Connect with us

HUKUM DAN KRIMINAL

Spesialis pencuri uang nasabah bank lintas provinsi ditangkap polisi

Acehtimes

Published

on

ACEHTIMES.ID | PIDIE – Sat Reskrim Polres Pidie Provinsi Aceh menangkap tiga pelaku pencurian atau pembaretan spesialis nasabah bank lintas provinsi di salah satu warung makan di Jalan Sisingamangaraja Kota Medan Provinsi Sumatera Utara. 

“Ketiga pelaku ditangkap setelah mencuri uang nasabah Bank BRI Syariah Cabang Sigli sebesar Rp150 juta milik Kamaruddin warga Pidie,” kata Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian saat jumpa pers di Mapolres setempat di Sigli, Kamis. 

Ketiga pelaku tersebut yakni AM (48), MR (41) dan IH (47), semua tersangka  berasal dari Palembang Provinsi Sumatera Selatan. 

Destrian menyampaikan, peristiwa tersebut terjadi usai korban melakukan penarikan uang di sebuah bank, lalu ia singgah di sebuah warung makan dengan memarkirkan mobilnya di depan rumah makan tersebut. Namun, uangnya yang dibungkus dengan kantong plastik diletakan dalam mobil.  

“Korban terkejut setelah mengetahui pintu mobil telah dibobol dan melihat uangnya sudah raib,” ujarnya. 

Setelah mendapatkan laporan, kata Destrian, pihaknya melakukan penyelidikan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), para pelaku akhirnya diketahui berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi.

“Tim selanjutnya melakukan pengejaran terhadap pelaku sampai ke Medan, dan para pelaku sudah diamankan,” katanya. 

Destrian menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan pelaku mengakui perbuatannya, mereka sengaja berangkat dari Pelembang menuju Aceh dengan tujuan mengincar nasabah bank yang melakukan penarikan uang tunai dalam jumlah besar.

“Motif pelaku melakukan pencurian uang nasabah tersebut karena alasan kebutuhan hidup,” ujar Destrian. 

Terhadap penangkapan ini, polisi juga mengamankan sebanyak 17 barang bukti, mulai dari sepeda motor, mobil, handphone, uang tunai sebesar Rp60 juta, serta beberapa barang bukti lainnya. | antara

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKUM DAN KRIMINAL

Polisi Gagalkan Peredaran Ganja 40 Kilogram

Acehtimes

Published

on

Ilustrasi ganja | foto net

ACEHTIMES.ID | MEDAN – Pihak kepolisian menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat 40 kilogram dari tiga orang tersangka yang diamankan di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

“40 kilogram ganja ini berasal dari Kabupaten Mandailing Natal dan berhasil digagalkan peredarannya oleh petugas Polsek Patumbak,” kata Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji saat ekspose kasus di Mapolsek Patumbak, Sabtu.

 Ia mengatakan identitas ketiga orang tersangka yang diamankan masing-masing berinisial IR (39), SL (29) dan MF (28).

Penangkapan ketiga tersangka berawal dari informasi masyarakat adanya peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Deli Serdang.


 Petugas kemudian melakukan penyamaran dan berhasil mengamankan tersangka IR beserta barang bukti 40 kilogram ganja.

 “Tersangka IR mengaku ganja itu milik tersangka SL dan MF,” katanya.

 Selanjutnya, petugas meminta tersangka IR untuk menghubungi SL dan MF dengan iming-iming uang senilai Rp10 juta agar datang ke kediamannya.

“Kedua tersangka SL dan MF percaya dan datang ke kediaman tersangka IR. Petugas kemudian mengamankan kedua tersangka,” katanya.

 Atas perbuatannya ketiga tersangka dikenakan UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman 20 tahun penjara. | Antara

Continue Reading

HUKUM DAN KRIMINAL

Terbukti Jual Miras, 2 Mahasiswa ini Dicambuk

Acehtimes

Published

on

ACEHTIMES.ID | BANDA ACEH – Dua mahasiswadi Aceh dihukum cambuk karena nekat berjualan minuman keras (miras). Kedua pelanggar qanun syariat Islam di Aceh itu dieksekusi cambuk di Taman Sari Banda Aceh, Aceh.

Terpidana tersebut masing masing berinisial AD dan S. Mereka diamankan saat mengantar minuman keras ke tempat pembeli di kawasan Lampineung, Banda Aceh.


Masing-masing pelaku mendapat 18 kali cambukan setelah di potong dua kali karena telah menjalani masa tahanan. Eksekusi itu dilakukan setelah keduanya dinyatakan bersalah oleh pengadilan.


Kasi Penindakan Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Safriadi menyebutkan, kasus keduanya ditangani Kejati Aceh. Pihaknya memfasilitasi lokasi eksekusi karena tempat kejadiannya berada di Banda Aceh.

“Jadi kami hanya memfasilitasi tempat dan algojo. Selebihnya dilakukan oleh Kejati Aceh,” katanya, Rabu (7/4/2021).

Prosesi eksekusi hukuman cambuk sepekan jelang puasa ini berlangsung terbuka dan disaksikan masyarakat dan aparatur Pemerintah Kota Banda Aceh | Inews

Continue Reading

HUKUM DAN KRIMINAL

Eksepsi Ditolak Hakim, HRS Akan Sampaikan Keberatan di Sidang Pleidoi

Acehtimes

Published

on

Habib Rizieq Shihab. | foto net

ACEHTIMES.ID | JAKARTA – Pihak Habib Rizieq akan menyampaikan keberatan kembali atas putusan sela tersebut saat sidang pleidoi.

“Kita akan sampaikan keberatan kita atas putusan sela ini nanti di pleidoi,” kata Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, saat dihubungi, Rabu (7/4/2021).

Aziz mengatakan Habib Rizieq tidak masalah dengan penolakan eksepsi tersebut. Dia menyebut pihaknya telah berjuang dan berupaya lewat eksepsi tersebut.

“Nggak masalah, kami usaha dan berjuang, soal hasil bukan urusan kami,” ucapnya.

Aziz menyebut kemenangan bagi pihaknya yakni menyatakan adanya kezaliman terhadap Habib Rizieq. Dia mengklaim hati nurani setiap manusia pasti setuju dengan hal tersebut.

“Kemenangan bagi kami adalah tetap dalam kebenaran yang kami yakini bahwa terjadi kezaliman luar biasa kepada HRS dkk dan kami yakin hati nurani jujur setiap manusia pasti setuju dengan kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aziz berharap majelis hakim dapat memutus persoalan ini sesuai hati nurani. Dia berharap tidak ada pihak-pihak yang menekan hakim.

Semoga nanti di putusan majelis hakim memutus sesuai hati nurani berdasarkan keadilan dan kebenaran, bukan karena tekanan pihak lain,” imbuhnya.


Seperti diketahui, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menolak eksepsi atau nota keberatan Habib Rizieq Shihab dan penasihat hukumnya dalam kasus swab palsu RS Ummi, Bogor. Salah satu alasan hakim menolak eksepsi tersebut adalah dakwaan yang diberikan jaksa penuntut umum (JPU) sudah memenuhi syarat formil.

“Menimbang bahwa setelah membaca dan mengkaji surat dakwaan atas nama Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq Shihab, majelis hakim berpendapat bahwa surat dakwaan tersebut sudah memenuhi syarat formil suatu surat dakwaan,” ujar ketua majelis hakim Khadwanto di ruang sidang PN Jakarta Timur, Rabu (7/4).

Khadwanto mengatakan isi pokok dakwaan telah memuat mengenai identitas lengkap terdakwa. Selain itu, uraian mengenai tindakan yang didakwakan juga sudah sesuai dengan waktu dan tempat.

Selain itu, majelis hakim menolak eksepsi karena isi nota keberatan terdakwa dan penasihat hukumnya dianggap sudah masuk dalam pokok perkara. Menurut hakim, pokok perkara harus terlebih dahulu diperiksa di dalam persidangan.

“Sebagaimana eksepsi terdakwa, tidak masuk ke dalam lingkup keberatan karena sudah masuk dalam pokok perkara,” katanya.| DTK

 

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: