemudian aksi kerumunan massa kemarin juga akan dijadikan contoh oleh masyarakat.

“Masyarakat yang bandel tentunya akan menjadikan aksi kemarin sebagai contoh. misalnya saat di pasar atau mengadakan pesta ketika mau dibubarkan mereka akan beralasan demo saja bisa kenapa kita tidak diperbolehkan,” kata dia.

Sehingga hal tersebut dapat menjadi persepsi yang buruk di masyarakat dimana saat sedang perang melawan COVID-19.*

Continue Reading

NUSANTARA

Terungkap! Sejumlah TKA China di Bintan Ternyata Bukan Tenaga Ahli

Published

on

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Ribuan tenaga kerja asing (TKA) asal China saat ini sudah tiba di Bintan, Kepulauan Riau. Mereka disebut akan bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).

Sebelumnya, gelombang kedatangan TKA asal China secara berkala terus terjadi di Bintan. Terpantau pada kedatangan terbaru, setidaknya ada 150 TKA masuk melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang pada Jumat (2/10/2020) lalu.

Kepala Disnakertrans Provinsi Kepri, Mangara M Simarmata mengungkapkan, tidak semua TKA China yang bekerja di PT BAI merupakan tenaga ahli.

“Jumlahnya TKA asal China saat ini di PT BAI lebih kurang ada 1.100 orang, ternyata tidak seluruhnya tenaga ahli. Ada juga tenaga konstruksinya,” kata Mangara di Tanjungpinang, Selasa (6/10/2020).

Ia menambahkan, pihak perusahaan mengklarifikasi, mereka mendatangkan TKA asal China guna mempercepat proses pembangunan mesin produksi.

Pihak perusahaan mengklaim, mereka menargetkan pembangunan mesin produksi di PT BAI pada awal tahun 2021 nanti sudah harus siap dan bisa berproduksi.

“Karena target pembangunan mesin ini harus siap Januari 2021. Sehingga perusahaan mendatangkan TKA asal China untuk mempercepat pembangunannya,” ujarnya, melansir Batamnews (jaringan Suara.com).

Sebelumnya, Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Provinsi Kepri Bahtiar Baharuddin mengatakan, pihaknya siap mengantisipasi kedatangan TKA asal China.

“Ya saya sudah mendapat laporan kedatangan TKA asal China itu. Dan tim sudah siap untuk mengantisipasi hal itu,” kata Bahtiar di Tanjungpinang.

Namun, terkait kedatangan para TKA asal China ini, sambung Bahtiar, merupakan lintas kementerian. Terlebih, berkaitan dengan pihak asing sehingga ada koordinasi dengan pusat dalam hal ini dengan kementerian terkait.

“Kedatangan TKA ini kan sudah ada kejadian sebelumnya. Jadi tim sudah tau tugasnya. Apalagi terkait protokol kesehatan Covid-19 semua harus mematuhi aturan tak terkecuali,” ujar Bahtiar. (*)

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: